Berita

Ketua Umum EN-LMND, Muhammad Asrul./Ist

Politik

LMND Desak Prabowo Terbitkan PP atau Perppu Pembatalan PPN 12 Persen

SENIN, 30 DESEMBER 2024 | 20:27 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Harga kebutuhan pokok dan jasa mulai beranjak naik jelang tahun baru yang juga dibareng dengan rencana kenaikan PPN 12 persen mulai dirasakan masyarakat.

Bahasan itu yang dibahas Eksekutif Nasional-Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (EN-LMND) saat diskusi publik dengan tema "PPN 12 persen: Rakyat Menjerit, Saatnya PP Penundaan Terbit". Kegiatan diskusi dilaksanakan di Kantor EN-LMND Jl. Tebet Dalam No 1F pada Minggu, 29 Desember 2024.

"Sekarang harga barang dan jasa mengalami kenaikan. Rakyat mulai mengeluh akibat harga-harga yang makin mahal. Wacana kenaikan ppn 12 persen mengecualikan kebutuhan bahan pokok berbanding terbalik dengan realitas pasar yang mengalami peningkatan harga-harga secara menyeluruh," kata Ketua Umum EN-LMND, Muhammad Asrul dalam keterangan resmi yang diterima pada, Senin, 30 Desember 2024.


"Disisi lain terjadi banyak PHK karena perusahaan-perusahaan besar mengalami kerugian & beberapa gulung tikar. sementara anak muda kesusahan mencari pekerjaan," sambungnya.

Melihat kondisi rakyat, Asrul berharap Presiden Prabowo menunda keinginannya untuk menaikkan ppn per 1 januari 2025 dengan menerbitkan PP penundaan. 

Dalam diksusi ini turut hadir narasumber Gede Sandra (Ekonom), Arif Nurul Imam (Direktur Eksekutif Skala Data Indonesia, dan Muhammad Arifin (Wasekjend Ideologi EN-LMND) serta dihadiri oleh LMND Se-jabodetabek.



Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Fahira Idris Dukung Pelarangan Medsos Buat Anak di Bawah 16 Tahun

Minggu, 08 Maret 2026 | 01:58

UPDATE

Olah TKP Freeport

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:16

Rismon Rela Dianggap Pengkhianat daripada Menyembunyikan Kebenaran

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:14

Bandung Dalam Diplomasi Konfrontasi dan Kemunafikan Diplomasi

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:05

Roy Suryo Tegaskan Permintaan Maaf Rismon ke Jokowi Bersifat Pribadi

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:00

KPK Panggil Pengusaha James Mondong dalam Kasus Suap Impor di Bea Cukai

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:54

Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:47

EMAS Rampungkan Fase Konstruksi, Fokus Kejar Target Produksi

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:40

DPR Jangan Pilih Lagi Anggota KPU yang Tak Profesional!

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:29

Kapolri dan Panglima TNI Pantau Pelabuhan Merak Via Helikopter

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:23

Trump Yakin Pemimpin Baru Iran Masih Hidup tapi Terluka Parah

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:17

Selengkapnya