Berita

Ilustrasi/Net

Bisnis

INACA: Industri Penerbangan Indonesia Tertekan karena Biaya yang Masih Tinggi

SENIN, 30 DESEMBER 2024 | 15:52 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Industri penerbangan Indonesia sampai saat ini mengaku masih menghadapi kesulitan pasca pandemi Covid-19, dengan mengalami berbagai tantangan yang memperburuk kondisi keuangan dan operasional maskapai. 

Asosiasi Maskapai Penerbangan Nasional Indonesia (INACA) dalam laporan Catatan Akhir Tahun 2024 mengungkapkan bahwa biaya penerbangan yang terus merangkak naik menjadi salah satu hambatan utama. Salah satu faktor yang memperburuk situasi ini adalah pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS yang menembus angka Rp16.000 per Dolar.

"Naiknya kurs Dolar AS ini juga mempengaruhi naiknya harga avtur, harga spareparts, sewa pesawat dan komponen lainnya yang menggunakan acuan mata uang Dolar AS, sehingga membuat naiknya biaya yang ditanggung maskapai penerbangan," kata Ketua Umum INACA, Denon Prawiraatmadja, dalam keterangan resmi yang diterima RMOL pada Senin 3o Desember 2024.


Selain itu, tantangan lainnya yang dihadapi industri ini yaitu adanya kebijakan bea masuk yang masih berlaku untuk sejumlah spareparts pesawat. Dari total 472 HS Code spareparts pesawat, baru 123 HS Code yang mendapat bea masuk 0 persen. 

"Masih ada 349 HS Code atau sekitar 74 persen dengan jumlah 22.349 part number yang masih dikenakan bea masuk 2,5 hingga 22,5 persen," tuturnya.

Menurutnya hal tersebut telah membebani industri penerbangan dalam negeri. Terlebih saat ini Indonesia disebut sedang menghadapi penurunan daya beli masyarakat yang juga berpengaruh pada menurunnya jumlah penumpang pesawat domestik. 

Berdasarkan data sementara, pada periode Januari - September 2024, jumlah penumpang pesawat domestik turun sebesar 10 persen dibandingkan periode yang sama pada 2023, dengan total 44,3 juta penumpang, lebih rendah dari 49,2 juta penumpang pada tahun sebelumnya.

Meski menghadapi banyak tantangan, sektor penerbangan Indonesia bersama industri terkait seperti pariwisata dan perdagangan disebut tetap memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian Indonesia. 

Menurut data dari Asosiasi Maskapai Penerbangan Internasional (IATA), industri penerbangan nasional berkontribusi sebesar 62,6 miliar Dolar AS atau sekitar Rp1.001,6 triliun, yang setara dengan 4,6 persen dari PDB Indonesia pada tahun 2023.

Dalam menghadapi situasi ini, INACA berharap pemerintah memberikan perhatian lebih kepada industri penerbangan dengan melanjutkan kembali pembahasan permasalahan secara komprehensif mulai dari bisnis dan operasional penerbangan hingga hal-hal lain. 

"Peningkatan perhatian terhadap kondisi finansial maskapai penerbangan terutama maskapai penerbangan berjadwal dan perintis mengingat maskapai ini sebagai aktor utama di industri penerbangan yang sangat dibutuhkan masyarakat Indonesia," pungkas Denon.

Populer

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:30

UPDATE

Usai DPR, Guru Besar IPB Desak BPK Evaluasi WTP Kemenhut

Rabu, 28 Oktober 2026 | 08:24

HLN ke-81: PLN Perkuat Listrik sebagai Penggerak Kehidupan dan Kemandirian Bangsa

Rabu, 28 Oktober 2026 | 07:47

IKA FH Undip Gelar Konsolidasi, Ini yang Dibahas

Rabu, 28 Oktober 2026 | 06:55

Tolak Usul Luhut, PKS Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara

Rabu, 28 Oktober 2026 | 06:25

Telkom Perkuat Transparansi Ekosistem Pengadaan Digital Nasional Lewat SPSE V5

Rabu, 28 Oktober 2026 | 05:57

Konser Andrea Bocelli Turut Serukan Solidaritas Palestina Tuai Apresiasi

Rabu, 28 Oktober 2026 | 05:28

Menanti Negarawan di Tengah Oase Pragmatisme

Rabu, 28 Oktober 2026 | 04:55

InfraNexia Perkuat Kesiapan Infrastruktur Dukung Pertumbuhan

Rabu, 28 Oktober 2026 | 04:25

Revitalisasi Intisab Siapkan Kepemimpinan Menuju Jakarta Kota Global

Rabu, 28 Oktober 2026 | 03:59

Kemerdekaan yang Belum Selesai: Dari Cita-Cita 1945 ke Amarah Gen Z

Rabu, 28 Oktober 2026 | 03:30

Selengkapnya