Berita

Politikus Partai Demokrat, Jansen Sitindaon/Ist

Nusantara

Judol Masih Marak Meski Komdigi sudah Diacak-acak Polisi

MINGGU, 29 DESEMBER 2024 | 07:47 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Politikus Partai Demokrat, Jansen Sitindaon, menyuarakan keprihatinannya terhadap maraknya judi online alias judol yang masih beroperasi meskipun pemerintah telah melakukan berbagai upaya penindakan. 

Melalui akun X miliknya, Jansen yang sedang pulang kampung ke Sumatera Utara mengungkapkan bahwa judi online memberikan dampak yang sangat merusak ekonomi masyarakat di daerah.

"Faktanya, judi online ini masih berlangsung. Tidak ada yang ekstrem berubah pasca penangkapan di Komdigi kemarin. Bahkan nama situs judinya sekarang sudah pakai nama-nama lokal daerah," ujar Jansen dikutip Minggu 29 Desember 2024.


Ia menilai bahwa judi online atau judol memiliki dampak yang lebih parah dibanding narkoba, karena menyebabkan masyarakat jatuh miskin dan ekonomi lokal, seperti usaha kecil, menjadi lesu. 

"Goreng pisang saja di kedai, di kampung jadi tidak laku. Kesedot ke depo judol," tegasnya.

Sesuai Astacita yang digagas Presiden Prabowo Subianto, Jansen menyerukan perlunya langkah lebih serius untuk memberantas judi online pada 2025 mendatang. 

"Mau tidak mau negara harus ikut campur dan turun tangan memberesinya. Kalau tidak, sendi-sendi kita bernegara akan rusak karena  ujungnya ketika kemiskinan bertambah, angka kejahatan bertambah dan terjadi dimana-mana akan jadi urusan negara juga," pungkasnya.

Judi online kini menjadi tantangan serius yang membutuhkan penanganan bersama dari masyarakat dan pemerintah demi menjaga stabilitas sosial dan ekonomi di Indonesia.




Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Purbaya Siapkan Sanksi bagi Importir Buntut Kontainer Menumpuk

Minggu, 07 Juni 2026 | 00:21

Kebakaran Rumah di Palmerah, 17 Unit dan 85 Personel Damkar Dikerahkan

Minggu, 07 Juni 2026 | 00:05

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

Widiyanti Putri Wardhana dan Nusron Wahid Layak Direshuffle

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:38

Kompetisi Ketapel Antar ASN

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:19

Buzzer Jokowi Jangan Dulu Pesta, P21 Bukan Vonis Pengadilan

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:00

Investor Asing Laporkan Dugaan Penyalahgunaan Dana Proyek Marina Bay City ke Polda Bali

Sabtu, 06 Juni 2026 | 22:48

Kritik Rocky Gerung, Gumarang: Menteri Keuangan Bukan Sekadar Kasir

Sabtu, 06 Juni 2026 | 22:27

State-Driven Economy untuk Hentikan Ketimpangan dan Ketergantungan

Sabtu, 06 Juni 2026 | 21:57

Puluhan Miliar Dana Investasi Dipersoalkan, Siapa Bertanggung Jawab di Marina Bay City?

Sabtu, 06 Juni 2026 | 21:33

Selengkapnya