Berita

Anak-anak di Kota Tua Betlehem, di Tepi Barat/Reuters

Bisnis

Ekonomi Betlehem Terpukul: Perayaan Natal Suram di Tengah Perang Gaza

RABU, 25 DESEMBER 2024 | 15:08 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Kota di Tepi Barat yang diyakini sebagai tempat kelahiran Yesus Kristus, Betlehem, menghadapi pukulan ekonomi berat di tengah meningkatnya ketegangan akibat konflik di Gaza. 

Perayaan Natal, yang biasanya menjadi penggerak utama sektor pariwisata kota ini, berubah drastis dengan minimnya kemeriahan dan ketiadaan wisatawan di kota tersebut.

Menurut Wali Kota Betlehem, Anton Salman, pembatasan perayaan Natal menjadi salah satu dampak dari situasi yang memburuk di Gaza. 


“Tahun ini, kami membatasi kegembiraan kami,” ujarnya kepada AFP dikutip Rabu 25 Desember 2024.

Tradisi Natal yang biasanya menarik ribuan wisatawan, seperti lampu-lampu gemerlap, pohon Natal raksasa, dan pertunjukan musik, tidak terlihat di Alun-Alun Manger.

Pariwisata, yang menyumbang 70 persen dari pendapatan Betlehem, kini berada di ambang kehancuran. Data Kementerian Pariwisata Palestina menunjukkan penurunan drastis jumlah wisatawan, dari sekitar 2 juta pengunjung pada 2019 menjadi kurang dari 100.000 pada 2024. 

Hal ini semakin diperparah oleh dampak perang di Gaza yang menekan kunjungan wisata.

"Bisnis berjalan baik sebelum perang, tetapi sekarang tidak ada seorang pun," ungkap Mohammad Awad, pedagang kopi yang telah berjualan selama 25 tahun di dekat Masjid Omar.

Kondisi ekonomi Betlehem yang tergantung pada pariwisata juga menyebabkan lonjakan tingkat pengangguran. 

Wali Kota Salman menyebutkan bahwa tingkat pengangguran di kota ini telah mencapai 50 persen, jauh lebih tinggi dibandingkan rata-rata di wilayah Tepi Barat yang sebesar 30 persen.

Selain itu, pembatasan yang diberlakukan Israel setelah perang di Gaza juga menghambat sekitar 150.000 warga Palestina untuk meninggalkan Tepi Barat demi mencari pekerjaan di Israel. Akibatnya, ekonomi di wilayah tersebut mengalami kontraksi hingga 25 persen, memperburuk situasi ekonomi yang sudah kritis.

“Pesan Betlehem selalu merupakan pesan perdamaian dan harapan,” kata Wali Kota Salman sambil menegaskan bahwa dunia harus mengambil langkah konkret untuk mengakhiri penderitaan rakyat Palestina.

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Fenomena, Warga Sumsel Ramai-Ramai Siarkan Banjir Secara Live

Minggu, 05 April 2026 | 21:48

Besok Jusuf Kalla Laporkan Rismon Sianipar ke Bareskrim Polri

Minggu, 05 April 2026 | 21:29

Kejagung Periksa Kajari Karo Danke Rajagukguk

Minggu, 05 April 2026 | 20:57

Rekan Akmil Kenang Dedikasi Mayor Zulmi di Medan Tugas

Minggu, 05 April 2026 | 20:47

LPSK: RUU PSDK Harus Perkuat SIstem Perlindungan Saksi dan Korban

Minggu, 05 April 2026 | 20:31

JK: Saya Kenal Roy Suryo, Tapi Tak Pernah Danai Isu Ijazah Jokowi

Minggu, 05 April 2026 | 19:58

Simpan Telur di Kulkas, Dicuci Dulu atau Tidak?

Minggu, 05 April 2026 | 19:56

BRIN Ungkap Asa-Usul Cahaya Misterius di Langit Lampung

Minggu, 05 April 2026 | 19:15

Mayor Anumerta Zulmi Salah Satu Prajurit Terbaik Kopassus

Minggu, 05 April 2026 | 18:51

Terendus Skema Gulingkan Prabowo Lewat Rekayasa Krisis dan Kerusuhan

Minggu, 05 April 2026 | 18:33

Selengkapnya