Berita

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI, Airlangga Hartarto/Istimewa

Bisnis

Airlangga Pastikan Pemerintah Siapkan Kredit Rp20 Triliun Buat Industri Padat Karya

Antisipasi Daya Saing Pascakenaikan PPN
SELASA, 24 DESEMBER 2024 | 21:15 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Pemerintah telah menyiapkan sejumlah program dan insentif untuk menjaga pertumbuhan ekonomi dalam negeri pascakenaikan PPN 12 persen.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan, salah satu upaya tersebut adalah dengan mengucurkan insentif kredit sebesar Rp20 triliun untuk industri padat karya.

"Antisipasi daya saing industri padat karya, pemerintah siapkan kredit Rp 20 triliun," kata Airlangga kepada wartawan, Selasa 24 Desember 2024.


Airlangga kemudian merinci jenis industri yang bisa mengajukan kredit padat karya. Antara lain tekstil, garmen, alas kaki, furnitur, makanan dan minuman, hingga mainan anak, dengan syarat memiliki jumlah pekerja minimal 50 orang. 

Tak hanya itu, pemerintah juga sudah menyiapkan paket ekonomi lain untuk industri padat karya yaitu kredit KUR Rp500 juta hingga Rp10 miliar. Ini merupakan jenis kredit investasi dengan tenor maksimal 8 tahun.

Airlangga menegaskan, paket ekonomi dari pemerintah ini juga bisa dikombinasikan dengan Kredit Modal Kerja yang memiliki plafon hingga Rp20 triliun. 

Selain itu, pemerintah juga sudah menyiapkan insentif yang berlaku pada Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 21 untuk karyawan bergaji Rp4,8 juta hingga Rp10 juta per bulan. Bahkan, pemerintah ikut memberikan tambahan biaya jaminan kecelakaan kerja berupa bantuan iuran sebesar 50 persen selama 6 bulan premi korporasi.

Insentif untuk sektor industri padat karya ini merupakan salah satu kebijakan andalan Pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka yang sudah berjalan selama dua bulan ini. Ada banyak kebijakan dan program baru yang nantinya akan digulirkan untuk menyempurnakan program-program pemerintahan sebelumnya yang pro rakyat.

Di sektor UMKM, pemerintah pun telah menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) tentang penghapusan tagih utang. Airlangga menjelaskan, realisasi pendataan per hari ini tentang penghapusan tagih utang mencapai 67 ribu UMKM dengan nilai Rp2,4 triliun. Ia menyebut ada potensi hapus tagih utang lebih dari 1 juta UMKM dengan nilai utang sekitar Rp15 triliun.

”Ada beberapa hal yang perlu regulasi dari OJK dan juga kita melihat bagaimana Kementerian UMKM dan perbankan bisa sejalan dengan PP yang diterbitkan, ada mekanisme yang perlu dirapikan,” tutur Menko Perekonomian.

Dalam kesempatan ini, lanjut Airlangga, pemerintah juga berhasil menurunkan harga tiket pesawat sebesar 10 persen menjelang akhir 2024. 

Selain itu, jelang pergantian tahun, ada pesta diskon berupa Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) hingga 12 Desember kemarin. Bahkan, ada juga ajang belanja di Indonesia yang mendorong ritel buka hingga tengah malam untuk memberikan diskon antara 50 hingga 70 persen.

Airlangga menargetkan kebijakan di sektor perdagangan ini diharapkan mencatatkan penjualan hingga Rp15 triliun. 

"Ada juga Epic Sale, singkatan every purchase is cheap di semua ritel minimarket, total 80 ribu outlet. (Diskon) Ada banyak produk dan berjalan sampai dengan tanggal 29 Desember dengan target Rp15 triliun dalam sepuluh hari,” paparnya.

Selain itu, pemerintah juga menaikkan bantuan biaya pendidikan untuk mereka yang kehilangan pekerjaan dari Rp1 juta menjadi Rp2,4 juta selama 6 bulan.

Kebijakan ini menjadi bagian dari paket ekonomi yang dibarengi kenaikan pajak. Meski PPN naik, Airlangga menegaskan bahwa pemerintah tetap menyiapkan bantuan fiskal untuk mencegah perlambatan ekonomi, khususnya untuk menyasar kebutuhan rumah tangga. 

Bantuan ini berupa bantuan beras yang akan menyasar sebanyak 16 juta rumah tangga dengan masing-masing 10 kilogram beras selama 2 bulan. 

Airlangga juga memastikan pemerintah menanggung kenaikan PPN untuk bahan kebutuhan pokok seperti tepung terigu, gula industri, dan minyak kelapa sawit merek MinyaKita. 

”Kedua, diskon listrik 50 persen di bawah 2.200 volt ampere (VA) untuk 81,4 juta pelanggan untuk dua bulan. Ini diharapkan jadi pengungkit juga,” demikian Airlangga Hartarto.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

OKI Kecam Serangan Houthi ke Makkah dan Madinah

Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:17

Jakarta Running Festival Jadi Role Model Ajang Lari Nasional

Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:01

Carbon Capture di Petrokimia Gresik Berpeluang Kurangi Impor Soda Ash

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:47

KPK Bantah Kembali Sita Uang Rp40 Juta dari Salah Satu PCNU Terkait Muktamar NU

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:27

Mantan Panglima TNI Pertama dari Angkatan Laut Widodo AS Wafat

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:12

Aksi Iklim Lintas Iman Desak Siklus Karhutla Tahunan Segera Diputus

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:02

Akuisisi Saham BYAN Haji Isam Sejalan dengan UU Minerba

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:44

Bill Gates: AI Bisa Picu Gejolak Ekonomi dan Sosial Selama 20 Tahun

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:43

Kehadiran Kopdes Bawa Harapan untuk Ekonomi Desa

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:19

Pesantren Didorong Ikut Terlibat dalam Pencegahan Karhutla

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:05

Selengkapnya