Berita

Ilustrasi (Foto: Reuters.com)

Bisnis

Honda Selalu di Hati, IHSG Terseret Merah

SELASA, 24 DESEMBER 2024 | 18:42 WIB | OLEH: ADE MULYANA

SESI perdagangan yang sepi, demikian ungkapan tepat untuk menggambarkan situasi menjelang libur panjang Natal dan Tahun Baru. Pelaku pasar di Jakarta terkesan kurang antusias dalam menjalani sesi hari kedua pekan ini, Selasa 24 Desember 2024. Sepinya sesi perdagangan tergambar jelas dari pola gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang konsisten menjejak di rentang terbatas.

IHSG terpantau berupaya mengawali sesi pagi dengan gerak naik sangat tipis, namun secara perlahan beralih ke zona pelemahan moderat. Gerak IHSG terkesan lesu darah hingga sesi perdagangan sore ditutup. IHSG memungkasi sesi hari ini dengan merosot 0,43 persen di 7.065,74.

Kelesuan IHSG juga terlihat dari pola gerak saham unggulan yang cenderung terjebak dalam tekanan jual moderat. Sejumlah saham unggulan yang masuk dalam jajaran teraktif ditransaksikan berakhir turun, seperti: BBRI, BMRI, BBCA, ADRO, ASII, UNTR, INDF serta ITMG dan SMGR. Sedangkan dua saham unggulan tercatat mampu menutup positif, yaitu: TLKM dan ICBP.


Kinerja lesu IHSG terlihat seiring dengan situasi yang sedang mendera di bursa regional. Pantauan menunjukkan, indeks di bursa saham utama Asia yang berakhir mixed menjelang perayaan libur Natal. Indeks Nikkei (Jepang) melemah moderat 0,32 persen dengan berakhir di 39.036,85, sementara indeks ASX200 (Australia) menguat terbatas 0,24 persen setelah terhenti di 8.220,9 dan indeks KOSPI (Korea Selatan) berakhir flat dengan turun sangat tipis 0,06 persen setelah singgah di 2.440,52.

Kelesuan di Asia terjadi justru setelah mendapatkan bekal positif dari sesi perdagangan di Wall Street. Laporan menyebutkan seluruh indeks Wall Street yang mencetak kenaikan cenderung signifikan dalam mengawali sesi perdagangan pekan ini. Saham-saham teknologi menjadi pendorong indeks Wall Street untuk bertahan optimis di tengah kegagalan harapan akan terjadinya window dressing.

Sementara sentimen regional kembali datang dari aksi merger dua pabrikan otomotif terbesar dunia asal Jepang, Nissan dan Honda. Laporan terkini dari aksi merger yang akan mampu membentuk perusahaan otomotif terbesar ketiga dunia itu menyebutkan, pihak Honda yang ternyata sedang bersiap dengan langkah ambisius berikutnya, yaitu aksi pembelian saham kembali atau sering disebut buyback hingga sebesar 24 persen yang diproyeksikan mencapai $7 miliar, setara lebih dari Rp112 triliun.

Akibat beredarnya kabar ini, harga saham Honda yang tercatat di bursa saham Jepang melambung brutal. Hingga ulasan ini disunting, harga saham Honda telah melambung hingga lebih dari 12 persen. Kinerja saham Honda kini seakan mirip dengan slogan yang selama ini karib di telinga konsumen Indonesia, yaitu: "Honda selalu di hati."

Meski demikian, sentimen Honda terlihat gagal menjalar secara signifikan pada saham-saham lainnya. Banyaknya investor yang cenderung lebih terfokus dalam menyambut liburan Natal dan tahun baru, kian mempersulit indeks untuk mencetak gerak tajam.

Pola tak jauh berbeda terjadi di bursa saham Indonesia, di mana tiadanya sentimen domestik yang tersedia memaksa IHSG terjebak di rentang moderat. Sentimen "Honda Selalu di Hati" justru terjadi di tengah IHSG agak tertinggal dalam menyambut libur Nataru.

Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Jangkau Jutaan Rakyat, Pelaksanaan Program Prabowo Harus Terus Dijaga

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:18

PT Timah Amankan Fasilitas Kredit Rp4 Triliun dari Bank Mandiri

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:10

Kadin Dukung Opsi Bahlil Setop Ekspor Gas ke Negara Tetangga

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:00

Natalius Pigai: HAM Terus Lahir dalam Relasi Sosial di Desa dan Kampung

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:45

Api Gunung Lawu Belum Padam, 500 Hektare Lahan Terbakar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:39

OJK Salurkan Kredit Rp53 Triliun ke 2.100 Penerima dalam 3 Bulan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:29

Kabut Asap Makin Mengkhawatirkan, 333 Ribu Warga Terserang ISPA

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:08

Pengamat: Aksi Korporasi Haji Isam Akuisisi Saham BYAN Sejalan Konstitusi

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:04

KPK Dalami Keterlibatan Pejabat Kementerian PU dalam Kasus BBPJN Sumut

Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:47

Semangat Sinergi untuk Keadilan Warnai Rangkaian Hari Bakti ke-2 Kemenko Kumham Imipas

Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:41

Selengkapnya