Berita

Menteri Koordinator bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, menghadiri uji coba program Makan Bergizi Gratis (MBG) di pondok pesantren Mamba'ul Ma'arif Denanyar, Jombang, Jawa Timur/Ist

Nusantara

MBG Pijakan Utama Menuju Generasi Emas 2045

JUMAT, 20 DESEMBER 2024 | 19:45 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Menteri Koordinator bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, menghadiri uji coba program Makan Bergizi Gratis (MBG) di pondok pesantren Mamba'ul Ma'arif Denanyar, Jombang, Jawa Timur.

Program ini bertujuan memastikan asupan gizi jasmani para santri terpenuhi, melengkapi gizi batin yang telah mereka peroleh melalui pendidikan agama.

"Keduanya memang tidak bisa dipisahkan guna menciptakan akal yang sehat, sebagai modal inovasi untuk kesejahteraan masyarakat," kata sosok yang akrab disapa Cak Imin itu, Jumat 20 Desember 2024.


Uji coba program MBG ini berkolaborasi dengan Badan Gizi Nasional untuk mendukung visi Presiden Prabowo Subianto dalam membangun generasi emas 2045.

"Makan bergizi gratis merupakan salah satu pijakan utama yang menentukan kesuksesan setiap langkah menuju Indonesia Emas 2045," tambahnya.

Sedikitnya program MBG memiliki tiga tujuan utama yakni mencetak generasi yang lebih sehat, lebih cerdas, dan membantu kemajuan ekonomi.

Di Indonesia, program MBG bertujuan untuk menyediakan asupan gizi seimbang bagi ibu hamil, balita, anak PAUD hingga SMA, serta para santri di pesantren. 

Program ini akan diterapkan secara bertahap dengan target penerima manfaat mencapai 15 hingga 25 juta siswa pada tahun 2025, dari total 82 juta penerima manfaat.

Dengan perut yang kenyang dan kondisi tubuh yang lebih nyaman, siswa dan santri dapat belajar dengan lebih baik dan memperhatikan pelajaran di kelas dengan lebih fokus. Hal ini tentunya berkontribusi positif terhadap prestasi akademik siswa.

Program MBG diharapkan terus berkembang dan memberikan dampak luas, tidak hanya dalam hal pendidikan tetapi juga kesehatan dan ekonomi masyarakat.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Wacana Pileg 2029 Seperti Liga Sepak Bola Mencuat, Partai Baru Tarkam Dulu

Sabtu, 25 April 2026 | 01:54

Bahlil Bungkam soal Isu CPO dan Kenaikan Harga Minyakita

Sabtu, 25 April 2026 | 01:31

Yuddy Chrisnandi Ajak FDI Bangun Dapur MBG di Daerah Tertinggal

Sabtu, 25 April 2026 | 01:08

Optimalisasi Selat Malaka Harus Lewat Infrastruktur Maritim, Bukan Pungut Pajak

Sabtu, 25 April 2026 | 00:51

Kejari Jakbar Fasilitasi Isbat Nikah Massal bagi 26 Pasutri

Sabtu, 25 April 2026 | 00:30

Kemampuan Diplomasi Energi Bahlil Sering Diolok-olok Netizen

Sabtu, 25 April 2026 | 00:09

Kinerja Bareskrim Dinilai Makin Tajam Usai Bongkar Kasus Strategis

Jumat, 24 April 2026 | 23:58

Ketegasan dalam Peradilan Militer Menyangkut Keamanan Negara

Jumat, 24 April 2026 | 23:33

Kebijakan Bahlil Dicap Auto Pilot dan Sering Bahayakan Rakyat

Jumat, 24 April 2026 | 23:09

KPK Diminta Sita Aset Kalla Group Jika Gagal Bayar Proyek PLTA Poso

Jumat, 24 April 2026 | 22:48

Selengkapnya