Berita

Joko Widodo/Net

Politik

Ketokohan Sudah Usang, Jokowi Sulit Bikin Parpol Sendiri

JUMAT, 20 DESEMBER 2024 | 15:59 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Usai dipecat sebagai kader oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Presiden ke-7 RI Joko Widodo dimungkinkan membuat partai politik (parpol) sendiri. 

Pengamat politik Citra Institute, Efriza mengamati, peluang Jokowi mendirikan partai politik sendiri setelah dipecat memang memiliki kemungkinan. 

"Kemungkinannya fifty-fifty Jokowi membangun partai sendiri," ujar Efriza kepada Kantor Berita Politik dan Ekonomi RMOL, pada Jumat, 20 Desember 2024.


Salah satu pertimbangannya, Efriza memandang Jokowi dan keluarganya lebih prospek ke arah politik yang lebih baik jika menjadi anggota parpol lainnya.

"Sehingga bandul kuatnya adalah ia tak akan memilih mendirikan partai baru. Sebab, Bobby sudah di Gerindra dan Kaesang di PSI (Partai Solidaritas Indonesia)," tuturnya.

Oleh karena itu, Efriza menduga jika Jokowi mendirikan parpol baru bersama putra sulungnya Gibran Rakabuming Raka yang sekarang menjabat Wakil Presiden, maka prosesnya tidak akan mudah. 

"Diyakini partai baru Jokowi membutuhkan biaya logistik yang besar, sulit bagi penyandang dana memilih mendukung partai besutan Jokowi ketika tokohnya Jokowi sudah usang nilainya untuk dijual, dan tak punya massa besar," demikian Efriza menambahkan.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya