Berita

Ilustrasi/Net

Politik

Usai Periksa Budi Arie, Bareskrim Perlu Telusuri Aliran Dana Judol Buat Politik

KAMIS, 19 DESEMBER 2024 | 17:46 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Pemeriksaan Menteri Koperasi (Menkop) Budi Arie Setiadi oleh penyidik Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Bareskrim Polri pada hari ini terus menjadi sorotan publik.

Usai diperiksa Bareskrim, Budi Arie hanya menjawab normatif pertanyaan awak media soal judi online (judol).

“Karena itu perlu konsistensi dan keteguhan hati untuk penuntasan pemberantasan judi online ini terutama dalam perlindungan terhadap masyarakat," kata Budi.


Budi juga enggan membeberkan materi pemeriksaan kepada awak media. Ia hanya menegaskan siap membantu Polri.

"Saya berkewajiban untuk membantu pihak kepolisian," tegasnya.

Terkait materi pemeriksaan, Budi menyarankan agar bertanya kepada penyidik Bareskrim.

Menurut pengamat politik FHISIP Universitas Terbuka, Insan Praditya Anugrah, sudah selayaknya Bareskrim turut menelusuri aliran dana judol tersebut.

Pasalnya, Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Polkam) Budi Gunawan mengatakan nilai transaksi uang judol mencapai Rp900 triliun selama tahun 2024.

“Transaksi ini nilainya lebih besar dari biaya penyelenggaraan pemilu 2024, sangat mungkin dipakai untuk pembiayaan politik kekuatan politik tertentu,” ujar Insan kepada RMOL, Kamis, 19 Desember 2024.

Terkait Budi Arie, Insan menyebut jika mantan Menkominfo itu, tersangka maka sudah pasti ada aliran dana judol yang mengalir kepada kekuatan politik tertentu.  

"Pemeriksaan Budi Arie terkait judi online harus dilihat lebih dari sekadar dugaan keterlibatan perlindungan situs judi online. Lebih jauh, harus dilacak ke mana aliran dana judi online tersebut,” jelasnya.

Ia pun mengaitkan soal hingar bingar relawan Pro Jokowi (Projo) bertransformasi menjadi partai politik (parpol). Menurutnya membuat parpol tentu membutuhkan logistik yang tidak sedikit.  

"Kita tahu bahwa Budi Arie datang dari politik, ia bukan berlatar birokrat atau professional. Latar belakangnya sebagai pimpinan Projo. Ini harus diperhatikan oleh penyidik Bareskrim," pungkasnya.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Dua Tahun Cukup bagi Prabowo Mengasuh Geng Solo

Selasa, 13 Oktober 2026 | 13:43

UPDATE

Bursa Asia Tertekan, Kospi Anjlok Lebih 2 Persen

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:33

Ekonom Sentil Menteri Prabowo: Jangan Jadi Beban Presiden!

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:21

Wall Street Tertekan Aksi Jual Saham Teknologi

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:56

Lonjakan Minyak Tekan Logam Dunia: Emas Anjlok ke Level Terendah

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:45

Saham BYAN Tancap Gas, Naik 3,16 Persen ke Rp10.600

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:22

Penguatan IHSG Sinyal Kepercayaan ke Pemerintah Mulai Pulih

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:10

Pasar Eropa Merah Gara-gara Minyak

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:06

Terbuka Peluang Bangun Museum Haji Indonesia

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:58

Pujian Prabowo Jangan Jadi Obat Tidur Menteri

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:57

Pemerintah Harus Berlakukan Wajib Halal pada Oktober 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:19

Selengkapnya