Berita

Kolase Rocky Gerung dan Joko Widodo/RMOL

Politik

Diulas Rocky Gerung

Barang Bekas Didaur Ulang, Parpol Bakal Apes Tampung Jokowi

SELASA, 17 DESEMBER 2024 | 18:48 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Langkah Presiden ke-7 RI Joko Widodo alias Jokowi setelah dipecat dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dipertanyakan banyak pihak.

Menurut pengamat politik Rocky Gerung, posisi Jokowi kini semakin dilematis di mata partai politik lainnya. Dari sekian banyak parpol, sebut saja Golkar, Gerindra, Demokrat dan PAN semua  ragu menampung Jokowi.

"Karena dia bukan mengundurkan diri, dia diterima oleh Golkar misalnya, oleh Gerindra, oleh PAN, oleh Demokrat, oleh siapapun, dia dalam kedudukannya dipecat, sebagai figur yang buruk," kata Rocky lewat kanal YouTube miliknya, Selasa 17 Desember 2024.


Dosen ilmu filsafat itu juga menilai, dengan menampung Jokowi, partai politik justru mendapat apes lantaran citra buruk Jokowi selama ini.

"Jadi bagaimana mungkin dipertanggungjawabkan secara etika politik bahwa Jokowi masuk Gerindra sebagai orang buangan PDIP? Jokowi masuk Golkar sebagai pecatan PDIP? Jokowi masuk Demokrat sebagai putra terburuk di negeri ini? Itu akan terjadi olok-olok terus," tegas Rocky.

Dia menambahkan, sejarah telah mencatat ada seorang presiden yang 10 tahun memerintah, tapi akhirnya dibuang oleh partainya sendiri. 

"Jadi siapa yang tahan dengan olok-olok netizen? Barang bekas kemudian didaur ulang," tandas Rocky Gerung.

PDIP resmi memecat Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka, Bobby Nasution, dan 27 kader sebagai anggota partai. Keputusan pemecatan itu dibacakan oleh Ketua Bidang Kehormatan DPP PDIP Komarudin Watubun.

Adapun, alasan utama pemecatan terhadap Jokowi terkait adanya pelanggaran etik dan disiplin partai. Jokowi telah menyalahgunakan kekuasaan dengan mengintervensi Mahkamah Konstitusi (MK), yang dinilai merusak sistem demokrasi, hukum, serta moral-etika kehidupan berbangsa dan bernegara.

Populer

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

UPDATE

Helikopter Pemadam Karhutla BNPB Jatuh di Sungai Barito

Minggu, 08 November 2026 | 14:30

Putin Pastikan Rusia-AS-Ukraina Kembali Berunding Pekan Depan di Abu Dhabi

Minggu, 08 November 2026 | 14:26

Plt Bupati Klaten Dicecar KPK soal Penerimaan Uang Hamenang dan Era Sebelumnya

Minggu, 08 November 2026 | 14:19

Al Aqsha Travel Gelar Akademi Marketing Haji untuk Perkuat Kompetensi Mitra

Minggu, 08 November 2026 | 14:02

Bahlil Ancam Tempuh Jalur Hukum Gegara Namanya Dikaitkan dengan Isu Penyadapan Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 13:47

Gempa 5,7 Magnitudo Guncang Jepang, 20 Orang Terluka

Minggu, 08 November 2026 | 13:42

Penyadapan Presiden Prabowo Biang Kerok Ekonomi Tidak Stabil

Minggu, 08 November 2026 | 13:28

Green Wakaf, Memperluas Manfaat Wakaf untuk Menjaga Kelestarian Alam

Minggu, 08 November 2026 | 13:08

Pengamat: Peran Seskab Teddy Strategis dalam Komunikasi Politik Pemerintah

Minggu, 08 November 2026 | 13:02

AS Siapkan Rp362 Miliar untuk Pembocor Informasi Nuklir Iran

Minggu, 08 November 2026 | 12:40

Selengkapnya