Berita

Rosdiansyah/Istimewa

Publika

Keluar Labirin, Lahirlah Inovator Korporasi

OLEH: ROSDIANSYAH
SENIN, 16 DESEMBER 2024 | 01:19 WIB

SELURUH organisasi membutuhkan inovasi. Ini tak terbantahkan, sebab organisasi perlu beradaptasi pada situasi dan kondisi yang berubah agar tetap survive. Termasuk korporasi, organisasi berorientasi menghasilkan laba dan keuntungan. 

Tanpa inovasi, korporasi akan sulit berkompetisi. Sulit bertarung di jagat bisnis, apalagi bisnis tanpa regulasi yang jelas, minus aturan yang gamblang. Maka, wajar jika ada yang lantas mengatakan ''Inovasi atau Mati''. Inovasi atau berhenti sama sekali.

Sedangkan untuk berinovasi, tentu tidak mudah. Seorang inovator harus benar-benar mengetahui medan yang digelutinya. Ia harus memetakan secara seksama bidang yang digarapnya. Ia harus terlebih dulu tahu proses, lika-liku dan gambaran bidang yang dirambahnya. 


Tak bisa sembarangan dan jangan menggunakan sembarang cara. Ia harus punya pikiran terbuka untuk melihat berbagai kemungkinan. Selama bertahun-tahun, hal tersebut yang diajarkan di sekolah-sekolah bisnis. Dan mengajarkan cara berinovasi jelas tidak mudah, apalagi kepada mereka yang sudah terjebak ke dalam zona nyaman enggan berubah.

Sebagai pengajar cum konsultan inovasi untuk korporasi, William Duggan yang penulis buku, sangat tahu situasi itu. Melalui pengalaman panjangnya selama bertahun-tahun berinteraksi dengan dunia bisnis, Duggan kemudian merumuskan petunjuk untuk bisa menerobos labirin bisnis melalui cara-cara inovatif.

Dalam buku ini, ia menjabarkan 10 pelajaran penting berinovasi. Sepuluh pelajaran ini ada di bagian pertama. Diawali dengan uraian teoritis apa itu inovasi, lalu bagaimana mempraktikkannya. Inovasi bukan sesuatu yang di awang-awang, melainkan itu langkah brilian yang sesungguhnya sudah inheren dalam diri manusia sebagai makhluk unggul di muka bumi.

Menariknya, dalam pendahuluan, Duggan mengisahkan mitos Minotaurus dan Labirin. Kisah sohor dari Yunani kuno. Berkat tali dan pedang pemberian Ariadne kekasihnya, Theseus berhasil membunuh Minotaurus dan balik keluar dari gua di mana Minotaurus berada. 

Ini memang mitos. Tapi, ada lesson learned dari mitos ini. Bahwa seseorang bisa saja tersesat ketika hendak menjalankan inovasi dalam sebuah organisasi meski ia telah mempraktikkan prosedur berinovasi.  

Fakta menunjukkan kadang prosedur itu sendiri bisa menghalangi seseorang untuk cepat berinovasi. Itulah sebabnya, kenapa Duggan kemudian menulis buku ini berkerangka ''pembelajaran''. Bukan semacam tahap atau prosedur. 

Melalui gaya penulisan itu, Duggan menunjukkan bagaimana beberapa organisasi berhasil membentuk inovator korporasi. Sosok yang tak terjebak ke dalam status quo, tapi juga tak larut dalam perubahan tanpa tujuan.

Masuk ke bab berikutnya, Duggan menceritakan bagaimana pemikiran inovatif itu tumbuh dalam perusahaan. Walau gagasan segar biasanya muncul dari seorang inovator, namun komunikasi inovator dengan orang lain dalam perusahaan itu juga penting untuk dicermati. Tanpa komunikasi yang baik, bisa-bisa inovasi hanya sekadar ide minus pelaksanaan. 

Sebab, pelaksanaan inovasi tentu membutuhkan kerjasama dalam korporasi. 

Kemudian, Duggan juga mengurai berbagai hal lain yang harus dilihat oleh inovator korporasi, seperti permainan pikiran (Mind Games), memilih anggota tim, dan kondisi internal korporasi.

Ala kulli hal, pada bagian akhir Duggan memberi contoh para inovator korporasi yang telah sukses. Di antaranya Brown Johnson, direktur kreatif perusahaan pencipta figur ''Dora the Explorer''. Dari wawancara dengannya, bisa diketahui bagaimana proses inovasi penciptaan sosok ''Dora'' yang telah sohor sejagat. Sehingga bisa dikatakan, buku ini memang petunjuk agar tak tersesat dalam berinovasi.

Penulis adalah akademisi dan periset

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

UPDATE

Austria Tolak Wilayah Udaranya Dipakai AS untuk Serang Iran

Jumat, 03 April 2026 | 00:15

Memutus Mata Rantai Rabun Jauh Birokrasi

Kamis, 02 April 2026 | 23:50

PHE Tampilkan Inovasi Hulu Migas di Ajang Offshore Internasional

Kamis, 02 April 2026 | 23:21

Spirit ‘Kurban’ Prajurit UNIFIL

Kamis, 02 April 2026 | 22:57

Pencarian Berakhir Duka, Achmad Ragil Ditemukan Meninggal di Sungai Way Abung

Kamis, 02 April 2026 | 22:39

Robert Priantono Dicecar KPK soal Pungutan Tambang Kukar

Kamis, 02 April 2026 | 22:01

China Ajak Dunia Bersatu Dukung Inisiatif Perdamaian di Wilayah Teluk

Kamis, 02 April 2026 | 21:42

DPR: BPS Bukan Sekadar Pengumpul Data, tapi Penentu Arah Pembangunan

Kamis, 02 April 2026 | 21:31

78 Pejabat Pemkot Surabaya Dirotasi, Ada Apa?

Kamis, 02 April 2026 | 21:18

OJK Siap Luncurkan ETF Emas Akhir April 2026

Kamis, 02 April 2026 | 21:08

Selengkapnya