Berita

RE Nainggolan/Ist

Nusantara

RE Nainggolan: Perlu Syarat dan Seleksi Ketat Untuk Maju Calon Kepala Daerah

MINGGU, 15 DESEMBER 2024 | 18:45 WIB | LAPORAN: JONRIS PURBA

Tokoh masyarakat Sumatera Utara, Dr RE Nainggolan, MM, angkat suara terkait wacana pemilihan kepala daerah dikembalikan ke DPRD. Sesepuh birokrat ini menggarisbawahi, persoalan paling mendasar adalah seleksi dan kualifikasi calon.

Pada dasarnya dia menyebut gagasan agar pemilihan Kepala Daerah, seperti Gubernur, Bupati, dan Wali Kota, kembali dilakukan melalui mekanisme pemilihan oleh DPRD di tingkat provinsi, kabupaten, dan kota, sebagai sesuatu yang layak dipertimbangkan dan didiskusikan lebih intens. 

Menurut Dr. RE Nainggolan, model pemilihan ini dapat memperkuat kualitas kepemimpinan daerah apabila disertai dengan penerapan syarat yang ketat bagi para calon kepala daerah.


“Dalam konteks politik saat ini, penting bagi kita untuk memastikan bahwa pemimpin-pemimpin daerah yang terpilih benar-benar memiliki kompetensi dan integritas tinggi. Dengan mekanisme pemilihan oleh DPRD, seleksi dapat dilakukan secara lebih terukur dan akuntabel, asalkan ada persyaratan ketat yang harus dipenuhi oleh calon,” ujar Dr RE Nainggolan dalam sebuah wawancara di Medan, Minggu, 15 Desember 2024.

Dr RE Nainggolan menekankan bahwa setiap calon kepala daerah harus lolos serangkaian uji kelayakan yang komprehensif sebelum dicalonkan oleh partai politik. 

“Kita tidak hanya bicara soal popularitas, tetapi juga soal kualitas. Persyaratan ini meliputi aspek pendidikan formal, kesehatan fisik dan mental, kestabilan psikologis, kedalaman spiritual, serta rekam jejak yang jelas,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa partai politik memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan hanya calon-calon terbaik yang diajukan dalam proses pemilihan. 

“Partai politik harus menjadi filter awal, memastikan bahwa calon yang diusulkan bukan hanya kompeten, tetapi juga memiliki visi dan komitmen yang nyata untuk memajukan daerah yang dipimpinnya,” kata Dr. RE Nainggolan.

Sebagai tokoh yang pernah menjabat sebagai Bupati Tapanuli Utara periode 1999-2004 dan Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara (Sekdaprov) pada 2008-2010, Dr RE Nainggolan memiliki pandangan mendalam mengenai dinamika kepemimpinan daerah. Ia juga dikenal aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan pemberdayaan masyarakat, sehingga pendapatnya mendapat perhatian luas dari berbagai kalangan di Sumatera Utara.

Menurutnya, penerapan syarat ketat dan pengembalian pemilihan kepala daerah ke DPRD dapat mengurangi praktik politik transaksional yang selama ini menjadi sorotan. 

“Pemilihan langsung memang memberikan ruang partisipasi masyarakat yang lebih luas, tetapi sering kali juga membuka celah bagi politik uang dan konflik sosial. Dengan mekanisme DPRD, fokus dapat diarahkan pada evaluasi kapasitas calon berdasarkan parameter yang objektif,” jelasnya.

Di tengah pro dan kontra mengenai wacana ini, dia mengajak seluruh pihak untuk berdialog dan mengevaluasi secara menyeluruh sistem pemilihan kepala daerah yang paling ideal bagi Indonesia. 

“Kita perlu bijak melihat mana yang terbaik untuk masyarakat, demi menghasilkan pemimpin yang tidak hanya memenuhi harapan rakyat, tetapi juga mampu membawa perubahan nyata di daerah yang dipimpinnya,” pungkasnya.[R]

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

PT PMM Keberatan 15 Kontainer Mineral Ekspor Dibongkar Aparat

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:43

Nilai TKA Siswa SD-SMP Jeblok, Program MBG Dipertanyakan

Senin, 01 Juni 2026 | 02:30

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Blusukan Jokowi Sulit Naikkan Suara PSI, Apalagi Goyang PDIP

Senin, 01 Juni 2026 | 04:00

UPDATE

Penunjukan Nanik S. Deyang Kepala MBG Sesuai Hasil Evaluasi

Rabu, 03 Juni 2026 | 16:13

Turun Gunung Jokowi Dalam Rangka Cari Keselamatan

Rabu, 03 Juni 2026 | 16:05

Gibran Ingin Birokrasi Berjalan Gesit dan Kolaboratif

Rabu, 03 Juni 2026 | 16:01

Prabowo Apresiasi Peran Turki Bantu Pulangkan Sembilan WNI dari Tahanan Israel

Rabu, 03 Juni 2026 | 15:56

Penyiram Air Keras ke Andrie Yunus Hanya Dituntut 2,5 Tahun Penjara

Rabu, 03 Juni 2026 | 15:52

Warganet Anggap Penggeledahan Kantor BGN oleh Kejagung Drama Telenovela

Rabu, 03 Juni 2026 | 15:45

Gebrakan Jampidsus Obrak-abrik Kantor BGN Patut Diacungi Jempol

Rabu, 03 Juni 2026 | 15:42

Kunjungan ke Rusia, AHY Bawa Pulang Proyek PLTN Terapung hingga Kapal Cepat

Rabu, 03 Juni 2026 | 15:41

DPR Dukung Kejagung Geledah BGN Usut Dugaan Korupsi MBG

Rabu, 03 Juni 2026 | 15:07

Istana Respons Kabar Penangkapan Eks Kepala BGN oleh Kejagung

Rabu, 03 Juni 2026 | 15:06

Selengkapnya