Berita

Tentara Rusia di Suriah/Net

Dunia

Rusia Ingin Pertahankan Pangkalan Militer di Suriah

JUMAT, 13 DESEMBER 2024 | 11:41 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Dalam upaya mempertahankan pangkalan militer, Rusia telah menjalin kontak dengan komite politik Administrasi Operasi Militer Suriah. 

Kabar itu diungkap oleh Interfax mengutip pernyataan Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Mikhail Bogdanov pada hari Kamis, 12 Desember 2024. 

Bogdanov dalam jumpa mengatakan bahwa Moskow masih ingin mempertahankan pangkalan militernya di Tartous dan Pangkalan Udara Khmeimim di dekat kota pelabuhan Latakia sebagai bagian dari strateginya memerangi terorisme internasional.


"Mereka ada di sana atas permintaan Suriah dengan tujuan memerangi teroris dari (ISIS). Saya melanjutkan berdasarkan gagasan bahwa semua orang setuju bahwa perang melawan terorisme, dan apa yang tersisa dari (ISIS), belum berakhir," ujarnya. 

Dia mengungkap bahwa kontak Rusia dengan dengan Administrasi Operasi Militer, kekuatan paling kuat di negara itu setelah penggulingan Presiden Bashar al-Assad, berjalan dengan cara yang konstruktif.

"Rusia berharap kelompok itu akan memenuhi janjinya untuk menjaga dari semua tindakan yang berlebihan, menjaga ketertiban, dan memastikan keselamatan diplomat dan warga asing lainnya," ujarnya.

Assad melarikan diri dari Suriah saat koalisi oposisi menyerbu ibu kota Damaskus hari Minggu, 8 Desember 2024, secara dramatis mengakhiri rezim keluarganya yang telah memimpin selama beberapa dekade.

Moskow, yang merupakan sekutu rezim Assad selama beberapa dekade, kini berusaha keras untuk membuat kesepakatan dengan koalisi oposisi guna menjamin keamanan dua pangkalan militer strategis mereka di Suriah.

Pangkalan Tartous adalah satu-satunya pusat perbaikan dan pengisian ulang Rusia di Mediterania, dan Moskow telah menggunakan Suriah sebagai pos persinggahan untuk menerbangkan kontraktor militernya masuk dan keluar dari Afrika.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Direksi BUMN Butuh Kepastian Hukum, Bukan Kekebalan

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:59

Menkop dan Wantimpres Rocky Gerung Hadiri Pra Kongres Syarikat Islam ke-42

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:50

Kakak Kandung Ridwan Kamil Dicecar KPK soal Kasus Korupsi bjb

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:46

IHSG Menguat 1,36 Persen, Rupiah Masih Dibayangi Konflik Timur Tengah

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:38

Legislator PDIP Ungkap Sejumlah Isu yang Dibahas dalam Revisi UU Pemilu

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:21

BOP Pantura Bentukan Prabowo untuk Jaga Kawasan Pesisir

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:04

Perampasan Aset Tanpa Pemidanaan Rentan Disalahgunakan

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:56

Warek Unsoed Dicecar KPK soal Mekanisme PMB Jalur Mandiri

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:37

Fitch Pertahankan Rating Tertinggi BTN, Peran di Program 3 Juta Rumah jadi Kunci

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:35

GWS Dorong UMKM jadi Ruang Perempuan Perkuat Peran Ekonomi

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:25

Selengkapnya