Berita

Israel perluas serangan pasca lengsernya Presiden Bashar Al Assad/Ist

Politik

Pemerintah RI Harus Bersikap Tegas terkait Konflik Suriah

KAMIS, 12 DESEMBER 2024 | 13:38 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Serangan Israel ke Suriah untuk mengambil alih wilayah Dataran Tinggi Golan usai tumbangnya Presiden Bashar Al Assad, semakin memburuk.

Anggota Komisi I DPR Sukamta meminta Pemerintah Indonesia segera menyikapi perkembangan situasi di Suriah, terutama terkait pendudukan Israel di Dataran Tinggi Golan.

"Israel perlu ada tekanan internasional untuk menghentikan Israel. Sudah belasan tahun Suriah mengalami masa sulit karena perang saudara," kata Sukamta dalam keterangan tertulisnya, Kamis 12 Desember 2024.


Legislator dari Fraksi PKS ini juga meminta Indonesia agar mengajak negara-negara sahabat untuk mendesak Dewan Keamanan PBB.

“Indonesia perlu mengajak negara-negara yang tergabung dalam OKI (Organisasi Kerja Sama Islam) untuk mendesak DK PBB menghentikan tindakan ilegal Israel,” kata Sukamta.

Menurutnya, jatuhnya rezim Bashar Al Assad membawa harapan baru bagi masyarakat Suriah. 

Oleh karenanya itu, Sukamta berharap jangan sampai hal tersebut dirusak oleh tindakan ilegal Israel yang menguasai Dataran Tinggi Golan.

"Hal ini bisa mengancam proses perdamaian dan stabilitas kawasan,” kata Sukamta.

Ia menambahkan Tindakan yang dilakukan Israel terhadap Suriah merupakan pelanggaran besar dan harus ditindak.

"Tindakan Israel ini jelas ilegal, melanggar hukum internasional. Setiap negara harus menghormati kedaulatan wilayah negara lain," tutup Sukamta.

Israel kembali melancarkan serangan ke Suriah. Terbaru, Israel melakukan pendudukan di zona penyangga di Dataran Tinggi Golan setelah jatuhnya rezim Bashar Al Assad.

PBB telah menyatakan pendudukan Israel di zona penyangga Dataran Tinggi Golan telah melanggar Perjanjian Pelepasan Diri antara Israel dan Suriah pada 1974.



Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

Prabowo Diminta Tindak Tegas Kelompok yang Masih Persoalkan Hasil Pilpres 2024

Selasa, 22 September 2026 | 23:16

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Jadi Menperin, Sarmuji Tegaskan akan Lanjutkan Rintisan Agus Gumiwang

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:23

Mengenang Warisan Luhur Pesona Batik Tulungagung di Hari Batik Nasional

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:16

Ketua KPK Ucapkan Selamat kepada Kapolri Jenderal Suyudi, Dorong Sinergi Pemberantasan Korupsi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:10

MUI: Jangan Sampai Konser “Till The Whole World Knows” Jadi Sarana Propaganda Zionisme

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:10

BEI Awasi Pergerakan Tiga Saham yang Masuk Radar UMA

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:49

KPK Ungkap Besaran Uang Silmy Karim ke Dosen UB Saat Bimbingan Doktoral

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:25

Garuda Tantang Gajah Perang di Final FIFA ASEAN Cup 2026

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:25

Emas Antam Mulai Turun Hari Ini, Intip Daftar Lengkapnya

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:14

Dua Tahun Danantara, Efisiensi BUMN Digenjot untuk Kejar Pertumbuhan

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:02

Harga Minyak Naik Lagi ke Level 102 Dolar AS

Jumat, 02 Oktober 2026 | 10:59

Selengkapnya