Berita

Menteri Perdagangan, Budi Santoso, saat melakukan pertemuan dengan US-ASEAN Business Council (US-ABC) di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Kamis, 5 Desesember 2024/Dok Kementerian Perdagangan

Politik

Mendag Budi Perkuat Peran Indonesia dalam Kerja Sama ASEAN-AS

SELASA, 10 DESEMBER 2024 | 16:24 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Perkembangan dan peningkatan kerja sama ekonomi ASEAN dan Amerika Serikat (AS) di bawah payung US-ASEAN Business Council (US-ABC), khususnya di bidang keberlanjutan, konektivitas, dan Digital Economy Framework Agreement (DEFA), jadi bahasan utama Menteri Perdagangan Budi Santoso saat bertemu President & CEO US-ABC, Ted Osius, dan Duta Besar AS untuk Indonesia, Kamala Lakhdir, di Jakarta, Kamis lalu, 5 Desember 2024. 

Dalam pertemuan tersebut, Mendag Budi mengatakan, kerja sama ASEAN dengan AS melalui US-ABC bermanfaat menciptakan peluang bisnis bagi pelaku usaha kedua belah pihak. Ia juga menekankan, Indonesia menyambut baik berbagai diskusi untuk membuka peluang-peluang bisnis di bawah bendera US-ABC.

“Keterkaitan antara Indonesia dan US-ABC merupakan sebuah platform penting untuk mendorong dialog pemerintah-swasta mengenai berbagai isu digital, termasuk best practices dan peluang terkait keamanan siber, kecerdasan buatan, dan tata kelola data. Kemitraan pemerintah-swasta sangat penting seiring dengan pertumbuhan ekonomi digital yang signifikan di Indonesia,” kata Mendag Budi.


Mendag menambahkan, Indonesia menghargai diskusi terbuka dengan berbagai perusahaan swasta di ASEAN dan  AS. 

“Kami harap, kolaborasi dengan US-ABC akan menciptakan peluang bisnis baru dan mengupayakan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan di kawasan,” tuturnya.

Terkait keberlanjutan, Mendag menekankan perlunya strategi regional untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di ASEAN. Ia juga menyoroti peran sentral ASEAN Power Grid (APG) dalam agenda keberlanjutan ASEAN. 

Hal ini menjadi penting terkait peran energi hijau dan terbarukan dalam mendorong masa depan berkelanjutan di kawasan.

“Kolaborasi penting dalam penerapan Kerangka Ekonomi Sirkular ASEAN dan Strategi Netralitas Karbon. Upaya ini untuk memastikan keberlanjutan tetap menjadi yang utama dalam strategi ekonomi ASEAN,” ujar Budi. 

Dalam pertemuan ini, Budi juga menekankan komitmen ASEAN dalam meningkatkan inovasi, daya saing, dan ketahanan rantai pasok di kawasan. Ia pun mendorong ASEAN dan AS untuk berkolaborasi dalam aspek rantai pasok di berbagai industri. 

“Hal ini untuk memastikan inisiatif konektivitas terkait rantai pasok yang akan memberikan hasil berarti bagi dunia usaha dan masyarakat,” tegasnya. 

Pada isu DEFA, Budi mengapresiasi US-ABC atas penyelenggaraan lokakarya perlakuan nondiskriminatif terhadap produk digital untuk para negosiator di sela-sela Perundingan DEFA ke-7. 

“Lokakarya ini akan memperkuat komitmen ASEAN terhadap pasar digital terpadu, menetapkan kebijakan perdagangan yang adil dan kompetitif, serta mendorong inovasi dan inklusivitas di seluruh kawasan,” papar Budi.

Selain itu, Budi juga menyampaikan tiga program prioritas Kemendag untuk memperkuat kinerja perdagangan Indonesia. Yaitu Penguatan Pasar Dalam Negeri; Perluasan Pasar Ekspor; dan Peningkatan Usaha Mikro, Kecil, dan  Menengah Berani Inovasi, Siap Adaptasi Ekspor (UMKM Bisa Ekspor). 

Pada  2023, total perdagangan ASEAN dan AS tercatat sebesar 395,9 miliar dolar AS. Nilai ini menjadikan AS sebagai mitra dagang terbesar kedua bagi ASEAN. 

Ekspor utama ASEAN ke AS di antaranya perangkat telepon dengan nilai mencapai 32,2 miliar dolar AS, mesin  pengolah data otomatis dan unitnya (16,2 miliar dolar AS ), sirkuit terpadu elektronik (16,01 miliar dolar AS ), alat semikonduktor (15,6 miliar dolar AS), serta perabot lain dan bagiannya (9,14 miliar dolar AS). 

Sementara itu, impor utama ASEAN dari AS di antaranya turbojet, propeler turbo, dan turbin gas lainnya senilai 13,2 miliar dolar AS; minyak petroleum (13,04 miliar dolar AS); sirkuit terpadu elektronik (9,3 miliar dolar AS); perangkat pesawat terbang dan ruang angkasa (5,8 miliar dolar AS); serta pesawat terbang dan helikopter (5,4 miliar dolar AS).

Populer

Enak Jadi Mulyono Bisa Nyambi Komisaris di 12 Perusahaan

Kamis, 12 Februari 2026 | 02:33

Kasihan Jokowi Tergopoh-gopoh Datangi Polresta Solo

Kamis, 12 Februari 2026 | 00:45

Rakyat Menjerit, Pajak Kendaraan di Jateng Naik hingga 60 Persen

Kamis, 12 Februari 2026 | 05:21

Jokowi Layak Digelari Lambe Turah

Senin, 16 Februari 2026 | 12:00

Dua Menteri Prabowo Saling Serang di Ruang Publik

Kamis, 12 Februari 2026 | 04:20

Roy Suryo Cs di Atas Angin terkait Kasus Ijazah Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 12:12

Cara Daftar Mudik Gratis BUMN 2026 Lengkap Beserta Syaratnya

Kamis, 12 Februari 2026 | 20:04

UPDATE

Banjir, Macet, dan Kemiskinan di Jakarta Mendesak Dituntaskan

Senin, 23 Februari 2026 | 06:07

Jokowi Memang sudah Selesai, Tapi Masih Ada Gibran dan Kaesang

Senin, 23 Februari 2026 | 05:39

Tiga Waria Positif HIV Usai Terjaring Razia di Banda Aceh

Senin, 23 Februari 2026 | 05:28

Penakluk Raksasa

Senin, 23 Februari 2026 | 05:13

Kisah Tragis Utsman bin Affan: 40 Hari Pengepungan, Satu Mushaf Berdarah

Senin, 23 Februari 2026 | 04:26

Kebangkitan PPP Dimulai dari Jabar

Senin, 23 Februari 2026 | 04:10

Prabowo Tak Beruntung terkait Tarif Trump

Senin, 23 Februari 2026 | 04:05

Jokowi Lebih Jago dari Shah Ruh Khan soal Main Drama

Senin, 23 Februari 2026 | 03:31

Tembok Ratapan Solo Jadi Potret Wajah Kekuasaan Jokowi yang Memudar

Senin, 23 Februari 2026 | 03:27

Persib Kokoh di Puncak Klasemen Usai Tekuk Persita 1-0

Senin, 23 Februari 2026 | 03:00

Selengkapnya