Berita

Ilustrasi/Serrarigroup

Tekno

Amerika Izinkan Ekspor Chip AI ke UEA

SENIN, 09 DESEMBER 2024 | 14:18 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pemerintah Amerika Serikat (AS) akhirnya menyetujui ekspor chip kecerdasan buatan (AI) ke fasilitas yang dioperasikan Microsoft di Uni Emirat Arab (UEA). Langkah ini sebagai bagian dari kemitraan perusahaan yang diawasi ketat dengan firma AI Emirat, G42.

Dikutip dari Reuters, Senin 9 Desember 2024, Microsoft menginvestasikan 1,5 miliar Dolar AS di G42 awal tahun ini, memberikan perusahaan Amerika itu saham minoritas dan kursi di dewan direksi. 

Sebagai bagian dari kesepakatan itu, G42 akan menggunakan layanan cloud Microsoft untuk menjalankan aplikasi AI-nya.


Kesepakatan tersebut sempat diteliti setelah anggota parlemen AS menyuarakan kekhawatiran bahwa G42 dapat mentransfer teknologi AI AS yang canggih ke China. Saat itu mereka meminta kepastian tidak adanya hubungan G42 dengan Partai Komunis China, militer, dan pemerintah sebelum kesepakatan Microsoft berlanjut.

Menurut laporan Axios, lisensi ekspor yang disetujui mengharuskan Microsoft untuk mencegah akses ke fasilitasnya di UEA oleh personel yang berasal dari negara-negara di bawah embargo senjata AS atau yang ada dalam Daftar Entitas Biro Industri dan Keamanan AS.

"Pembatasan tersebut mencakup orang-orang yang secara fisik berada di China, pemerintah China, atau personel yang bekerja untuk organisasi mana pun yang berkantor pusat di China," tambah laporan itu.

Pejabat AS mengatakan bahwa sistem AI dapat menimbulkan risiko keamanan nasional, termasuk dengan mempermudah rekayasa senjata kimia, biologi, dan nuklir. Pemerintahan Biden pada Oktober mengharuskan pembuat sistem AI terbesar untuk berbagi detail tentang sistem tersebut dengan pemerintah AS.

G42 awal tahun ini mengatakan pihaknya secara aktif bekerja dengan mitra AS dan pemerintah UEA untuk mematuhi standar pengembangan dan penyebaran AI, di tengah kekhawatiran tentang hubungannya dengan China.

Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

KPK Sita Rp106,3 Miliar dari OTT BPN, Uang Disimpan di Rumah Tangan Kanan Nusron

Selasa, 15 September 2026 | 20:26

Bapera Hormati Proses Hukum Fahd A Rafiq

Selasa, 15 September 2026 | 20:24

Homecoming Festival IKA Unpad 2026 Jahit Harmoni Lintas Generasi

Selasa, 15 September 2026 | 20:11

BNI-Pajakind Integrasikan Layanan Perbankan-Perpajakan Digital untuk UMKM

Selasa, 15 September 2026 | 20:06

Ini Identitas 19 Orang Terjaring OTT KPK di Kasus Kementerian ATR/BPN

Selasa, 15 September 2026 | 20:06

KPK Tahan 8 Tersangka Kasus Suap ATR/BPN, Tangan Kanan Nusron hingga Bos Summarecon

Selasa, 15 September 2026 | 19:58

UOB: Indonesia Punya Tameng Hadapi Guncangan Global, Apa Itu?

Selasa, 15 September 2026 | 19:37

KUHP-KUHAP Baru Perkuat Peran Advokat Dampingi Klien

Selasa, 15 September 2026 | 19:28

Purbaya Terlempar dari Kabinet Diduga Gegara Whoosh

Selasa, 15 September 2026 | 19:17

Pejabat ATR/BPN Terjaring OTT KPK, Wamen Ossy Minta Publik Tak Berspekulasi

Selasa, 15 September 2026 | 19:01

Selengkapnya