Berita

Presiden Suriah, Bashar Al-Assad/Net

Dunia

Bagaimana Nasib Bashar Al-Assad Setelah Dikudeta Pemberontak Suriah?

MINGGU, 08 DESEMBER 2024 | 16:51 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Laporan beredar tentang kepergian Presiden Suriah, Bashar Al-Assad dan keluarganya ke luar negeri, menyusul kesuksesan kelompok pemberontak menguasai Ibu Kota Damaskus, hingga menggeruduk istananya.

Kantor Kepresidenan Suriah menepis kabar tersebut pada Minggu, 8 Desember 2024. Dikatakan bahwa Assad tidak melarikan diri dan masih berada di Damaskus untuk melanjutkan tugasnya.

Jika tidak di Damaskus, kemungkinan Assad berada di kampung halamannya di Al-Qardaha, yang dekat dengan pangkalan Rusia, atau bahkan di Teheran, Iran.


Meskipun Rusia dan Iran membantu Assad tetap berkuasa selama dekade terakhir, kecil kemungkinan mereka akan menyelamatkannya.

Sementara Rusia sibuk di Ukraina, Iran telah mengalami serangkaian serangan dari Israel. Juga Hizbullah yang kewalahan dengan serangan Tel Aviv di perbatasan Lebanon Selatan.

Direktur Program Suriah di Middle East Institute yang berpusat di Washington, Charles Lister mengatakan meskipun Presiden Rusia Vladimir Putin menyelamatkan Assad pada tahun 2015, tapi kali ini sepertinya tidak.

"Namun, Assad mungkin masih mencoba melarikan diri ke Rusia atau Iran di mana ia akan ditawari perlindungan. Banyak yang melacak penerbangan masuk dan keluar Damaskus untuk mencari tahu apakah ia mungkin telah pergi," ungkapnya, seperti dimuat CNN.

Harapan yang tersisa bagi Assad adalah kudeta dan reorganisasi yang terorganisasi dengan baik, tetapi laporan menyebutkan bahwa pasukannya sudah berunding tentang pembelotan dengan para pemimpin pemberontak.

Video juga menunjukkan pasukan Assad melepaskan seragam mereka di bawah poster wajah Assad.

Markas besar polisi utama kota dan pos pemeriksaan militer juga tampak sepi.

Sejak mendapat serangan dari pemberontak tanggal 27 November lalu, pasukan Suriah hanya memberikan sedikit perlawanan di kota Aleppo, Idlib, dan Hama.

Seorang pejabat Amerika Serikat yang anonim menilai mereka tidak mungkin melakukan hal yang sama di Damaskus.

Presiden Terpilih AS, Donald Trump telah menyatakan pendiriannya dengan jelas, menyatakan niatnya untuk tidak terlibat dalam konflik.

"Suriah memang kacau, tetapi bukan teman kita. Biarkan saja terjadi. Jangan terlibat!" tulisnya di Truth Social.

Sementara itu, pemerintahan Joe Biden mengkhawatirkan dua hal, keamanan persediaan senjata kimia Assad, yang diperkirakan mencakup klorin dan sarin, serta potensi pembebasan tahanan ISIS yang ditahan di Suriah timur laut.

Populer

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Cek Siaran Langsung Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Selasa, 22 September 2026 | 02:21

DPRD DKI Apresiasi Kebijakan Penutupan TPS Ilegal

Selasa, 22 September 2026 | 02:01

Indonesia Rebut 7 Medali di Aichi-Nagoya

Selasa, 22 September 2026 | 01:42

Ditjen AHU Perkuat Pengawasan Korporasi

Selasa, 22 September 2026 | 01:23

Wamendagri Ribka Haluk Berduka Tiga ASN Jadi Korban KKB

Selasa, 22 September 2026 | 01:01

Hasil Audit BPK Ditunggu dalam Kasus Toba Pulp Lestari

Selasa, 22 September 2026 | 00:37

Tiga Bulan Nganggur, Karyawan De Club Arjuna Geruduk Balai Kota

Selasa, 22 September 2026 | 00:26

Kejagung Periksa Dirut PT Migas Kota Bekasi terkait Dugaan Korupsi KSO

Selasa, 22 September 2026 | 00:01

80 Negara Siap Hadapi Wajib Sertifikasi Halal

Senin, 21 September 2026 | 23:47

KPK Harus Periksa Nusron Wahid demi Kepastian Hukum

Senin, 21 September 2026 | 23:31

Selengkapnya