Berita

Ilustrasi peta Prancis (Tangkapan layar RMOL dari siaran YouTube France24)

Global

Macron Nyatakan Tetap Memimpin Prancis hingga 2027

JUMAT, 06 DESEMBER 2024 | 07:18 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Presiden Prancis Emmanuel Macron menyatakan diri akan tetap menjabat hingga akhir masa jabatan lima tahunnya setelah mosi tidak percaya di parlemen menggulingkan pemerintah.

Berbicara kepada rakyat dalam pidato yang disiarkan televisi pada Kamis, Macron mengatakan ia akan tetap menjabat hingga Mei 2027 dan segera menunjuk perdana menteri baru dalam beberapa hari mendatang.

“Mandat yang Anda berikan kepada saya berlaku selama lima tahun, dan saya akan menjalankannya sampai akhir,” tegas Macron dalam pidatonya yang berdurasi 10 menit, seperti dikutip dari AFP, Jumat 6 Desember 2024.


Ia menyalahkan lawan-lawannya di kubu sayap kanan karena menjatuhkan pemerintahan Perdana Menteri Michel Barnier. Ia mengatakan mereka memilih bukan untuk memperbaiki, tetapi untuk menghancurkan.

"Mereka memilih kekacauan," katanya, seraya menambahkan bahwa kelompok ekstrem kanan dan ekstrem kiri telah bersatu dalam apa yang disebutnya "front anti-Republik".

"Saya tidak akan menanggung ketidakbertanggungjawaban orang lain," kata Macron.

Sebanyak 331 anggota parlemen dari 577 kursi Majelis Nasional Prancis memberikan suara untuk memberhentikan pemerintah dalam mosi tidak percaya pada Rabu 4 Desember 2024, yang memaksa Barnier mengundurkan diri setelah tiga bulan menjabat.

Ini menjadikan Barnier sebagai perdana menteri dengan masa jabatan terpendek dalam sejarah Prancis modern.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

OASE III PTKIN 2026: UIN Sunan Kalijaga Raih Juara Umum

Sabtu, 07 November 2026 | 08:19

Wall Street Rebound, Nasdaq Masih Babak Belur

Sabtu, 07 November 2026 | 08:05

Luruskan Tudingan Rekayasa, Muhammad Munawar: Proses Etik Dasaad Dilakukan secara Kelembagaan

Sabtu, 07 November 2026 | 07:38

Siapa Stephen Miller, Orang Kepercayaan Trump yang Jadi Kepala Staf Gedung Putih?

Sabtu, 07 November 2026 | 07:28

Gejolak Politik AS dan Krisis Prancis Tekan Pasar Saham Eropa

Sabtu, 07 November 2026 | 07:10

Ahmad Doli Kurnia dan Masa Depan Golkar

Sabtu, 07 November 2026 | 06:50

Penyadapan Presiden Bukan Pengalihan Isu, Tapi Operasi Terorganisir

Sabtu, 07 November 2026 | 06:25

Palestina dan Percaturan Imperium Global

Sabtu, 07 November 2026 | 05:59

Penyadapan Prabowo Ancaman Serius terhadap Negara

Sabtu, 07 November 2026 | 05:41

Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional

Sabtu, 07 November 2026 | 05:18

Selengkapnya