Berita

Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Budisatrio Djiwandono/RMOL

Politik

Gerindra Respons Desakan Copot Gus Miftah: Patut jadi Evaluasi!

RABU, 04 DESEMBER 2024 | 14:19 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Desakkan publik agar penceramah Miftah Maulana Habiburrahman alias Gus Miftah dicopot dari jabatannya sebagai Utusan Khusus Presiden RI Bidang Kerukunan Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan, direspons DPP Partai Gerindra. 

Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Budisatrio Djiwandono menyayangkan pernyataan Gus Miftah yang dinilai tendensius dan kasar tersebut. 

“Kita menyayangkan kalau ada mungkin statement-statement yang tidak baik, tentu itu patut menjadi evaluasi apalagi namanya pemimpin,” tegas Budi kepada wartawan di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Rabu, 4 Desember 2024. 


Kendati begitu, Ketua Fraksi Partai Gerindra DPR RI tersebut menyerahkan sepenuhnya kepada presiden dan masyarkaat untuk menilai. 

“Tapi apapun itu, kita serahkan keputusan-keputusan kalau ada, kita terima sebagai masukan dan kritik yang baik dari masyarakat. Saya kira itu,” demikian Budi.

Pendakwah sekaligus utusan khusus Presiden bidang Kerukunan Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan, Miftah Maulana Habiburrahman alias Gus Miftah banjir kecaman di media sosial.

Gara-garanya Gus Miftah diduga mengolok-olok salah seorang penjual es teh manis yang sedang berjualan di acara pengajiannya di Magelang.

Dalam video yang viral, Gus Miftah menanyakan kepada pedagang es teh terkait jualannya.

"Es tehmu sih akeh (masih banyak) nggak? Ya sana jual gob**k," kata Gus Miftah ke penjual yang berdiri di antara para jemaah.

"Jual dulu, nanti kalau belum laku ya udah, takdir," sambung Gus Miftah.

Sontak, video viral tersebut pun menuai reaksi berupa desakan warganet agar Miftah dicopot dari jabatannya sebagai utusan khusus Presiden bidang Kerukunan Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Ijazah Gibran Jadi Bom Waktu

Rabu, 07 Oktober 2026 | 02:03

Danantara Gelontorkan Rp4,4 Triliun untuk Masuk Bisnis Migas AS

Rabu, 07 Oktober 2026 | 01:31

PIP dan KIP Kuliah Tak Boleh Lagi Salah Sasaran

Rabu, 07 Oktober 2026 | 01:21

Jangan Korbankan Konektivitas Antar Pulau Gegara Kebijakan Panik

Rabu, 07 Oktober 2026 | 01:09

Inilah Beda FIFA ASEAN Cup dan Piala AFF

Rabu, 07 Oktober 2026 | 00:34

Ahmad Doli Soroti Dugaan Bullying Bocah SD di Pemalang: Mukanya Lucu-lucu, tapi Berstatus Pembunuh

Rabu, 07 Oktober 2026 | 00:21

Gibran Tak Punya Ijazah SMA, Said Didu: Pemakzulan Bisa Lewat Proses Politik

Rabu, 07 Oktober 2026 | 00:04

Danantara Penetrasi ke Ekosistem Aviasi Timur Tengah

Selasa, 06 Oktober 2026 | 23:43

34 JPU Disiapkan Hadapi Sidang TPPU Febrie Adriansyah

Selasa, 06 Oktober 2026 | 23:20

Juara Setelah 35 Tahun Menunggu

Selasa, 06 Oktober 2026 | 23:01

Selengkapnya