Berita

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati/RMOL

Nusantara

BMKG Ingatkan Potensi Seruak Udara Dingin Siberia saat Libur Nataru

RABU, 04 DESEMBER 2024 | 13:56 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat potensi masuknya seruak udara dingin dari dataran tinggi Siberia yang dapat memengaruhi cuaca di Indonesia selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024/2025.

Hal itu disampaikan Kepala BMKG Dwikorita Karnawati dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu 4 Desember 2024. 

"Sejak Minggu lalu, kami mendeteksi adanya potensi masuknya seruak udara dingin dari dataran tinggi Siberia, dataran tinggi Tibet, itu arahnya dari atas. Diprediksi mulai Desember ini sudah bergerak memasuki mengarah ke wilayah Indonesia, diprediksi landingnya ini kira-kira sekitar tanggal 20 sampai 29 Desember,” ungkap Dwikorita.  


Fenomena ini diperkirakan akan meningkatkan kecepatan angin, terutama di wilayah barat Indonesia seperti Jawa Barat, Lampung, Banten, dan DKI Jakarta. Selain itu, gelombang tinggi di perairan juga perlu diwaspadai, terutama bagi aktivitas pelayaran.  

Dwikorita mengingatkan bahwa skenario terburuk dari seruak udara dingin ini dapat meningkatkan curah hujan ekstrem, mirip dengan peristiwa banjir besar yang melanda Jabodetabek pada Januari 2020. Namun, ia berharap kondisi tersebut tidak terjadi.  

“Contoh yang sudah terjadi di tahun 2020 di bulan Januari kondisi terparah adalah Jabodetabek banjir saat itu, itu akibat kami mendeteksi seruak udara dingin tadi,” jelasnya. 

Skenario ringan yang pernah terjadi, lanjut Dwikorita, adalah insiden di penyeberangan Merak-Bakauheni dua tahun lalu, di mana angin kencang menyebabkan kapal oleng dan mengakibatkan satu truk serta satu mobil terjatuh ke laut.  

"Karena seruak angin ini kapalnya oleng sementara masih ada yang menyeberang, jadi waktu itu satu truk masuk ke laut dan satu mobil masuk ke laut," pungkasnya.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya