Berita

Tentara Hizbullah/Net

Dunia

Kewalahan Hadapi Israel, Hizbullah Belum Bisa Bantu Bashar Al-Assad di Suriah

SELASA, 03 DESEMBER 2024 | 11:44 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Kelompok militer Hizbullah yang terguncang akibat perang dengan Israel tampaknya belum siap mengirimkan pasukan untuk membantu Presiden Bashar Al-Assad di Suriah.

Dalam sepekan terakhir, pemerintahan Suriah digempur serangan mendadak oleh kelompok oposisi bersenjata yang dipimpin oleh Hayat Tahrir al-Sham (HTS). Mereka bahkan berhasil menguasai sebagian besar Aleppo dan Idlib, wilayah yang dikuasai rezim Al-Assad sejak tahun 2016.

Hizbullah yang merupakan sekutu Al-Assad juga tengah kewalahan menghadapi eskalasi militer di perbatasan Lebanon melawan invasi Israel.


Tiga sumber yang mengetahui Hizbullah pada Selasa, 3 Desember 2024 mengatakan bahwa kelompok itu kemungkinan tidak bisa mengirim pasukan bantuan ke Suriah.

"Hizbullah yang terhuyung akibat perang tidak akan mengirim tentara ke Suriah yang saat ini sedang berusaha menangkis serangan mendadak para pemberontak," ungkap sumber tersebut, seperti dimuat Reuters.

Dikatakan juga hingga kini belum ada permintaan yang diajukan pemerintah Suriah untuk intervensi atau bantuan militer dari Hizbullah.

Hizbullah sebelumnya mengirim ribuan pejuang untuk mendukung Presiden Suriah Bashar al-Assad dan pasukannya pada awal pemberontakan di Suriah lebih dari satu dekade lalu.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

AS dan Iran Kembali Saling Serang

Selasa, 05 Mei 2026 | 12:02

Rupiah Melemah Tajam ke Rp17.400, BI Soroti Tekanan Global

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:40

Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen di Kuartal I-2026, Tertinggi Sejak Pandemi Covid-19

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:32

Harga Minyak Melonjak Meski OPEC+ Berencana Tambah Produksi

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:22

Polri Larang Anggota Live Streaming Saat Berdinas

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:18

Kenaikan HET MinyaKita Picu Harga Lewati Batas Wajar

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Prabowo Minta Kampus Bantu Pemda Atasi Masalah Sampah hingga Tata Kota

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Penyelidikan Korupsi Lahan Whoosh Mandek, KPK Akui Beban Perkara Menumpuk

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:08

Aktivis HAM Tak Perlu Disertifikasi

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Dubes Perempuan RI Baru Sekitar 10 Persen, Jauh dari Target 30 Persen

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Selengkapnya