Berita

Tim Pemenangan pasangan calon (paslon) Tri Rismaharini-KH Zahrul Azhar Asumta, Don Rosano dan KH Imam Bukhori/RMOLJatim

Politik

Pilkada Jatim 2024

Tim Pemenangan Risma-Gus Hans Klaim Temukan Banyak Kecurangan

SENIN, 02 DESEMBER 2024 | 18:59 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Tim Pemenangan pasangan calon (paslon) nomor urut 03 di Pilgub Jatim 2024, Tri Rismaharini (Risma)-KH Zahrul Azhar Asumta (Gus Hans), belum mau mengakui kekalahan atas paslon Khofifah-Emil.

Tak hanya itu, Tim Pemenangan Risma-Gus Hans bahkan menuding ada kejanggalan dalam Pilgub Jatim 2024, terutama di kawasan Madura.

Di mana banyak TPS dengan tingkat partisipasi 100 persen, hingga perolehan suara paslon Risma-Gus Hans yang nol di banyak TPS.


"Pilgub Jatim ini kami anggap banyak anomali dan patut dipertanyakan. Justru data itu kami lihat dari Sirekap KPU," kata Ketua Tim Pemenangan Risma-Gus Hans, KH Imam Bukhori, dikutip RMOLJatim saat konferensi pers, Senin, 2 Desember 2024.

Menurut Ra Imam, sapaan akrab KH Imam Bukhori, temuan itu mengindikasikan kejanggalan di ribuan TPS. 

Misalnya, ada 2.801 TPS dengan tingkat partisipasi yang mencapai 90 sampai 100 persen. TPS ini mayoritas tersebar di Sampang, Pamekasan, dan Bangkalan. 

Khusus di Sampang, terdapat 9 desa yang mencapai 100 persen.

Ra Imam menganggap hal itu sebagai sebuah kejanggalan, apalagi terjadi di kawasan Madura. 

Menurutnya, tingkat partisipasi yang tinggi patut disyukuri. Namun jika mencapai seratus persen, patut dipertanyakan.

Apalagi, masyarakat Madura terkenal banyak yang merantau ke luar daerah. Sehingga, tim pemenangan Risma-Gus Hans menyoroti tingkat partisipasi itu.

Ribuan TPS tersebut disoroti lantaran terdapat selisih pemilih paslon Khofifah-Emil dengan Risma-Gus Hans mencapai 637.176 suara. 

Selain TPS dengan tingkat partisipasi yang tinggi, Ra Imam juga menyoroti 3.637 TPS, di mana Risma-Gus Hans mendapat kurang dari 30 suara, bahkan ada yang nol. 

Hal ini disorot betul oleh Ra Iman lantaran dianggap hampir mustahil. Mengingat, paslon Risma-Gus Hans memiliki infrastruktur saksi di TPS.

Berdasarkan hitungan Tim Pemenangan, dari jumlah TPS itu selisih Risma-Gus Hans dengan petahana Khofifah-Emil 770.917 suara. Persentase terbesarnya ada di Sumenep, Sampang, dan Pamekasan.

"Temuan ini menurut kami ini aneh dan anomali. Karena saksinya saja kan tidak memilih berarti. Ini mustahil," jelas Ra Imam.

Selain dua fakta tersebut, Ra Imam dan tim pemenangan Risma-Gus Hans juga mendapati temuan bahwa jumlah pemilih Pilgub lebih besar dari jumlah pemilih Pilbup atau Pilwali yang selisihnya melebihi DPTB di 194 TPS.

"Di mana, selisih pemilih paslon 02 mencapai 18.745 suara dibandingkan pemilih paslon 03. Persentase terbesarnya ada di Kota Madiun, Situbondo, dan Kota Kediri," ucapnya.

Ra Imam menambahkan, sejumlah fakta tersebut akan terus dipelajari. Termasuk, apakah dugaan itu akan dibawa untuk sengketa di Mahkamah Konstitusi.

"Kami akan terus mempelajari dan mengikuti tahapan demi tahapan ini. Kita akan berjuang sampai akhir," pungkasnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Jawab Tantangan Digital, Bawaslu Jadikan Kampus Laboratorium Demokrasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:54

DPD Ungkap Pola Investor ‘Berjudi’ Properti di Bali, Beli Aset Lalu Jual Lagi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:24

Denny Indrayana Cs Debat Sengit dengan KPU soal Verifikasi Data Calon

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:50

Nakhoda KM Virgo Transport 8 Langsung Ditahan Penyidik

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:20

Digagas di Era Purbaya, Wacana Insentif Motor Listrik Masih Belum Jelas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:59

Saksi Denny Indrayana Ungkap Tak Ada Bahasa Verifikasi Faktual Dokumen Capres-cawapres

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:34

Sjafrie Sematkan Tanda Kehormatan ke Tentara Jepang yang Bantu Atasi Karhutla

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:09

Kader PDIP Berpotensi Jabat Wapres Jika Gibran Didiskualifikasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:55

TNI Hormati Kejagung Imbas Penetapan Kolonel Budi Tersangka Korupsi MBG

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:42

Kemenperin Dukung Impor KRL Bekas dari Jepang, Ini Alasannya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:18

Selengkapnya