Berita

Tangkapan layar Sudirman Said pada channel Hersubeno Arief/Repro

Politik

Sudirman Said Ungkap Upaya Politik Uang Menggoyang Jusuf Kalla Dari Ketum PMI

MINGGU, 01 DESEMBER 2024 | 20:11 WIB | LAPORAN: JONRIS PURBA

Rumor mengenai adanya upaya untuk menggoyang Jusuf Kalla dari Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) menguat jelang pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) ke 22 pada Desember 2024.

Hal ini diungkapkan oleh eks Menteri ESDM yang juga mantan Sekjen PMI, Sudirman Said saat berbicara saat berbincang dengan wartawan senior, Hersubeno Arief yang diunggah di akun Hersubeno Point bertajuk “Bahaya Ini, Jusuf Kalla Mau Disingkirkan dari PMI” dilihat Minggu, 1 Desember 2024.

Dalam perbincangan tersebut, Sudirman Said dan Hersubeno membahas terkait beredarnya surat dari Komite Donor Darah Indonesia. Surat ini berisi undangan kepada para ketua PMI kabupaten, kota, provinsi se-Indonesia untuk datang Hotel Sultan, Jakarta yang isinya untuk mendukung Agung Laksoni sebagai Ketum PMI yang baru.


Ironisnya, organisasi Komite Donor Darah Indonesia itu menurut Sudirman Said selama ini tidak dikenal di kalangan PMI.

“Ramenya bukan karena ada figur baru tapi caranya itu sangat tidak biasa. Dalam surat itu diundang untuk membberi dukungan kepada orang tertentu, dengan janji seluruh biaya perjalanan diganti dan pulang diberi uang saku. Itu nilai-nilai secara budaya itu sangat bertubrukan di PMI,” kata Sudirman Said.

Sudirman Said mengataka bahwa surat tersebut membuat para pengurus PMI dari seluruh daerah sangat marah. Sebab, selama ini PMI merupakan organisasi yang dibangun diatas rasa kemanusiaan.

“Kok seperti orientasi orpol yang kemudian memperkenalkan politik uang itu yang membuat sebagian pengurus itu tersentuh dan saya mengambil inisiatif menyuarakan ke publik agar menjadi perhatian,” ujarnya.

Menurut Sudirman Said, siapa pun yang ingin menjadi pimpinan di PMI harus dilakukan dengan cara yang baik. Sebab, PMI menjadi organisasi kemanusiaan yang tidak baik jika tampuk kepemimpinannya diraih dengan pertunjukkan perebutan kekuasaan.

“PMI ini kan organisasi non partisan. PMI itu adalah lembaga yang harus bisa menjaga kemandiriannya. Ini diisi orang-orang yang ingin memberi bukan mengambil, jadi jangan kepemimpinannya dilakukan dengan perebutan kekuasaan,” pungkasnya.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Ombudsman RI Pelototi Tata Kelola Haji

Kamis, 23 April 2026 | 10:15

Kemlu Protes Spanduk "Rising Lion" Israel di RS Indonesia Gaza

Kamis, 23 April 2026 | 10:06

IHSG Menguat, Rupiah Tertekan ke Rp17.274 per Dolar AS

Kamis, 23 April 2026 | 09:21

Kisah Epik Sang ‘King of Pop’: Film Biopik Michael Resmi Menggebrak Bioskop Indonesia

Kamis, 23 April 2026 | 09:18

Ketua KONI Ponorogo Sugiri Heru Sangoko Dicecar KPK Soal Pemberian Fee ke Sudewo

Kamis, 23 April 2026 | 09:15

MUI Minta Jemaah Haji Doakan Pemimpin Indonesia

Kamis, 23 April 2026 | 09:14

Bursa Asia Menguat: Nikkei Cetak Rekor

Kamis, 23 April 2026 | 09:07

Harga Minyak Kembali Tembus 100 Dolar AS

Kamis, 23 April 2026 | 08:58

Wall Street Perkasa Berkat Donald Trump

Kamis, 23 April 2026 | 07:41

Pentagon Pecat Petinggi Angkatan Laut John Phelan di Tengah Gencatan Senjata

Kamis, 23 April 2026 | 07:25

Selengkapnya