Berita

Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya/RMOL

Bisnis

Cegah Kerugian Dalam Negeri, Indonesia Harus Terapkan Trade Remedies

SABTU, 30 NOVEMBER 2024 | 07:06 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Indonesia perlu mengoptimalkan trade remedies, khususnya anti-dumping dan antisubsidi.

Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Dyah Roro Esti Widya Putri mengatakan langkah tersebut untuk melindungi pasar dalam negeri sekaligus mengamankan pasar ekspor produk Indonesia di luar negeri.

Sebagai sebagai anggota World Trade Organization (WTO), Indonesia dapat memanfaatkan instrumen tersebutdalam menghadapi perdagangan internasional yang tidak adil.


“Trade remedies adalah instrumen yang diakui oleh World Trade Organization (WTO) dan dapat dimanfaatkan untuk menghadapi produk impor yang dijual dengan harga dumping atau mengandung subsidi. Ini penting untuk mencegah kerugian pada industri dalam negeri,” ujar Roro Esti, dalam pembukaan Diskusi Stakeholders di Bandung, dikutip Sabtu 30 November 2024. 

Instrumen trade remedies lainnya yang juga dapat digunakan ketika barang impor membanjiri pasar dalam negeri adalah tindakan pengamanan perdagangan (safeguard measures).

Untuk menggunakan instrumen ini, lanjut Roro, pemerintah harus bisa memastikan keseimbangan industri hulu, hilir dan pengguna, dampak terhadap perekonomian secara menyeluruh, serta hubungan baik dengan mitra dagang Indonesia.

Menurut Roro, kondisi beberapa sektor industri dalam negeri belakangan perlu mendapat perhatian khusus.

Kementerian Perdagangan mencatat, Purchasing Managers' Index (PMI) manufaktur Indonesia pada Oktober 2024 stagnan di level kontraksi sebesar 49,2. 

Stagnasi ini telah terjadi selama empat bulan berturut-turut, salah satu penyebabnya adalah praktik dumping oleh beberapa negara asal impor Indonesia.

"Stagnasi pada PMI tersebut karena adanya kelebihan pasokan negara asal impor yang disebabkan pemberlakuan tarif tinggi oleh negara-negara mitra dagang utama mereka, seperti Amerika Serikat dan Uni Eropa. Selain itu, tuduhan-tuduhan dumping dan subsidi kepada Indonesia juga menjadi salah satu faktor penghambat pertumbuhan industri dalam negeri yang berorientasi ekspor," kata Roro.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Dua Tahun Cukup bagi Prabowo Mengasuh Geng Solo

Selasa, 13 Oktober 2026 | 13:43

UPDATE

Bursa Asia Tertekan, Kospi Anjlok Lebih 2 Persen

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:33

Ekonom Sentil Menteri Prabowo: Jangan Jadi Beban Presiden!

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:21

Wall Street Tertekan Aksi Jual Saham Teknologi

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:56

Lonjakan Minyak Tekan Logam Dunia: Emas Anjlok ke Level Terendah

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:45

Saham BYAN Tancap Gas, Naik 3,16 Persen ke Rp10.600

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:22

Penguatan IHSG Sinyal Kepercayaan ke Pemerintah Mulai Pulih

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:10

Pasar Eropa Merah Gara-gara Minyak

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:06

Terbuka Peluang Bangun Museum Haji Indonesia

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:58

Pujian Prabowo Jangan Jadi Obat Tidur Menteri

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:57

Pemerintah Harus Berlakukan Wajib Halal pada Oktober 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:19

Selengkapnya