Berita

Restoran Dapur Coet siap meramaikan kuliner di Jakarta/Istimewa

Bisnis

Restoran Open Kitchen Sukses di Cikarang Siap Ekspansi ke Jakarta

KAMIS, 28 NOVEMBER 2024 | 23:58 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Perkembangan Restoran Dapur Coet sejak berdiri pada 21 Mei 2011 di Cikarang, Bekasi, termasuk pesat. Saat ini restoran yang menyajikan kuliner khas Sunda ini sudah memiliki  dua cabang. Yakni Restoran Dapur Coet 1 dan Restoran Dapur Coet 2, walaupun lokasinya masih di kota yang sama. 

Karena itulah, merespons banyaknya permintaan dari pelanggan, Restoran Dapur Coet siap berekspansi ke Jakarta.

Owner Restoran Dapur Coet, Siti Nurlaila mengatakan, banyak konsumen yang datang ke Dapur Coet berasal dari berbagai daerah. Mereka telah menjadi pelanggan setia yang rutin datang ke Cikarang. 


“Pelanggan secara rutin datang untuk menikmati masakan di Dapur Coet. Pelanggan yang datang pun terus semakin banyak, dan jatuh cinta kepada nikmat cita rasa masakan khas Sunda yang disuguhkan di Dapur Coet. Nah, dari mereka inilah masukan untuk buka cabang di Jakarta,” kata Siti Nurlaila, Kamis, 28 November 2024.

Rencananya, cabang baru Restoran Dapur Coet akan hadir di Bintaro dengan nama dan konsep yang sama dengan yang di Cikarang.

“Belum ada restoran makanan Sunda yang benar-benar otentik dengan konsep open kitchen. Konsep dapur di dalam sebuah restoran, ditata secara terbuka, sehingga pengunjung bisa melihat langsung proses pemasakan makanan, seperti diterapkan di restoran Dapur Coet,” jelasnya.

Dari segi target market, Siti Nurlaila melihat Jakarta Selatan merupakan wilayah yang sangat potensial. Di wilayah itu ada banyak kelompok konsumen yang menjadi target market.  

“Jakarta Selatan, salah satunya jadi pusat kota yang bisa dijangkau berbagai macam kalangan, masih menjanjikan untuk menjadi pusat kuliner. Jakarta Selatan juga menjadi barometer Jakarta sebagai kota Global,” imbuhnya.

Menurut Siti Nurlaila, walaupun Jakarta sudah tidak menjadi Ibukota Negara, tetap menjadi destinasi penting bagi perkembangan usahanya.

“Mengingat banyaknya industri pariwisata yang memang sudah berkembang di Jakarta, jadi bisnis kuliner masih berpotensi. Justru melihat Jakarta akan menjadi kota global, membuka prospek bisnis kuliner yang semakin baik, karena semakin banyak orang datang ke Jakarta," jelasnya.

“Saya sudah melihat potensi bisnis di Jakarta seperti Jakarta Selatan sangat baik dan menjanjikan. Dapur Coet harus segera hadir di sana, menyajikan kuliner khas Sunda, yang bisa menjadi magnet membuat orang semakin senang datang ke Jakarta Selatan,” sambung Siti Nurlaila.

Untuk itu, tak hanya di Bintaro, Dapur Coet juga akan membuka resto lainnya di Kemang, Jaksel. Berbeda dengan resto yang sudah ada sebelumnya, untuk yang di Kemang diberi label Nyonya Coet.

Nyonya Coet ini nantinya akan melayani pembelian secara online.

“Selama ini kan konsentrasi melayani pembeli yang datang ke resto. Nah yang Nyonya Coet ini khusus pembelian lewat aplikasi. Kami akan hadir di semua aplikasi pembelian makanan secara online. Seperti Gojek, Shopee Food, dan Grab. Dapur kita buat senyuman mungkin, di lokasinya ada tanaman-tanaman hidroponik yang bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan dapur,” paparnya.

Dua cabang di Jakarta ini akan hadir akhir tahun ini dan awal tahun depan.

Nama 'Dapur Coet' mengandung makna tersendiri bagi Siti Nurlaila pendiri Dapur Coet. Yakni 'Dapur' melambangkan tempat pengolahan makanan, sementara 'Coet' diambil dari bahasa Sunda yang bermakna 'cobek' atau tempat untuk mengolah sambal.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Insentif SPPG Dipangkas, Wamenkeu Senang MBG Terus Lakukan Reformasi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:15

Putra Pandeglang jadi Kapolri, Sejarah Baru bagi Banten!

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:43

Dana Kopdes Rp37 Triliun Sudah di Himbara, Tapi Masih Dikunci Kemenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:20

Bupati Gowa Tidak Ditahan Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Ini Sebabnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:18

Muhadjir Effendy Menyesal Tak Bisa Maksimal Dongkrak Kesejahteraan Guru

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:33

Kasus Alpriado Osmond Diputus PN Tangerang, Hak Asuh Anak Dimenangkan Ibu

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:06

Saatnya Mahasiswa Kritisi Sistem Dominasi "Fraksi" di Parlemen

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:42

Pertamina Patra Niaga Salurkan LPG 3 Kg ke 958 Kopdes Merah Putih

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:31

Asesmen jadi Fondasi Pembinaan Warga Binaan Lapas Cianjur

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:03

Selengkapnya