Berita

Presiden terpilih Amerika Serikat dan pemilik Meta, Mark Zuckerberg/Net

Dunia

Bos Meta Dinner Bareng Trump di Klub Mar-a-Lago Florida

KAMIS, 28 NOVEMBER 2024 | 14:00 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Miliarder pemilik Meta, Mark Zuckerberg menggelar makan malam dengan Donald Trump di Klub Mar-a-Lago Florida pada Rabu, 27 November 2024 waktu setempat. 

Stephen Miller, yang telah ditunjuk sebagai wakil kepala staf untuk masa jabatan kedua Trump, mengatakan Zuckerberg, seperti para pemimpin bisnis lainnya, ingin mendukung rencana ekonomi Trump. 

"Mark, jelas, dia punya kepentingan sendiri, dan dia punya perusahaan sendiri dan dia punya agenda sendiri," kata Miller dalam sebuah wawancara di Fox News tentang pertemuan tersebut. 


Seorang juru bicara Meta mengonfirmasi bahwa Zuckerberg dan Trump bertemu. 

"Dia diundang untuk makan malam bersama presiden terpilih dan anggota timnya lainnya untuk membicarakan pemerintahan yang akan datang," ungkap juru bicara tersebut. 

CEO Meta itu berusaha mengubah persepsi perusahaannya di pihak kanan setelah hubungan yang tidak harmonis dengan Trump. 

Trump dikeluarkan dari Facebook setelah serangan pada tanggal 6 Januari 2021 di US Capitol. Perusahaan tersebut memulihkan akunnya pada awal tahun 2023.

Selama kampanye tahun 2024, Zuckerberg tidak mendukung seorang kandidat presiden pun.

Zuckerberg sejak itu mengambil sikap yang lebih positif terhadap Trump. Dia juga mengeluh bahwa pejabat senior pemerintahan Biden menekan Facebook untuk menyensor beberapa konten COVID-19 selama pandemi.

Namun, Trump dalam beberapa bulan terakhir terus menyerang Zuckerberg di depan umum. 

Pada bulan Juli, ia mengunggah pesan di jejaring sosial miliknya sendiri, Truth Social, yang mengancam akan memenjarakan para penipu pemilu, sebagian karena ia mengutip nama panggilan yang ia gunakan untuk CEO Meta. 

"Zuckerberg, hati-hati!" tulis Trump saat itu.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Mengejar Halusinasi 2045: Mengapa Ekonomi Hanya Bisa Tegak di Atas Literasi

Senin, 27 April 2026 | 14:15

Penerjemah Bible Dibakar Hidup-hidup pada Zaman Renaisans Eropa

Senin, 27 April 2026 | 14:07

Bitcoin Melaju Mendekati 80.000 Dolar AS

Senin, 27 April 2026 | 14:06

Luar Biasa Kiandra, Start ke-17, Finis Pertama

Senin, 27 April 2026 | 13:59

Digitalisasi dan Green Dentistry, Layanan Kesehatan Gigi yang Minim Limbah

Senin, 27 April 2026 | 13:46

Usul KPK Berpotensi Paksa Capres Harus Kader Parpol

Senin, 27 April 2026 | 13:43

Pemda Didorong Lakukan Creative Financing

Senin, 27 April 2026 | 13:36

Citra Negatif Bahlil di Dalam Negeri Pengaruhi Negosiasi Energi Presiden?

Senin, 27 April 2026 | 13:35

Qodari Respons Isu Dilantik Jadi Kepala Bakom: Itu Hak Prerogatif Presiden

Senin, 27 April 2026 | 13:30

Selengkapnya