Berita

Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden Uni Emirat Arab (UEA), Mohammed bin Zayed Al Nahyan (MBZ), di Istana Kepresidenan UEA, Abu Dhabi/Ist

Politik

Prabowo Bawa Oleh-oleh Investasi Rp249 Triliun

Ekonomi Indonesia Makin Menggeliat
SENIN, 25 NOVEMBER 2024 | 12:39 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Presiden Prabowo Subianto membawa oleh-oleh komitmen investasi senilai 18,57 miliar dolar atau Rp294 trilun usai menyelesaikan kunjungan kenegaraan di enam negara.

Hal ini disambut baik Ketua MPR RI sekaligus Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani. Dia menyebut capaian tersebut dapat menjadi dorongan positif bagi perekonomian nasional.

"Insya Allah itu sesuatu yang membuat optimisme kita sebagai bangsa," kata Muzani di Kantor Pusat Baznas, Jalan Matraman Raya, Jakarta Timur, Senin 25 November 2024.


Menurutnya, hasil kunjungan tersebut tidak hanya menunjukkan hubungan diplomasi yang kuat, tetapi juga memberikan harapan bagi peningkatan investasi di berbagai sektor strategis di Indonesia.

"Mudah-mudahan ekonomi makin menggeliat, makin bergairah," kata Muzani.

Berikut capaian kerja sama Prabowo selama kunjungannya di luar negeri: 

China

Indonesia mendapatkan komitmen investasi senilai 10 miliar dolar AS atau setara Rp158 triliun dari kunjungan Prabowo ke Cina.

Kesepakatan komitmen ini diteken oleh Kamar Dagang Indonesia (Kadin) dan Komite Tiongkok yang melibatkan 20 perusahaan dari dua negara di bidang manufaktur, kesehatan, hilirisasi, ketahanan pangan, dan keuangan.

Amerika Serikat

Prabowo menghasilkan sejumlah kesepakatan penting dalam kunjungan ke Amerika Serikat, antara lain mempercepat implementasi kemitraan transisi energi yang adil atau Just Energy Transition Partnership (JETP) dan pengembangan rantai pasok mineral. 

JETP adalah program pendanaan transisi energi yang diinisiasi kelompok negara-negara kaya, seperti Amerika Serikat, Inggris, Prancis, dan Jerman. Dana yang disiapkan mencapai 20 miliar dolar AS atau Rp312 miliar. 

Amerika Serikat juga berkomitmen untuk mengembangkan rantai pasok mineral penting di kedua negara. Keduanya sepakat memperdalam keterlibatan dan kerja sama dalam kebijakan ekonomi berdasarkan praktik terbaik bisnis, hak-hak buruh, dan hak asasi manusia serta perdagangan yang adil, termasuk melalui Kerangka Kerja Ekonomi Indo-Pasifik untuk Kemakmuran.

Peru

Prabowo melakukan pertemuan bilateral dengan sejumlah pemimpin negara saat menghadiri KTT APEC di Peru. Pertemuannya dengan Presiden Peru Dina Boluarte menghasilkan MoU tentang bebas visa antara Indonesia dan Peru, serta rencana kerja sama ekonomi lain. 

Prabowo juga membahas proses perundingan Perjanjian Kerja Sama Ekonomi Komprehensif atau CEPA Kanada-Indonesia yang secara substansi sudah selesai dengan PM Kanada Justin Trudeau. 

Presiden RI juga sempat berbincang dengan PM Selandia Baru  Christopher Luxon, yang antara lain membahas soal program makan gratis.

Brasil

Indonesia dan Brasil menyepakati kerja sama senilai 2,8 miliar dolar AS atau sekitar Rp44,4 triliun di sejumlah sektor, seperti keuangan, teknologi digital, pertambangan, energi, peternakan dan industri dirgantara. Kerja sama diinisiasi oleh Kadin Indonesia, Kementerian Luar Negeri RI, dan Kedutaan Besar RI di Brasil.

Inggris

Prabowo mengantongi komitmen investasi senilai 8,5 miliar dolar AS atau sekitar Rp135,15 triliun dalam pertemuan CEO Roundtable Forum di London, Inggris. Para pengusaha di negara tersebut berminat untuk investasi di beberapa bidang, seperti transisi energi, infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan.

Uni Emirat Arab


Indonesia dan Uni Emirat Arab sepakat untuk memperkuat kerja sama di beberapa bidang, seperti energi dan pariwisata. Prabowo dalam pertemuan dengan Presiden UEA Mohammed bin Zayed Al Nahyan alias MBZ juga menyatakan ketertarikan Indonesia untuk belajar dari negara tersebut dalam memperbesar Sovereign Wealth Fund, Indonesia Investment Authority alias INA.



Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

UPDATE

Menteri Ekraf: Kreativitas Tak Bisa Dihargai Nol atau Dipatok

Jumat, 03 April 2026 | 20:06

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

Harga Plastik Dalam Negeri Meroket, Ini Kronologinya

Jumat, 03 April 2026 | 19:42

Kapolda Riau Perketat Penanganan Karhutla Hadapi Ancaman Super El Nino

Jumat, 03 April 2026 | 19:18

Upacara Penghormatan UNIFIL untuk Tiga Prajurit TNI di Lebanon

Jumat, 03 April 2026 | 19:01

Labirin Informasi pada Perang Simbolik

Jumat, 03 April 2026 | 18:52

KPK Siapkan Pemeriksaan Ono Surono Usai Penggeledahan

Jumat, 03 April 2026 | 18:35

BNPB: Tidak Ada Tambahan Korban Gempa Magnitudo 7,6 Sulut dan Malut

Jumat, 03 April 2026 | 18:31

Resiliensi Bangsa: Dari Mosi Integral 1950 hingga Geopolitik Kontemporer 2026

Jumat, 03 April 2026 | 18:03

FWP Polda Metro Hibur Anak Yatim ke Wahana Bermain

Jumat, 03 April 2026 | 17:45

Selengkapnya