Berita

Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta, Teguh Setyabudi saat menghadiri forum Promosi Interoperabilitas IKD dan Pemanfaatan Data Kependudukan sebagai Digital Public Infrastructure (DPI) yang digelar di Grand Mercure Kemayoran, Jakarta Pusat/Istimewa

Politik

Teguh Setyabudi Pastikan Jakarta Siap Jadi Pilot Project Penerapan Digital Public Infrastructure

SENIN, 25 NOVEMBER 2024 | 02:53 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Jakarta siap menjadi percontohan dalam penerapan interoperabilitas Identitas Kependudukan Digital (IKD) sebagai bagian dari Digital Public Infrastructure. 

“Kami sungguh sangat siap untuk DKI Jakarta menjadi contoh, menjadi role model untuk pelaksanaan interoperabilitas IKD dan pemanfaatan data kependudukan sebagai bagian penguatan Digital Public Infrastructure,” kata Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta, Teguh Setyabudi dalam keterangan tertulisnya, Minggu, 24 November 2024.

Teguh Setyabudi juga menekankan pentingnya evaluasi dampak implementasi IKD melalui kajian akademis.


Menurutnya, akan sangat menarik apabila semua lembaga, baik pemerintah maupun swasta, membuat kajian dampak penerapan IKD. Sebab, data yang dihasilkan nantinya dapat digunakan untuk mendukung berbagai kebijakan.

Teguh berharap, forum sosialisasi dan promosi ini menjadi momentum untuk memperkuat pemanfaatan data kependudukan sebagai fondasi transformasi digital di tingkat nasional. 

“Diharapkan, bagaimana kemudian antarkementerian/lembaga membangun sinergi dan kolaborasi untuk transformasi digital di Indonesia yang baik lagi,” kata Teguh.

Pada kesempatan itu, Teguh yang juga Dirjen Dukcapil definitif ini mendampingi Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto dalam mendukung upaya pemerintah pusat dalam kegiatan promosi interoperabilitas IKD bagi warga.

"Jakarta membutuhkan data kependudukan yang akurat dan dapat diakses secara digital, serta terintegrasi dengan lembaga lainnya. Saat ini, Provinsi DKI Jakarta telah mengimplementasikan sistem administrasi kependudukan berbasis digital, salah satunya melalui pengintegrasian NIK atau KTP-el dengan berbagai layanan publik seperti kesehatan, pendidikan, perizinan usaha, dan pemberian bantuan sosial," paparnya.

Lebih lanjut, Teguh menjelaskan, sistem administrasi kependudukan berbasis digital dapat memudahkan masyarakat mengakses berbagai layanan publik dan membantu pemerintah memastikan program berjalan tepat sasaran, seperti dalam verifikasi penerima bantuan sosial.

"Dalam pengelolaan interoperabilitas antarsistem dan lembaga, kami menyambut baik inisiatif pemerintah pusat untuk memperkenalkan sistem IKD yang menjadikan KTP-el sebagai identitas resmi terintegrasi dengan berbagai layanan publik," imbuhnya.

Menurut Teguh, langkah ini sejalan dengan upaya Pemprov DKI Jakarta dalam mengimplementasikan sistem berbasis digital untuk mempermudah pelayanan administrasi kependudukan bagi masyarakat. Ia berharap, forum penting ini dapat menghasilkan rekomendasi dan langkah strategis untuk mempercepat implementasi interoperabilitas IKD dan pemanfaatan data kependudukan sebagai dasar membangun Digital Public Infrastructure.

"Saya juga mengajak seluruh peserta untuk berbagi pengalaman, informasi, dan solusi terkait penerapan sistem identitas digital di masing-masing wilayah. Dengan berbagai pengalaman, kita dapat menemukan solusi terbaik untuk mengatasi masalah ke depannya," demikian Pj Gubernur Teguh Setyabudi.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Bos Danantara Ungkap Proses Pangkas BUMN Tak Mudah

Rabu, 07 Oktober 2026 | 12:11

Hingga Siang Nusron Belum Hadir, KPK Masih Menunggu

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:53

PJBS Direvisi, Porsi Saham Bayan Resources yang Dibeli Haji Isam Bertambah Jadi 10,08 Miliar

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:44

Nasib Gibran Kini Tergantung Prabowo

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:37

Empat WNI Pulang ke Tanah Air usai Enam Bulan Disandera Bajak Laut Somalia

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:31

PDIP: Kebohongan Gibran Lulus SMA Sederajat Tercatat dalam Putusan Negara!

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:31

Putusan MK soal Gibran Buka Perdebatan Demokrasi

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:21

DPR Minta Pemerintah Percepat Huntara bagi Korban Gempa Flores

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:19

Rita Widyasari Kembali Diperiksa KPK

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:17

Badai Dekati Amerika, Harga Minyak Naik Lagi

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:01

Selengkapnya