Berita

Pramono Anung dan Rano Karno/Ist

Politik

Hasil 4 Lembaga Survei: Peluang Pram-Doel Menang 1 Putaran Kian Terbuka Lebar

KAMIS, 21 NOVEMBER 2024 | 20:33 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Empat lembaga survei menyebutkan peluang Calon Gubernur (Cagub) dan Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Jakarta Nomor Urut 3 Pramono Anung Wibowo (Mas Pram) dan Rano Karno (Bang Doel) memenangkan Pilkada Jakarta 2024 kian terbuka lebar.

Miulai dari Indopolling Network yang dirilis Rabu, 20 November 2024 menunjukkan elektabilitas Pramono Anung-Rano Karno mencapai 48,4 persen, hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) Pilkada Jakarta yang dirilis 14 November 2024, pasangan Pram-Bang Doel meraih elektabilitas tertinggi yakni 46 persen. Disusul kemudian RK-Suswono 39,1 persen, dan Dharma-Kun 5,1 persen.

"Selisih elektabilitas Pramono-Rano dengan Ridwan Kamil-Suswono pada survei terbaru ini sekitar 6,9 persen, atau lebih dari dua kali margin of error (2,9persen)," kata Direktur SMRC Deni Irvani dalam keterangan resmi pada Kamis, 21 November 2024.


Lembaga survei ketiga yakni, Litbang Kompas menunjukkan elektabilitas Pramono-Rano tertinggi dengan meraih 38,3 persen. Terakhir hasil survei yang dirilis PolMark, elektabilitas duet Pramono-Rano mencapai 40,3 persen.

"Jika kecenderungan penurunan elektabilitas Ridwan Kamil (RK) - Suswono dan kenaikan elektabilitas Pramono Anung Wibowo - Rano Karno berlanjut, terbuka kemungkinan Pilkada Jakarta berlangsung satu putaran," demikian keterangan pers Survei PolMark.

Hasil survei PolMark juga menunjukkan pasangan Pramono-Rano berkemungkinan meraih suara di atas 50 persen pemilih pada 27 November 2024.

"Kemungkinan terjadinya pilkada satu putaran ini ikut terdukung oleh 'tertahannya' elektabilitas Dharma Pongrekun - Kun Wardana Abyoto pada angka yang tidak signifikan," sebut keterangan PolMark. 

Meski masih terbuka kemungkinan Pilkada Jakarta berlangsung dua putaran, namun menurut hasil survei PolMark tersebut kemungkinan terjadinya Pilkada dua putaran itu sangat kecil.

Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Tak Hanya Mobil Listrik, Hybrid Juga Diusulkan Bebas Ganjil-Genap

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:31

Kabinet Watch Penting untuk Ruang Dialog Menteri dan Kelompok Kritis

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:25

Dumai Transshipment Hub: Ujian Geopolitik Maritim Indonesia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:17

Laba Emiten Naik 15 Persen, Danantara Minta Investor Tak Terpaku Sentimen Pasar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:16

Apple Siap Gelar Acara Pro and Tell Akhir Oktober 2026

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:09

12.000 Lowongan Kerja Dibuka di Jakarta untuk Semua Kalangan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:08

BAZNAS dan Ruang Amal Indonesia Antarkan 47 Mustahik ke Dunia Kerja

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:06

KPK Bakal Secepatnya Kembali Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:48

Wacana Dumai Transshipment Hub Perlu Dukungan, Pelindo Harus Lebih Bertaring di Selat Malaka

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:47

Terancam Turun Kelas, Danantara Akui Sentimen MSCI Tak Bisa Dianggap Enteng

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:33

Selengkapnya