Berita

Ilustrasi/Net

Bisnis

Ketegangan di Ukraina-Rusia Bikin Rupiah Ambruk ke Rp15.949

KAMIS, 21 NOVEMBER 2024 | 12:00 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Nilai tukar rupiah dibuka ambruk ke 15.949 per Dolar AS pada perdagangan Kamis 21 November 2024.

Mata uang Garuda anjlok 0,48 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.

Sementara itu, mayoritas mata uang Asia dibuka bervariasi pagi ini. Ringgit Malaysia tumbuh 0,03 persen, Peso Filipina turun 0,08 persen, Won Korea Selatan naik 0,08 persen, Dolar Singapura naik 0,04 persen, serta Baht Thailand melonjak 0,16 persen.


Di sisi lain, mayoritas mata uang negara maju dibuka menguat hari ini. Poundsterling Inggris dan Euro Eropa tumbuh 0,04 persen, Franc Swiss serta Dolar Australia melonjak 0,14 persen.

Analis Financial Futures Lukman Leong memprediksi pergerakan Rupiah hari ini tertekan oleh Dolar AS, imbas eskalasi perang di Ukrainan yang membuat mata uang berisiko seperti Rupiah melemah.

"Investor juga menantikan rilis data neraca transaksi berjalan Indonesia siang ini," katanya dalam keterangan resmi.

Ia memperkirakan rupiah akan bergerak di kisaran Rp15.775 sampai Rp15.875 per dolar AS pada hari ini.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:30

UPDATE

Ketua KNPI Merauke Ajak Generasi Muda Berkontribusi bagi Kemajuan Daerah

Kamis, 29 Oktober 2026 | 04:19

Kedaulatan Teknologi Faktor Penting Pertumbuhan Ekonomi Digital Indonesia

Kamis, 29 Oktober 2026 | 03:55

PKS Desak Pemerintah Bersikap Proporsional Terkait MSCI

Kamis, 29 Oktober 2026 | 03:25

Solusi Kasus Business Judgement Rule Sektor Perumahan

Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:57

Waka BRIN Pimpin Delegasi RI Perjuangkan Space Economic di Konferensi PBB

Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:32

Pertamina Didorong Ambil Alih Proyek Migas Mangkrak Demi Genjot Produktivitas

Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:12

KPK Endus Ada Kickback Vendor kepada Pejabat BNPB

Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:59

Presiden PKS Wanti-wanti Bahaya AI sebagai Senjata Fitnah

Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:34

Masih Atur Waktu, KPK Bantah Ada Kendala dalam Pemanggilan Nusron

Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:04

Polri Utamakan Pendekatan Humanis dan Edukatif Selama Operasi Patuh 2026

Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:42

Selengkapnya