Berita

Denny JA/Ist

Nusantara

Denny JA Hibahkan Dana Buat Keberlanjutan Festival Puisi Esai

KAMIS, 21 NOVEMBER 2024 | 01:10 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Penulis dan penggagas genre puisi esai, Denny JA mengumumkan penghibahan dana abadi untuk memastikan keberlanjutan Festival Tahunan Puisi Esai hingga 50 tahun ke depan.

Langkah ini dilandasi keyakinannya akan pentingnya seni sebagai medium perubahan dan dokumentasi sosial.

“Seni bukan hanya cermin realitas, tetapi juga cahaya yang mengubahnya,” ujar Denny JA, mengutip filosofi yang menjadi inspirasinya dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Rabu, 20 November 2024.


Dana abadi tersebut berasal dari saham perusahaan yang sebagian dimiliki Denny JA Foundation.

Melalui pendanaan ini, festival itu diharapkan mampu menjadi panggung tetap bagi sastra, khususnya puisi esai, untuk terus berkembang dan menyuarakan isu-isu penting.

“Saya mencontoh dari kasus yang besar. Saya mengerjakan hal yang jauh, jauh, jauh lebih kecil, namun mengambil spiritnya,” ungkap Denny.

Ia menggarisbawahi paradoks dalam dunia sastra. Di satu sisi, penelitian menunjukkan bahwa membaca sastra meningkatkan empati dan kepedulian terhadap ketidakadilan.

“Namun, di sisi lain, komunitas sastra jangka panjang tidak dapat hidup dari hukum pasar saja. Seni membutuhkan subsidi; sastra membutuhkan uluran tangan yang memastikan panggungnya tetap ada,” jelasnya.

Ia terinspirasi dari tokoh-tokoh seperti Andrew Carnegie, Alfred Nobel, dan Ruth Lilly yang meninggalkan warisan besar untuk kemajuan seni dan literasi.

“Mereka adalah bukti bahwa seni membutuhkan tangan-tangan dermawan yang mengerti bahwa kebudayaan adalah harta abadi umat manusia,” ungkapnya lagi.

“Apa yang membuat puisi esai perlu terus dihidupkan, disebarkan, dan dirawat? Puisi esai adalah genre yang menyampaikan kisah nyata dalam bentuk puisi,” tambah dia.

Berbagai isu seperti hak asasi manusia, ketidakadilan, marginalisasi, dan identitas sosial menjadi inti setiap puisi. Namun, puisi ini tidak berhenti pada metafora, tapi mencatat fakta melalui catatan kaki, menghubungkan estetika dengan realitas.

“Catatan kaki di puisi esai menjadi elemen vital yang menjadikan puisi ini bukan hanya seni, tetapi juga dokumen sosial,” jelasnya lagi.

Sambung Denny, Festival Puisi Esai Jakarta menjadi lebih dari sekadar panggung seni dan ruang yang menjalankan banyak fungsi.

“Festival ini mempertemukan penulis puisi esai untuk berjumpa, berbagi pengalaman, dan menginspirasi satu sama lain. Tali silaturahmi antarpenulis diperkuat, memastikan keberlanjutan genre ini,” bebernya. 

Ia mengungkapkan bahwa setiap isu-isu penting yang dihadapi masyarakat bakal menjadi bahan refleksi melalui puisi. Dari hak perempuan hingga perjuangan identitas minoritas, puisi esai memberi suara pada yang terpinggirkan.

“Festival ini juga menjadi ajang edukasi publik, mengajak masyarakat memahami persoalan sosial melalui seni. Ketika isu-isu serius disampaikan dengan keindahan puisi, masyarakat lebih mudah memahami dan tergerak untuk bertindak,” tutur dia.

Masih kata Denny, program tersebut adalah investasi bagi generasi mendatang dan memastikan bahwa panggung sastra terus ada serta memberi suara bagi yang tak terdengar.

“Dana abadi untuk Festival Puisi Esai bukan hanya soal menjaga tradisi, tetapi juga memastikan bahwa kisah-kisah tentang keadilan, keberanian, dan kemanusiaan terus hidup di masa depan,” tandasnya.

Populer

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

Negara Jangan Kalah dari Mafia, Copot Dirjen Bea Cukai

Selasa, 10 Februari 2026 | 20:36

Direktur P2 Ditjen Bea Cukai Rizal Bantah Ada Setoran ke Atasan

Jumat, 06 Februari 2026 | 03:49

KPK: Warganet Berperan Ungkap Dugaan Pelesiran Ridwan Kamil di LN

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:34

Nasabah Laporkan Perusahaan Asuransi ke OJK

Kamis, 05 Februari 2026 | 16:40

Lima Orang dari Blueray Cargo Ditangkap saat OTT Pejabat Bea Cukai

Kamis, 05 Februari 2026 | 15:41

Koordinator KKN UGM Tak Kenal Jokowi

Rabu, 04 Februari 2026 | 08:36

UPDATE

Bahlil Maju Caleg di Pemilu 2029, Bukan Cawapres Prabowo

Kamis, 12 Februari 2026 | 20:15

Temui Presiden Prabowo, Dubes Pakistan Siap Dukung Keketuaan Indonesia di D8

Kamis, 12 Februari 2026 | 20:15

Rusia Pastikan Tak Hadiri Forum Perdana Board of Peace di Washington

Kamis, 12 Februari 2026 | 20:06

Cara Daftar Mudik Gratis BUMN 2026 Lengkap Beserta Syaratnya

Kamis, 12 Februari 2026 | 20:04

Mantan Pendukung Setia Jokowi Manuver Bela Roy Suryo Cs

Kamis, 12 Februari 2026 | 19:58

Buntut Diperiksa Kejagung, Dua Kajari Sumut Dicopot

Kamis, 12 Februari 2026 | 19:57

5 Rekomendasi Drama China untuk Temani Liburan Imlek 2026

Kamis, 12 Februari 2026 | 19:47

Integrasi Program Nasional Jadi Kunci Strategi Prabowo Lawan Kemiskinan

Kamis, 12 Februari 2026 | 19:44

Posisi Seskab Teddy Strategis Pastikan Arahan Presiden Prabowo Bisa Berjalan

Kamis, 12 Februari 2026 | 19:41

Polri Ungkap Alasan Kembali Periksa Jokowi

Kamis, 12 Februari 2026 | 19:39

Selengkapnya