Berita

Pasangan Cagub-cawagub Jakarta nomor urut 3 Pramono Anung dan Rano Karno saat berkunjung ke kediaman Anies Baswedan/Ist

Politik

Dukungan Jokowi ke RK Untungkan Pramono Anung-Rano Karno

RABU, 20 NOVEMBER 2024 | 20:45 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Dukungan politik Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) yang memilih turun gunung membantu pemenangan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jakarta, Ridwan Kamil (RK)-Suswono direspon santai PDI Perjuangan. 

Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto menilai bahwa dukungan Jokowi justru membawa keuntungan bagi Cakada yang diusung PDIP, yaitu Pramono Anung dan Rano Karno.

"Sebelum adanya endorsement Pak Jokowi, kami merancang dua putaran. Justru begitu Pak Jokowi meng-endorse dan mendapat reaksi negatif dari publik, ini malah bisa satu putaran (untuk Pramono)," ungkap Hasto saat jumpa pers di DPP PDIP, Rabu 20 November 2024.


Hasto melanjutkan, reaksi negatif masyarakat setelah Jokowi mendukung RK meyakinkannya akan kemenangan jagoan PDIP yang memiliki nomor urut 3.

"Kedewasaan Mas Pram dalam merespon itu menunjukkan kematangan emosional dan kepemimpinan dari seorang Pramono Anung," kata Hasto.

Kepencet diri PDIP ditambah dengan datangnya dukungan dari Gubernur Jakarta periode 2017-2022, Anies Baswedan. Hasto menyebut, antara PDIP dan Anies saat ini tidak lagi berseberangan. 

Justru sebaliknya, tengah menghadapi 'musuh' yang sama. Bahkan Hasto mengaku PDIP dan Anies kini memiliki masalah yang sama yakni demokrasi Indonesia yang dikebiri. 

"Pada kesempatan ini kami juga mengucapkan terima kasih atas dukungan para relawan, kelompok civil society, juga rekan-rekan pers, juga di Jakarta secara khusus dukungan dari Anak Abah," pungkasnya.

Anak Abah merupakan sebutan untuk pendukung Anies Baswedan. Julukan ini mulai dipopulerkan pada pemilihan presiden lalu, di mana Anies juga menjadi salah satu kandidat.


Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

UPDATE

Austria Tolak Wilayah Udaranya Dipakai AS untuk Serang Iran

Jumat, 03 April 2026 | 00:15

Memutus Mata Rantai Rabun Jauh Birokrasi

Kamis, 02 April 2026 | 23:50

PHE Tampilkan Inovasi Hulu Migas di Ajang Offshore Internasional

Kamis, 02 April 2026 | 23:21

Spirit ‘Kurban’ Prajurit UNIFIL

Kamis, 02 April 2026 | 22:57

Pencarian Berakhir Duka, Achmad Ragil Ditemukan Meninggal di Sungai Way Abung

Kamis, 02 April 2026 | 22:39

Robert Priantono Dicecar KPK soal Pungutan Tambang Kukar

Kamis, 02 April 2026 | 22:01

China Ajak Dunia Bersatu Dukung Inisiatif Perdamaian di Wilayah Teluk

Kamis, 02 April 2026 | 21:42

DPR: BPS Bukan Sekadar Pengumpul Data, tapi Penentu Arah Pembangunan

Kamis, 02 April 2026 | 21:31

78 Pejabat Pemkot Surabaya Dirotasi, Ada Apa?

Kamis, 02 April 2026 | 21:18

OJK Siap Luncurkan ETF Emas Akhir April 2026

Kamis, 02 April 2026 | 21:08

Selengkapnya