Berita

Hyundai/Hyundaimobil.co.id

Bisnis

CEO Hyundai Jose Munoz Bersiap Hadapi Hambatan Tarif Trump

SELASA, 19 NOVEMBER 2024 | 08:43 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Hyundai Motor menunjuk Jose Munoz, kepala eksekutif AS dan kepala operasi globalnya, sebagai wakil CEO. 

Ini merupakan pengangkatan pertama warga negara asing untuk jabatan tersebut di sebuah konglomerat besar Korea Selatan.

Langkah tersebut diharapkan dapat membantu produsen mobil tersebut mengatasi tantangan potensial yang akan ditimbulkan oleh pemerintahan Donald Trump.


"Perubahan kepemimpinan akan meningkatkan daya saing global Hyundai dan membantu mempersiapkan diri lebih baik menghadapi ketidakpastian dalam lingkungan bisnis global," kata produsen mobil itu dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip dari Nikkei Asia, Selasa 19 November 2024.

Munoz, warga negara asli Spanyol dan AS dengan gelar doktor di bidang teknik nuklir, bergabung dengan produsen mobil tersebut pada tahun 2019 sebagai CEO Hyundai Motor America.

Sebelumnya, Munoz bekerja selama 15 tahun di Nissan Motor Jepang, di mana ia pernah dianggap sebagai kandidat potensial untuk mengambil alih pimpinan setelah Carlos Ghosn digulingkan sebagai ketua.

“Promosi ini bukan hanya persiapan untuk masa jabatan presiden Trump, tetapi juga pengakuan atas peran Munoz dalam kinerja Hyundai yang solid di AS meskipun kendaraan listriknya tidak memenuhi syarat untuk kredit pajak konsumen AS,” kata Park Ju-gun, kepala firma analisis korporat Leaders Index.

Kebijakan Trump - yang mencakup janji untuk menaikkan tarif impor dan memangkas subsidi untuk kendaraan listrik - berpotensi menimbulkan banyak kerugian pada Hyundai dan Kia yang secara bersama menempati peringkat kedua setelah Tesla dalam penjualan kendaraan listrik di AS.

Menurut perkiraan analis Hanwha Investment & Securities Kim Sung-rae, impor menyumbang sekitar 60 persen dari penjualan mereka di AS.

Trump juga telah melontarkan gagasan untuk mengenakan tarif 200 persen pada mobil yang diimpor dari Meksiko, tempat Kia mengoperasikan lokasi produksi.

Hyundai mulai memproduksi kendaraan listrik di sebuah pabrik di Georgia pada bulan Oktober, dengan harapan kendaraan tersebut akan memenuhi syarat untuk mendapatkan kredit federal yang dibuat di bawah pemerintahan presiden AS saat ini Joe Biden. 

Perusahaan juga telah mengumumkan rencana untuk membangun dua pabrik baterai dengan LG Energy Solution dan SK On di Amerika Utara.

Namun, tim transisi Trump berencana mengakhiri kredit pajak konsumen sebesar 7.500 Dolar AS untuk pembelian kendaraan listrik sebagai bagian dari undang-undang reformasi pajak yang lebih luas, kata beberapa sumber.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Tiga Tahun UU TPKS: DPR Soroti Masalah Penegakan Hukum dan Temuan Kasus di Lapas

Kamis, 15 Januari 2026 | 12:08

Komisi III DPR Mulai Bahas RUU Perampasan Aset Tindak Pidana

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:48

Utang Luar Negeri Indonesia Kompak Menurun

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:34

Giliran Ketua DPD PDIP Jawa Barat Ono Surono Diperiksa KPK di Kasus OTT Bupati Bekasi

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:19

Muncul Tudingan Pandji Antek Asing di Balik Kegaduhan Mens Rea

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:04

Emas Antam Naik Terus, Tembus Rp2,67 Juta per Gram!

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:54

KPK Tak Segan Tetapkan Heri Sudarmanto Tersangka TPPU

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:43

TAUD Dampingi Aktivis Lingkungan Laporkan Dugaan Teror ke Bareskrim

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:28

Istana Ungkap Pertemuan Prabowo dan Ribuan Guru Besar Berlangsung Tertutup

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:27

Update Bursa: BEI Gembok Saham Tiga Saham Ini Akibat Lonjakan Harga

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:17

Selengkapnya