Berita

Tangkapan layar Dubes Indonesia untuk Kerajaan Spanyol, Muhammad Najib/RMOL

Politik

Diaspora Muhammadiyah Didorong Ikut Tentukan Masa Depan Dunia

SELASA, 19 NOVEMBER 2024 | 05:22 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Dubes Indonesia untuk Kerajaan Spanyol, Muhammad Najib menyerukan kepada seluruh Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) di berbagai negara untuk menggelar suatu kegiatan yang memajukan bangsa Indonesia di dunia internasional.

Dubes Najib mendorong agar PCIM bisa menjadi inisiator untuk mengonsolidasi dan memobilisasi diaspora Indonesia di seluruh dunia.

“Kalau kita bandingkan dengan diaspora China, diaspora India dan untuk kawasan Eropa ini kalau kita mau berbicara negara Muslim, baru Turki yang nampak jelas mereka bukan saja bisa memberikan kontribusi dalam artian ekonomi, tetapi juga mereka adalah aktor-aktor bagaimana transfer teknologi yang sangat menentukan masa depan kita, baik politik, ekonomi, juga militer,” kata Dubes Najib dikutip dari kanal Youtube WISMA DUTA RI MADRID, Selasa, 19 November 2024.


Oleh karena itu, ia berharap agar acara ke depan bisa diadakan di Spanyol, misalnya di Granada, Sevilla atau Cordova.

“Saya mengenal sejumlah tokoh Muslim di situ yang saya kira siap untuk membantu dan berkolaborasi, juga sejumlah dosen di beberapa kawasan yang kita kenal dengan Andalusia. Dengan mengadakan acara di sana tidak saja menambah daya tarik bagi tamu-tamu kita, karena mereka bisa melihat dari dekat warisan Islam di tiga kota yang sampai saat ini masih bisa kita banggakan yakni Sevilla, Cordova dan Granada,” jelasnya.

Dubes Najib berharap dengan dihelatnya di kota-kota bersejarah itu maka, umat muslim bisa mengambil inspirasi dalam menghadapi tantangan dunia yang penuh dengan ketidakpastian.

Mantan Anggota DPR Fraksi PAN itu mengurai geopolitik saat ini yang mengarah kepada multipolar usai Perang Dunia II dan Perang Dingin. Dunia mengalami banyak pergeseran kekuatan ekonomi politik yang bukan bertumpu lagi pada Amerika Serikat (AS).

“Ini ditandai dengan kekalahan Amerika dan sekutunya di Afghanistan melawan Taliban. Dan pada saat yang bersamaan negara-negara seperti China, Rusia, India, itu muncul sebagai kekuatan baru yang juga sering disebut dengan global false,” ungkapnya.

“Mereka sudah mulai berhimpun di apa yang kita kenal dengan BRICS. Nah, Uni Eropa secara pelan-pelan, walaupun tidak mudah, berusaha untuk melepaskan diri dari keterikatannya kepada Amerika. Mereka bisa dan berusaha menjadi kekuatan baru, khususnya di bidang ekonomi maupun politik,” beber lulusan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya tersebut.

Di lain sisi, ia mendorong ASEAN sebagai kekuatan baru yang harus diperhitungkan dunia.

“Karena itu kita harus sadar kalau melihat ASEAN, maka secara geografis maupun secara demografis, Indonesia itu hampir 50 persen dari kekuatan ASEAN. Begitu juga dalam size ekonominya,” tambah Dubes Najib.

Ia menyatakan Indonesia di bawah pimpinan Prabowo tengah berperan aktif mengambil peran menentukan masa depan dunia.

“Kalau berbicara tentang civil society di Indonesia, maka orang bukan saja tidak bisa mengabaikan Muhammadiyah, tapi harus kita katakan bahwa Muhammadiyah salah satu civil society, bukan saja besar secara kuantitas, tapi juga memiliki kualitas, karena Muhammadiyah atau Persyarikatan Muhammadiyah sangat well organized,” ungkap dia.

“Untuk mengimbangi apa yang sekarang dilakukan oleh pemerintah, Muhammadiyah harus menjadi pioneer,” imbuhnya.

Dubes Najib juga berharap agar seruan ini mendapat respons dari Menteri Pendidikan Dasar Menengah (Dikdasmen) yang juga Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Prof. Abdul Mu’ti.

“Perlu saya ingatkan bagi kita semua, ini merupakan sarana ibadah dan lahan amal soleh yang sangat luas. Tapi juga sekaligus harus kita katakan ini juga sebagai bagian dari bentuk pengabdian kita pada bangsa dan negara yang insya Allah semuanya akan menjadi bagian dari amal jariah kita,” pungkasnya.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Ombudsman RI Pelototi Tata Kelola Haji

Kamis, 23 April 2026 | 10:15

Kemlu Protes Spanduk "Rising Lion" Israel di RS Indonesia Gaza

Kamis, 23 April 2026 | 10:06

IHSG Menguat, Rupiah Tertekan ke Rp17.274 per Dolar AS

Kamis, 23 April 2026 | 09:21

Kisah Epik Sang ‘King of Pop’: Film Biopik Michael Resmi Menggebrak Bioskop Indonesia

Kamis, 23 April 2026 | 09:18

Ketua KONI Ponorogo Sugiri Heru Sangoko Dicecar KPK Soal Pemberian Fee ke Sudewo

Kamis, 23 April 2026 | 09:15

MUI Minta Jemaah Haji Doakan Pemimpin Indonesia

Kamis, 23 April 2026 | 09:14

Bursa Asia Menguat: Nikkei Cetak Rekor

Kamis, 23 April 2026 | 09:07

Harga Minyak Kembali Tembus 100 Dolar AS

Kamis, 23 April 2026 | 08:58

Wall Street Perkasa Berkat Donald Trump

Kamis, 23 April 2026 | 07:41

Pentagon Pecat Petinggi Angkatan Laut John Phelan di Tengah Gencatan Senjata

Kamis, 23 April 2026 | 07:25

Selengkapnya