Berita

Anggota Komisi III DPR RI Rudianto Lallo/Repro

Politik

Komisi III DPR Pertanyakan Formula Capim KPK Tangani Kebocoran Triliunan Duit Negara

SENIN, 18 NOVEMBER 2024 | 20:33 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Strategi dan formulasi yang ditawarkan calon Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (Capim KPK), Fitroh Rohcahyanto, terkait kebocoran keuangan negara jadi salah satu materi yang didalami Komisi III DPR dalam Fit and Proper Test Capim KPK, di Ruang Rapat Komisi III DPR RI, Gedung Nusantara II, Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 18 November 2024. 

Terlebih, dalam beberapa kesempatan Presiden Prabowo Subianto kerap mengingatkan soal kebocoran duit negara hingga triliunan rupiah. Terutama di sektor pengelolaan Sumber Daya Alam (SDA). 

Hal itu juga diperkuat oleh adik Presiden Prabowo, Hashim Djojohadikusumo, yang mengungkapkan ada ratusan pengusaha yang mengemplang pajak hingga pendapatan negara bocor Rp300 triliun.


“Pak Presiden selalu mengatakan bahwa ada kebocoran sampai nilainya triliunan, sampai 1.000 triliun, pengelolaan sumber daya alam kita. Saya mau mendengar bagaimana cara Pak Fitroh kemudian selaku pimpinan KPK, insyaAllah kalau terpilih, kemudian menutup menambal kebocoran-kebocoran, misalkan terhadap pengelolaan SDA kita yang banyak merugikan keuangan negara kita misalnya?” tanya anggota Komisi III DPR RI, Rudianto Lallo. 

Selain itu, Legislator Nasdem itu juga menyoroti soal efektivitas strategi penindakan yang digunakan oleh lembaga antirasuah selama ini. Terutama mengenai penyelamatan keuangan negara yang dirampok para koruptor.

“Pak Fitroh, apakah masih relevan hari ini kalau kemudian pendekatan KPK masih pendekatan penindakan, tanpa misalkan berupaya pengembalian negara,” kata Rudianto. 

Sebab selama ini, lanjut Rudianto, KPK agaknya sangat minim dalam mengupayakan pengembalian kerugian keuangan negara yang telah dilakukan para pelaku rasuah.

“Sementara KPK lahir sebagai lembaga superbody dibanding Kejagung, misalkan. Nah, bagaimana dengan penilaian hal tersebut?” pungkasnya.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

UPDATE

Kapolres Sukoharjo Dicopot Usai Penggerebekan Pesantren

Senin, 02 November 2026 | 18:26

DPR Gandeng Kementerian PPPA Dorong Gerakan Nasional Antibullying

Senin, 02 November 2026 | 18:20

Gibran Ingatkan Ancaman Hoaks terhadap Kerukunan Masyarakat

Senin, 02 November 2026 | 18:06

Antisipasi Gangguan Selat Hormuz, Chandra Asri Bangun Fasilitas Pengganti Nafta

Senin, 02 November 2026 | 18:02

Program Kemenag Harus Sejalan dengan Visi-Misi Prabowo

Senin, 02 November 2026 | 17:41

Kemenhaj Rekrut Tenaga Pendukung untuk Urus Visa Haji 2027

Senin, 02 November 2026 | 17:34

Ahmad Doli Harap Pimpinan Parpol Segera Bertemu Bahas Gibran

Senin, 02 November 2026 | 17:31

Gibran Tetap Blusukan ke Daerah di Tengah Polemik Putusan MA dan MK

Senin, 02 November 2026 | 17:25

Kesejahteraan Rakyat di Daerah Tambang Nikel Harus jadi Perhatian Pemerintah

Senin, 02 November 2026 | 17:09

Cegah Kekerasan di Pesantren, Kemenag Buka Pelatihan Daring melalui MOOC Pintar

Senin, 02 November 2026 | 17:02

Selengkapnya