Berita

Ilstrasi/Net

Bisnis

Bea Masuk Naik, Harga Minyak Goreng di India Melonjak hingga 15 Persen

SENIN, 18 NOVEMBER 2024 | 10:43 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kenaikan bea masuk impor yang baru-baru ini ditetapkan pemerintah India telah ikut menyebabkan harga minyak goreng seperti kelapa sawit, kedelai, dan bunga matahari melonjak tinggi.

India telah menaikkan bea masuk impor minyak goreng sebesar 20 persen sejak September 2024. Bea masuk untuk minyak mentah dan minyak olahan juga naik dari 5,5 persen menjadi 27,5 persen dan dari 13,75 persen menjadi 35,75 persen.

Dikutip dari Financial Express, Senin 18 November 2024, dalam sebulan terakhir kenaikan harga melonjak lebih dari 10-15 persen di tengah meningkatnya konsumsi di musim pernikahan dan perayaan.


“Konsumsi minyak goreng selama musim pernikahan cukup signifikan,” kata Angshu Mallick, CEO Adani Wilmar Limited, konglomerat makanan dan minuman multinasional India.

“Musim pernikahan tahun ini panjang, mulai dari November hingga Juni. Ada hampir 4,8 juta pernikahan antara November dan Desember saja, yang berarti konsumsi minyak goreng akan tetap kuat,” katanya.

India memenuhi hampir 60 persen kebutuhan minyaknya melalui impor. 

Para ahli mengatakan kenaikan bersih sebesar 22 persen pada minyak mentah dan minyak olahan yang diumumkan pada tanggal 13 September 2024 menyebabkan perusahaan tidak cukup mengimpor selama periode September-Oktober.

Akibatnya, impor minyak nabati India turun sebesar 3,09 persen menjadi 15,96 juta ton selama tahun pemasaran minyak 2023-2024 (dari November hingga Oktober).

Meski mengakui peran musim pernikahan dalam membantu konsumsi minyak goreng, Aditya Agarwal, direktur grup produsen minyak goreng Emami mengatakan harga yang lebih tinggi akan memicu inflasi.

“Konsumsi minyak goreng biasanya tinggi selama musim perayaan. Tahun ini, musim pernikahan juga akan membantu konsumsi. Namun, ada batas kenaikan harga. Kenaikan tajam bersifat inflasif dan akan merugikan permintaan,” katanya. 

Oleh karena itu, sebagian besar perusahaan menaikkan harga secara bertahap, kata para ahli. Sementara tahap pertama kenaikan sekitar 10-15 persen telah dimulai, tahap kedua sekitar 7-10 persen dalam hal kenaikan harga akan dilakukan dalam beberapa bulan mendatang.

"Kenaikan bea masuk baru-baru ini telah menyebabkan kenaikan tajam harga minyak sayur dan kami telah menaikkan harga setidaknya 15 persen sebagai respons terhadap hal yang sama," kata Saugata Gupta, MD & CEO Marico dalam komentar pendapatan kuartal September (Q2) baru-baru ini.

"Namun, saya berharap kenaikan bea masuk tidak memicu volatilitas apa pun di pasar, yang akan menyebabkan hambatan yang disebabkan oleh perdagangan (pengurangan stok)," ujarnya.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

UPDATE

Tom Holland dan Zendaya Bakal Rehat Setelah Spider-Man Brand New Day

Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:52

IAW: Ada Dugaan Intervensi Kasus Dedi Congor

Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:51

Sidang Perdana Praperadilan Febrie Adriansyah Digelar 18 Agustus

Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:42

Prabowo Tinjau Deretan Inovasi BRIN, dari Air Minum Darurat hingga Teknologi Nuklir

Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:35

Komisi III DPR Minta Polisi Ungkap Pemasok Senpi di Yayasan Sekolah Jaksel

Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:28

Partisipasi Bermakna di Black Box Regulasi Kesehatan

Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:15

Amplop Berisi 14 Ribu Dolar Singapura Memang Dikembalikan, tapi Isinya Berkurang

Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:02

Prabowo Tekankan Pentingnya Sains dan Teknologi bagi Masa Depan Bangsa

Kamis, 06 Agustus 2026 | 18:54

Isu Pergantian Kapolri Bisa Merugikan Presiden jika Tidak Hati-Hati

Kamis, 06 Agustus 2026 | 18:53

Food Station Masih Andalkan Laba Bersih dari PSO

Kamis, 06 Agustus 2026 | 18:30

Selengkapnya