Berita

Daging kerbau India/Net

Bisnis

Diduga Ada Monopoli, Distribusi Daging Kerbau India Menuai Polemik

SENIN, 18 NOVEMBER 2024 | 03:20 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Polemik impor daging kerbau India sampai dengan pendistribusian kepada konsumen hingga kini masih banyak diwarnai kejanggalan.

Dalam rangka memenuhi kebutuhan daging dan protein hewani dalam negeri, pemerintah telah membuka keran impor daging kerbau India selama tahun 2024.

Perusahaan pelat merah yakni PT Berdikari dan Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) diketahui mendapat kuota impor sebanyak puluhan ribu ton.


Alhasil, impor yang dilakukan secara bertahap tentunya bisa meningkatkan konsumsi daging sekaligus mewujudkan harga yang terjangkau di masyarakat.

Badan Pangan Nasional (Bapanas) melalui Peraturan Nomor 12/2024 telah menetapkan harga acuan pembelian di tingkat produsen dan penjualan di tingkat konsumen untuk daging kerbau beku sebesar Rp80.000 per kg.

Penelusuran RMOL di beberapa pasar dan outlet distributor daging didapati harga daging kerbau beku tersebut berkisar di atas Rp80.000.

Praktis, tingginya harga itu banyak dikeluhkan para pelaku usaha yang menggunakan daging kerbau sebagai bahan baku produknya.

Salah satunya para pengusaha atau penjual bakso yang turut menjadikan daging kerbau sebagai bahan baku dalam pembuatan bakso.

Hal itu disampaikan Ketua Umum Asosiasi Pedagang Mie dan Bakso (Apmiso) Lasiman. Ia menyatakan keresahannya terhadap kondisi yang terjadi saat ini.

“Kami (dulu) diminta Bulog untuk menyosialisasikan daging kerbau beku untuk pedagang-pedagang bakso. Kami menyosialisasikan dengan biaya sendiri kemudian menyetor ke Bulog,” kata Lasiman kepada RMOL, Minggu, 17 November 2024.

Namun seiring berjalannya waktu, ketika daging kerbau telah tersosialisasi dengan baik, Bulog akhirnya menggunakan distributor resmi yang ditunjuk.

Tentunya distributor yang memiliki modal besar, namun turut memainkan harga daging kerbau di pasaran sehingga menjadi tinggi.

“Akhirnya ketika kami butuh daging kerbau, kami harus ngambil di distributor-distributor pihak ketiga tadi dengan harga yang setinggi-tingginya,” ungkap dia.

Hal itu terjadi beberapa waktu lalu ketika Bulog yang mengambil peran kuota daging kerbau India. Kini, di tangan PT Berdikari, Lasiman memprediksi kondisinya sama bahkan bisa menjadi lebih parah.

“Mestinya pemerintah turun tangan di sini, harga terus dipermainkan. 70 persen pengguna daging tertinggi itu masih kami, pedagang bakso yang saat ini harus beli lewat pihak ketiga (distributor) dengan harga yang tinggi,” bebernya.

Ke depan, Lasiman berharap agar masalah ini bisa diselesaikan oleh pemerintah.

“Ya mudah-mudahan ada pembaruan dan perbaikan dengan pola distribusi daging kerbau,” pungkasnya.

Dugaan monopoli daging kerbau beku ini makin terendus setelah outlet-outlet daging milik distributor lama juga menjual baik eceran maupun wholesale dengan harga di atas standar yang ditetapkan.

Padahal dari informasi yang diperoleh, harga asli daging kerbau dari India hanya berkisar Rp50 ribuan (mengikuti kurs Dolar AS saat ini). Dengan demikian, distributor yang berkolaborasi dengan perusahaan pelat merah tersebut bisa mengeruk banyak keuntungan dan merugikan konsumen.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Janggal, Purbaya Dipecat Setelah Mencopot Ratusan Pejabat Kemenkeu

Senin, 14 September 2026 | 21:57

UPDATE

Suahasil Puji Bea Cukai Setelah Purbaya Tersingkir, Ada Apa Nih?

Minggu, 20 September 2026 | 19:41

Tim Qonun Asasi Sebut Wacana Muktamar Ulang NU Tak Punya Dasar

Minggu, 20 September 2026 | 19:29

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Rusia Gelar Pemilu Parlemen di Wilayah Ukraina yang Diduduki

Minggu, 20 September 2026 | 18:48

Negosiasi dengan Houthi, Solusi Arab Saudi

Minggu, 20 September 2026 | 18:43

Datangi Pospera, Ratusan Warga Minta Turunkan Desil

Minggu, 20 September 2026 | 18:18

Honor Play 11 Resmi Meluncur, Bawa Baterai Jumbo 8.300 mAh

Minggu, 20 September 2026 | 18:06

Timur Tengah Memanas, Trump Cepat-cepat Tinggalkan Camp David

Minggu, 20 September 2026 | 17:50

Apa Itu Perairan Masalembo yang Dijuluki Segitiga Bermuda Indonesia?

Minggu, 20 September 2026 | 17:50

BNI dan Unpad Perkuat Ekosistem Kampus melalui Layanan Digital Terintegrasi

Minggu, 20 September 2026 | 17:28

Selengkapnya