Berita

Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto/Ist

Politik

Hasto Bongkar Ambisi Kekuasaan Bobby Nasution

MINGGU, 17 NOVEMBER 2024 | 21:53 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, mengungkap perjalanan mantan Walikota Medan yang saat ini menjadi Calon Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution dalam kancah politik nasional. Termasuk saat PDIP membesarkan namanya. 

Hal ini diceritakan Hasto di Forum Demokrasi bertajuk “Selamatkan Demokrasi di Sumatera Utara” yang digelar di Kota Medan, Minggu, 17 November 2024. 

“Ketika mau menjadi calon, Bobby Nasution ini saya sekolahkan ke Banyuwangi yakni kepada Abdullah Azwar Anas,” kata Hasto.


Dia menyebut, sikap Bobby saat ini jauh berbeda dari awal masuk politik. Menantu Presiden ke-7 RI Joko Widodo alias Jokowi itu kini terlihat sangat ambisius.

Hasto menilai Bobby tidak memiliki kesetiaan kepada partai bahkan berkhianat. Bobby kini dicap seperti kutu loncat yang berpindah-pindah partai.

“Kami pikir karena beliau menantu presiden, ia merasa itu sudah merupakan karunia luar biasa. Tapi ternyata keinginannya banyak sekali. Maka saya sampaikan kita tidak bisa bersama lagi,” kata Hasto.

Dia juga menyoroti kerusakan demokrasi dalam Pilkada Sumatera Utara yang menurutnya dipenuhi kecurangan. Ia menyebut Pilkada Sumut seolah-olah sudah diatur, mengorbankan nilai demokrasi dan rakyat.

Hasto mengaku mendapat banyak cerita dari rival Bobby di Pilkada Sumut, Edy Rahmayadi. Menurut Edy, kehormatan masyarakat Sumatera Utara telah dirusak oleh ambisi kekuasaan.

“Diusulkan ‘Bagaimana kalau kita shut -down kan saja tim pemenangan kita?’ Coba bayangkan, kalau Partai Coklat dibiarkan terus bergerak, buat apa Pilkada ketika semua sudah diatur?” kata Hasto mengulangi pernyataan Edy Rahmayadi.

Hasto juga mengkritik keluarga Presiden Jokowi yang dianggap “menelan negara” demi kekuasaan. Hasto pun mengajak rakyat melawan kesewenang-wenangan yang masif terjadi.

“Sekali kita membiarkan berbagai kecurangan dalam Pilkada ini, maka sama artinya dengan kita membunuh masa depan Sumatera Utara," pungkas Hasto.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Ijazah Gibran cuma Berdasarkan Surat Keterangan Penyetaraan

Kamis, 24 September 2026 | 04:29

Marselino Ferdinan Resmi Gabung Persija

Kamis, 24 September 2026 | 04:13

Pemerintah Utamakan Pembinaan Bukan Tindakan Hukum soal Wajib Halal

Kamis, 24 September 2026 | 04:00

Muktamar NU Tercoreng Dugaan Duit RP480 Miliar

Kamis, 24 September 2026 | 03:38

Rano Karno Bidik Jakarta Jadi Kota Sinema

Kamis, 24 September 2026 | 03:28

Industri Percetakan Jadi Pilar Ekonomi Kreatif Indonesia

Kamis, 24 September 2026 | 03:12

Ternyata KPU Tak Verifikasi Ijazah Gibran

Kamis, 24 September 2026 | 02:54

Kevin Diks Resmi Kapten Timnas Garuda

Kamis, 24 September 2026 | 02:31

Peran Negara terhadap Transformasi Teknologi Digital dan Amputasi Data

Kamis, 24 September 2026 | 02:14

Indonesia Tambah Lima Perunggu di Asian Games 2026

Kamis, 24 September 2026 | 01:31

Selengkapnya