Berita

Prabowo dan Xi Jinping. /Ist Doc Gerindra

Politik

Pengamat Soroti Diplomasi Indonesia-China: Mutual Benefit atau Asymmetric Relation?

SABTU, 16 NOVEMBER 2024 | 11:22 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Hubungan diplomasi Indonesia dengan China yang dinilai perlu dikaji lebih mendalam. 

Dosen Universitas Paramadina, Dr. Peni Hanggarini, berpandangan bahwa diplomasi internasional seharusnya berorientasi pada kepentingan nasional, bukan didasarkan pada transaksi bisnis atau kepentingan lain yang tidak relevan.  

Peni pun mempertanyakan apakah pernyataan bersama (joint statement) antara Indonesia dan China baru-baru ini benar-benar mencerminkan hubungan saling menguntungkan (mutual benefit) atau justru hubungan asimetris (asymmetric relation).  


“Hal itu jadi pertanyaan mendasar karena menyangkut hubungan ke depan dengan China,” kata Peni dalam keterangannya, Sabtu, 16 November 2024. 

Menurutnya, harus dipastikan betul apakah ada kesetaraan dalam hubungan Indonesia-China, dan apakah Indonesia benar-benar mendapatkan keuntungan dari perjanjian tersebut. 

“Meskipun dalam hal power dan ekonomi Indonesia masih di bawah China," ujarnya.  

Ia juga mengungkapkan perlu mencari kesamaan kepentingan antara kedua negara untuk memastikan keberlanjutan hubungan diplomasi. 

“Kalau ada kesamaan dalam kepentingan maka pasti diplomasi akan berjalan terus. Lalu taktik apa yang bisa dimainkan?” tuturnya. 

Dalam konteks kemitraan ekonomi, Peni menggarisbawahi bahwa China saat ini merupakan investor kedua terbesar di Indonesia, setelah Singapura. 

Selain itu, neraca perdagangan antara kedua negara dinilai tidak terlalu buruk, menunjukkan adanya potensi hubungan yang saling menguntungkan jika dikelola dengan baik.  

Ia pun menekankan pentingnya memanfaatkan diplomasi yang optimal dalam menjalin kemitraan dengan China, terutama di tengah dinamika global yang semakin kompleks.

Prabowo melakukan pertemuan dengan Presiden China Xi Jinping pada Sabtu, 9 November 2024. Keduanya menyampaikan komitmen untuk mempererat hubungan di berbagai bidang dan kunjungan itu menghasilkan perjanjian investasi baru senilai 10 miliar dolar AS atau Rp157 triliun.

Setelah menyelesaikan kunjungannya di Beijing, Prabowo terbang dan tiba di Pangkalan Militer Andrews, Washington DC, Amerika Serikat, Minggu, 10 November 2024, sekitar pukul 16.00 waktu setempat.

Dalam kunjungan resminya, Prabowo diagendakan untuk melakukan sejumlah pertemuan diantaranya dengan Presiden AS, Joe Biden dan tidak menutup kemungkinan akan bertemu dengan presiden terpilih Donald Trump.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Direksi BUMN Butuh Kepastian Hukum, Bukan Kekebalan

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:59

Menkop dan Wantimpres Rocky Gerung Hadiri Pra Kongres Syarikat Islam ke-42

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:50

Kakak Kandung Ridwan Kamil Dicecar KPK soal Kasus Korupsi bjb

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:46

IHSG Menguat 1,36 Persen, Rupiah Masih Dibayangi Konflik Timur Tengah

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:38

Legislator PDIP Ungkap Sejumlah Isu yang Dibahas dalam Revisi UU Pemilu

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:21

BOP Pantura Bentukan Prabowo untuk Jaga Kawasan Pesisir

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:04

Perampasan Aset Tanpa Pemidanaan Rentan Disalahgunakan

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:56

Warek Unsoed Dicecar KPK soal Mekanisme PMB Jalur Mandiri

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:37

Fitch Pertahankan Rating Tertinggi BTN, Peran di Program 3 Juta Rumah jadi Kunci

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:35

GWS Dorong UMKM jadi Ruang Perempuan Perkuat Peran Ekonomi

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:25

Selengkapnya