Berita

Ilustrasi Foto: Gedung Kejaksaan Agung/RMOL

Politik

Kejaksaan Perlu Berbenah dan Jangan Anti Kritik

JUMAT, 15 NOVEMBER 2024 | 23:01 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Kritik pedas yang dilontarkan jaksa fungsional di Kejaksaan Negeri (Kejari) Tapanuli Selatan Jovi Andrea Bachtiar, seharusnya menjadi masukan yang berharga bagi internal Kejaksaan Agung (Kejagung).

Sebaliknya Kejagung bukan malah menindak anak buahnya itu yang melontarkan kritik.

Analis politik dari UIN Syarif Hidayatullah Dedi Kurnia Syah menuturkan, adanya kritik dari internal, seharusnya Kejaksaan Agung melakukan bersih-bersih anak buahnya yang melakukan penyalahgunaan wewenang maupun fasilitas negara. 


“Dengan adanya tuntutan pada pengkritik yang notabene pegawai sendiri jelas ini makin mengkhawatirkan, kejaksaan perlu berbenah, dan tidak seharusnya anti kritik,” kata Dedi Kurnia Syah kepada Kantor Berita Politik dan Ekonomi RMOL, Jumat, 15 November 2024.

Menurutnya, jika Kejagung tidak mampu menerima kritik dari dalam, maka dapat dipastikan penegakkan hukum di Indonesia bakal hancur dan hilang kepercayaan dari masyarakat.

“Negara ini akan hancur dengan sendirinya jika penegak hukumnya tidak menghormati hukum,” tutupnya.

Jaksa fungsional di Kejari Tapanuli Selatan Jovi Andrea Bachtiar, ditangkap dan menjadi tersangka kasus dugaan pencemaran nama baik.

Ia menuduh mobil milik Kajari digunakan untuk berpacaran oleh Nella Marissa selaku staf Kajari.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Khalid Basalamah Ngaku Hanya jadi Korban di Kasus Yaqut

Kamis, 23 April 2026 | 20:16

Laba BCA Tembus Rp14,7 Triliun

Kamis, 23 April 2026 | 20:10

Singapura Masih jadi Investor Terbesar RI, Suntik Rp79 Triliun di Awal 2026

Kamis, 23 April 2026 | 20:04

TNI-Polri Buru Anggota OPM Penembak ASN di Yahukimo

Kamis, 23 April 2026 | 19:43

Hilirisasi Sumbang Rp147,5 Triliun Investasi di Triwulan I 2026

Kamis, 23 April 2026 | 19:26

Bareskrim Gandeng FBI Buru Ribuan Pembeli Alat Phising Ilegal

Kamis, 23 April 2026 | 19:17

Jemaah Haji Terima Uang Saku 750 Riyal dari BPKH

Kamis, 23 April 2026 | 19:15

Data Rosan Ungkap Investasi RI Lepas dari Cengkeraman Jawa-Sentris

Kamis, 23 April 2026 | 19:02

PLN Pastikan Listrik Jakarta Sudah Pulih 100 Persen

Kamis, 23 April 2026 | 18:56

Idrus Marham Sindir JK: Jangan Klaim Jasa, Biarlah Sejarah Menilai

Kamis, 23 April 2026 | 18:41

Selengkapnya