Berita

Menteri Perdagangan Budi Santoso didampingi Dirjen Perundingan Perdagangan Internasional Kemendag, Djatmiko Bris Witjaksono dalam pertemuan bilateral dengan Sekretaris Perdagangan dan Pembangunan Ekonomi Hong Kong, Algernon Yau, di Lima, Peru/Dok Kementerian Perdagangan

Bisnis

Optimalkan Perdagangan Indonesia-Hong Kong, Mendag Dorong Peningkatan Investasi Sektor Berorientasi Ekspor

JUMAT, 15 NOVEMBER 2024 | 16:43 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Potensi perdagangan dan investasi Indonesia–Hong Kong, dapat dilakukan melalui kerja sama konstruktif  antara kedua negara. Sehingga diharapkan adanya peningkatan minat investor Hong Kong di sektor yang berorientasi ekspor. 

Menteri Perdagangan, Budi Santoso, menyampaikan hal itu pada pertemuan bilateral dengan Sekretaris Perdagangan dan Pembangunan Ekonomi Hong Kong, Algernon Yau. Pertemuan bilateral berlangsung pada Rabu waktu setempat, 13 November 2024, di Lima, Peru, di sela-sela APEC Economic Leaders’ Week (AELW) 2024. 

Dalam pertemuan itu, Mendag Budi didampingi Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Kemendag, Djatmiko Bris Witjaksono.


“Kerja sama konstruktif antara Indonesia dan Hong Kong dapat dilakukan untuk mengoptimalkan potensi perdagangan kedua negara. Selain itu, Indonesia berharap investor Hong Kong dapat berinvestasi pada sektor-sektor berorientasi ekspor, seperti kesehatan, makanan, dan perikanan, ” kata Mendag Budi, melalui keterangannya, Jumat, 15 November 2024. 

Pada pertemuan bilateral tersebut, Mendag juga mengapresiasi asistensi teknis dan program peningkatan kapasitas  yang diberikan Hong Kong melalui program kerja sama ekonomi dan teknis (ecotech) sebagai bagian dari Perjanjian Perdagangan Bebas ASEAN-Hong Kong (Hong Kong, China Free Trade Agreement/AHKFTA). 

Tidak hanya itu, Mendag Budi juga menyambut baik perpanjangan program tersebut hingga 2029.

“Indonesia mencatat kesuksesan program tersebut untuk memperkuat kapasitas pemangku kepentingan dan membina hubungan antara UKM dan pejabat dari ASEAN maupun Hong Kong,” tambah Budi. 

Sementara itu, Hong Kong menawarkan program beasiswa di bidang sains, arsitektur, akuntansi, dan hukum di   lima Universitas ternama di negara tersebut. Masyarakat Indonesia dapat memanfaatkan penawaran beasiswa tersebut. 

Pada Januari-September 2024, total perdagangan kedua negara mencapai 15,14 miliar dolar AS dengan ekspor Indonesia ke Korea Selatan 8,17 miliar dolar AS dan impor Indonesia dari Korea Selatan sebesar 6,97 miliar dolar AS. 

Pada 2023, total perdagangan kedua negara mencapai 20,83 miliar dolar AS. Ekspor Indonesia ke Korea Selatan tercatat 10,30 miliar dolar AS dan impor Indonesia dari Korea Selatan sebesar 10,53 miliar dolar AS. 

Korea Selatan merupakan negara tujuan ekspor ke-8 dan negara asal impor ke-6 bagi Indonesia. Komoditas ekspor utama Indonesia ke Korea Selatan yaitu batu bara, gas alam, bijih tembaga, LCD dan LED, serta amonia. 

Sedangkan produk impor utama Indonesia dari Korea  Selatan, yaitu bahan bakar diesel otomotif, bagian sirkuit  elektronik terpadu, station wagon dan mobil sport, penggerak motor, serta prosesor sirkuit elektronik terpadu. 

Sementara itu, investasi Korea Selatan ke Indonesia pada 2023 tercatat sebesar 2,5 miliar dolar AS. Nilai ini meningkat 10,66 persen dibandingkan tahun 2022.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Kapolri Resmikan Laboratorium Uji Seragam untuk Tingkatkan Perlindungan

Rabu, 13 Mei 2026 | 00:17

MK Tolak Gugatan UU IKN, Ibu Kota RI Tetap Jakarta

Rabu, 13 Mei 2026 | 00:00

Menhut Gaungkan Pengakuan Hutan Adat di Markas PBB

Selasa, 12 Mei 2026 | 23:39

Rupiah Babak Belur, BI Kembali Sebut Kebutuhan Dolar Membludak

Selasa, 12 Mei 2026 | 23:12

Eks Kasat Narkoba Polres Kutai Barat Diduga jadi Kaki Tangan Bandar Narkoba Kelas Kakap

Selasa, 12 Mei 2026 | 22:49

Laut dan Manusia Harus Saling Menjaga

Selasa, 12 Mei 2026 | 22:39

Bleng-Blengan Sawah Blora, Cara Lama Petani Usir Tikus

Selasa, 12 Mei 2026 | 22:28

Peradilan Berjalan, GMNI Tetap Minta Dibentuk TGPF Kasus Andrie Yunus

Selasa, 12 Mei 2026 | 22:16

Menkop dan Wakil Panglima Kompak Kawal Operasional Kopdes

Selasa, 12 Mei 2026 | 22:10

Masa Depan Hotel Mewah dan Pariwisata di Indonesia Tourism Xchange 2026

Selasa, 12 Mei 2026 | 22:01

Selengkapnya