Berita

Ilustrasi (Foto: bakrie-brothers.com)

Bisnis

Saham Bakrie Ambruk, IHSG Tenggelam 1,29 Persen

JUMAT, 15 NOVEMBER 2024 | 05:13 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Gagal bertahan positif dalam sesi perdagangan kemarin, indeks harga saham gabungan (IHSG) kembali terhajar tekanan jual agresif dalam menjalani sesi pagi hari keempat pekan ini, Kamis, 14 November 2024. 

Sentimen dari kembali lesunya sesi perdagangan di Wall Street menjadi latar sikap pelaku pasar untuk beralih pesimis.

Serangkaian laporan yang berhasil dihimpun menunjukkan, sentimen kemenangan Donald Trump dalam Pilpres AS yang masih menyita perhatian investor. 


Namun kecenderungan pelaku pasar untuk menahan diri dari aksi akumulasi lebih lanjut di Wall Street akibat rilis data inflasi terkini yang dinilai tak akan memberikan perubahan pada kebijakan The Fed.

Aksi akumulasi tertahan, dan gerak jndeks di rentang moderat menjadi sulit dihindarkan. Hingga sesi perdagangan ditutup, indeks DJIA (Dow Jones Industrial Average) naik tipis 0,11 persen di 43.958,19, sementara indeks S&P500 naik sangat tipis 0,02 persen di 5.985,38 dan indeks Nasdaq yang tergelincir turun moderat 0,2 persen di 19.230,72. 

Penutupan Wall Street ini akhirnya dinilai sebagai sikap ragu investor dalam mengambil langkah, dan pelaku pasar di Asia akhirnya terseret dalam keraguan tersebut.

Kebimbangan di Asia terlihat dari kecenderungan indeks yang terjebak di rentang sempit pada sepanjang sesi perdagangan hari ini. 

Minimnya sentimen yang tersedia menambah sulit pelaku pasar untuk keluar dari keraguan. Hingga sesi perdagangan berakhir, indeks Nikkei (Jepang) turun 0,48 persen di 38.535,7, sedangkan indeks ASX200 (Australia) menguat 0,37 persen di 8.224 dan indeks KOSPI (Korea Selatan) flat alias naik sangat tipis 0,07 persen di 2.418,86.

Situasi yang cenderung kurang bersahabat tersebut kemudian bertaransformasi dalam menjadi sikap pesimis di bursa saham Indonesia. 

Pelaku pasar di Jakarta terkesan mencoba memaksimalkan tekanan jual usai tertahan di sesi perdagangan kemarin. Tekanan jual yang menderas kemudian menghajar IHSG jatuh dalam jurang koreksi. 

Pantauan memperlihatkan, kinerja IHSG yang konsisten menginjak zona pelemahan signifikan di sepanjang sesi perdagangan hari ini.

IHSG kemudian menutup sesi dengan runtuh curam 1,29 persen di 7.214,56 atau semakin meninggalkan level psikologis nya di 7.300. 

Pantauan lebih jauh menunjukkan, kinerja saham unggulan yang berkontribusi sangat signifikan pada kemerosotan IHSG kali ini. 

Hampir seluruh saham unggulan yang masuk dalam jajaran teraktif ditransaksikan terjungkal curam, seperti: BBRI, BMRI, BBCA, BBNI, TLKM, ASII, INDF, ICBP, ADRO, UNTR, LSIP, JSMR serta PGAS.

Empat Saham Bakrie Bertumbangan


Saham unggulan tercatat hanya menyisakan ITMG dan  ISAT yang masih mampu bertahan di zona hijau. Pantauan terkait juga memperlihatkan, keruntuhan IHSG yang juga dikontribusi cukup signifikan oleh kinerja saham-saham group Bakrie.

Empat saham grup konglomerasi Bakrie kompak berbalik rontok tajam di sesi kali ini, yaitu BUMI turun 1,82 persen di Rp161, BRMS turun 5,45 persen di Rp416, DEWA turun 8,82 persen di Rp124, dan ENRG turun 4,22 persen di Rp272. 

Catatan juga menunjukkan, BRMS dan  BUMI yang masuk dalam empat besar saham  teraktif ditransaksikan berdasar nilai perdagangan.

Catatan RMOL menunjukkan, gerak runtuh saham-saham Bakrie yang bisa dinilai sekedar koreksi teknikal akibat telah menjalani serangkaian lonjakan sangat tajam dalam beberapa pekan terakhir.

Trump Persulit Rupiah

Situasi seiring juga terjadi di pasar valuta, di mana nilai tukar Rupiah kembali terhajar tekanan jual cukup signifikan. 

Rupiah yang sempat berupaya kukuh bertahan di zona penguatan tipis pada sesi perdagangan kemarin, kini harus turut terseret suram bersama seluruh mata uang Asia.

Pantauan menunjukkan, kinerja nilai tukar mata uang utama dunia yang kembali anjlok pada sesi perdagangan Rabu malam waktu Indonesia Barat. 

Kerontokan mata uang utama dunia tersebut masih berlanjut hingga sesi perdagangan di Asia siang ini. 

Sentimen kemungkinan kebijakan yang diambil Trump masih menjadi keprihatinan pelaku pasar. Nilai tukar Euro, Poundsterling, Dolar Kanada dan Dolar Australia kompak mencetak titik terlemah barunya dan bertahan hingga sore ini.

Sementara sentimen dari rilis data inflasi terkini AS yang sesuai dengan ekspektasi pelaku pasar gagal menyelamatkan pasar global dari sikap pesimis. 

Laporan sebelumnya menyebutkan, otoritas AS yang mengklaim inflasi sebesar 0,3 persen pada Oktober lalu. Besaran inflasi tersebut diyakini akan mengukuhkan langkah The Fed untuk menurunkan suku bunga dalam kisaran moderat.

Namun sentimen kemenangan Trump dengan mudah menepis sentimen kinerja inflasi tersebut.

Konsekuensinya, mata uang Asia tidak memiliki pilihan untuk turut terhajar koreksi meski telah melemah di sesi perdagangan kemarin. 

Kinerja tersuram Asia dicatatkan mata uang Ringgit Malaysia yang sempat rontok hingga kisaran 0,9 persen. Rupiah, yang pada sesi kemarin mampu bertahan di zona kenaikan tipis, akhirnya tak berdaya jatuh dalam jurang koreksi. Hingga ulasan ini disunting, Rupiah tercatat diperdagangkan di kisaran Rp15.850 per Dolar AS atau runtuh signifikan 0,51 persen.

Tiadanya suntikan sentimen domestik semakin mengukuhkan sikap pelaku pasar untuk jatuh dalam pesimisme sebagaimana telah berlangsung di pasar global.



Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Tourism Malaysia Gencarkan Promosi Wisata di Tiga Kota Indonesia

Selasa, 28 April 2026 | 10:20

DPR Desak Evaluasi Nasional Perlintasan Sebidang Usai Tabrakan Kereta di Bekasi

Selasa, 28 April 2026 | 10:13

Bus Shalawat Gratis 24 Jam Disiapkan untuk Jemaah Haji di Makkah

Selasa, 28 April 2026 | 10:09

Update Korban Jiwa Tabrakan KA di Bekasi Bertambah Jadi 14 Orang

Selasa, 28 April 2026 | 10:00

Prabowo Minta Segera Investigasi Kasus Tabrakan Kereta Bekasi

Selasa, 28 April 2026 | 09:56

Lokomotif Argo Bromo Berhasil Dipindahkan, Tim SAR Fokus Evakuasi Korban

Selasa, 28 April 2026 | 09:53

Purbaya Pede IHSG Bisa Terbang 28.000, Pasar Langsung Terkoreksi

Selasa, 28 April 2026 | 09:51

Dinamika Global Tekan Indeks DXY ke Level 98,45 Jelang Keputusan Federal Reserve

Selasa, 28 April 2026 | 09:48

Kopdes Jadi Instrumen Capai Nol Kemiskinan Ekstrem

Selasa, 28 April 2026 | 09:39

Imbas Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Belasan Perjalanan KA Jarak Jauh dari Jakarta Resmi Dibatalkan

Selasa, 28 April 2026 | 09:27

Selengkapnya