Berita

Garuda Indonesia/Net

Bisnis

Jelang RUPSLB, Bagaimana Nasib Garuda Indonesia?

RABU, 13 NOVEMBER 2024 | 08:38 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. (GIAA) akan menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Jumat, 15 November 2024 mendatang. 

Berdasarkan keterbukaan informasi yang dikutip Rabu 13 November 2024, agenda RUPSLB akan digelar di Bandara Internasional Soekarno – Hatta, Tangerang, dengan mata acara perubahan susunan pengurus.

Beredar kabar yang menyebutkan bahwa salah satu yang akan digeser adalah Direktur Utama Irfan Setiaputra.  


Rencana perubahan jajaran kepengurusan GIAA dilakukan di tengah kinerja keuangan yang masih membukukan rugi. 

GIAA  adalah maskapai penerbangan niaga tertua dan menjadi nomor satu. Namun, beberapa tahun belakangan, Garuda Indonesia mengalami kemunduran.


Pendapatan Meningkat tapi Rugi Bersih Membengkak

GIAA memang mencatatkan peningkatan pendapatan usaha sebesar 14,72 persen secara tahunan (year on year/yoy). Di sembilan bulan pertama 2024 pendapatan GIAA menjadi 2,56 miliar Dolar AS, naik dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yang tercatat sebesar 2,23 miliar Dolar AS. 

Namun begitu, di kuartal III tahun ini, GIAA masih terus mengalami kerugian, di mana rugi bersih  mencapai 131,22 juta Dolar AS atau setara Rp2,06 triliun (kurs Rp15.672 per Dolar AS).

Angka ini membengkak dibandingkan rugi bersih periode yang sama tahun sebelumnya, yaitu 72,38 juta Dolar AS atau Rp1,13 triliun.

Rugi bersih GIAA yang membengkak itu terjadi seiring dengan beban usaha yang juga naik sebesar 19,6 persen yoy menjadi 2,38 miliar Dolar AS per kuartal III/2024. Beban keuangan GIAA juga naik 10,78 persen yoy menjadi 374,33 juta Dolar AS.

Irfan Setiaputra mengatakan GIAA memang masih membukukan kerugian. Namun, ia berdalih, GIAA telah meraup laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) yang positif sebesar 685,81 juta Dolar AS. Raupan EBITDA tersebut, menurut Irfan, menggambarkan kinerja operasional perusahaan yang sudah kembali sehat.

Mengenai rencana perombakan jajaran direksi dalam RUPSLB mendatang, Irfa mengatakan, ia tidak akan mempermasalahkan hasil RUPSLB besok. Dia mengatakan jajaran direksi periodenya akan tetap bersikap profesional apabila forum menghendaki perubahan.

Irfan Setiaputra mengatakan jajaran direksi yang ia pimpin juga tak akan banyak bertanya, termasuk apabila kursi Direktur Utama Garuda Indonesia akan ditempati sosok baru. 


Integrasi ke InJourney Tersendat

Garuda Indonesia merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang saat ini sedang dipersiapkan untuk bergabung ke dalam Holding BUMN Aviasi dan Pariwisata, InJourney. Namun, rencana tersebut ternyata belum bisa diselesaikan dalam waktu dekat. 

Kementerian BUMN menyebutkan, beberapa hal yang perlu diatasi sebelum Garuda Indonesia bergabung dengan InJourney adalah meyelesaikan masalah keuangan. Hingga kini, rencana penggabungan tersebut masih terus dikaji secara mendalam.

Irfan sendiri mengatakan, penggabungan Garuda ke dalam InJourney tidak dapat diselesaikan dalam waktu dekat karena masih banyak persoalan yang perlu dibereskan.

Kementerian BUMN membentuk Holding PT Aviasi Pariwisata Indonesia atau InJourney pada Oktober 2021, yang merupakan ekosistem pariwisata multi sektor yang memberikan layanan bandar udara dan kargo, destinasi pariwisata, hotel hingga manajemen retail produk serta industri kreatif.

InJourney memiliki anak perusahaan, di antaranya PT Angkasa Pura I; PT Angkasa Pura II; PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko; PT Hotel Indonesia Natour’ ITDC; dan PT Sarinah. 

GIAA berada di posisi ke-34 dalam daftar World's Top 100 Airlines 2024 Skytrax. Peringkat ini menurun dibandingkan dengan tahun lalu yang berada di posisi ke-30.


Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

Praperadilan Dokter Tifa Ditolak, Ini Pertimbangan Hakim

Jumat, 21 Agustus 2026 | 10:25

UPDATE

8.620 Hektare Lahan Kalsel Terbakar, Pemadaman Terganjal Krisis Air

Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:24

BRImo Taiwan Manjakan Diaspora dan PMI Kelola Keuangan

Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:15

Temuan Bibit Sawit Bongkar Motif Karhutla Bukan Semata karena El Nino

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:52

ISPA dan Rabies Mulai Mengancam Ribuan Pengungsi Gempa NTT

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:39

Tolak Demo Berbau Provokasi di DPR, Jaga Jakarta!

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:23

Magang Pengurus KDKMP Replikasi Model Bisnis Berbasis Potensi Desa

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:12

Masa Iddah Politik Calon Ketum PBNU: Bolehkah Perkum Menambah Syarat?

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:06

Menuju Muktamar NU, Nahdliyin Berharap Sejarah 2015 Tak Terulang

Minggu, 23 Agustus 2026 | 20:31

Gebu Minang-Hanura Terbangkan 3,6 Ton Rendang Buat Korban Gempa NTT

Minggu, 23 Agustus 2026 | 20:28

Obligasi Sosial Berkelanjutan BRI Raih IDX Channel Anugerah ESG 2026

Minggu, 23 Agustus 2026 | 20:16

Selengkapnya