Berita

Jurubicara pasangan Calon Gubernur (Cagub) Bustami Hamzah-M Fadhil Rahmi, Hendra Budian/Dok Pribadi

Nusantara

Ancaman terhadap Sekretaris RKB Aceh Tamiang Rusak Demokrasi

SELASA, 12 NOVEMBER 2024 | 16:34 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Ancaman pembunuhan terhadap Sekretaris relawan Rumah Kita Bersama (RKB) Aceh Tamiang, Safwan, dikecam oleh Jurubicara pasangan Calon Gubernur (Cagub) Bustami Hamzah-M Fadhil Rahmi, Hendra Budian.

Ditegaskan Hendra, hal tersebut merupakan pelanggaran serius terhadap prinsip-prinsip demokrasi, hak kebebasan berpendapat dan kebebasan memilih yang sah. 

“Pelaksanaan Pilkada ini menganut asas demokrasi yang dijamin Undang-undang. Pak Bustami Hamzah dan tim menentang segala bentuk ancaman atau intimidasi yang merusak kebebasan memilih di Aceh. Di mana setelah perdamaian seharusnya seluruh rakyat Aceh bisa memilih sesuai nurani masing-masing dengan aman dan damai,” kata Hendra Budian, diwartakan RMOLAceh, Selasa, 12 November 2024. 


Hendra mengapresiasi kesetiaan Safwan berjuang membawa perubahan untuk Aceh yang lebih baik. Meskipun menghadapi ancaman serius, Safwan dan relawan Bustami–Syech Fadhil di Aceh Tamiang tetap menunjukkan keberaniannya dalam menghadapi intimidasi. 

“Kami tentu sangat mengapresiasi keteguhan hati Bang Safwan yang telah bersikukuh mempertahankan dukungannya terhadap paslon Bustami-Syech Fadhil, meskipun menghadapi ancaman serius,” ucap Hendra. 

Fakta tersebut, lanjut Hendra, menunjukkan bahwa intimidasi dan ancaman tidak melemahkan semangat tim relawan, melainkan justru menguatkan komitmen RKB untuk mendukung pasangan Bustami-Syech Fadhil yang dinilai lebih layak memimpin Aceh ke depan.

Hendra juga mengajak semua pihak agar menunjukkan kedewasaan berpolitik dengan berkompetisi secara sehat seperti yang selama ini diperlihatkan calon gubernur Bustami Hamzah.

“Om Bus selalu menekankan bahwa kita tidak ingin mengalahkan orang lain, tetapi mencari cara bagaimana supaya kita bisa menang tanpa menghalalkan segala cara,” ujar Hendra. 

Hendra menambahkan, persaingan politik, adalah hal yang wajar dalam demokrasi. Namun, tidak boleh menimbulkan ketakutan atau intimidasi terhadap siapa pun. 

Menurut Hendra, ancaman terhadap tim relawan Bustami bukan kali ini saja terjadi. Sebelumnya, relawan Bustami di Gampong Cot Kruet, Kecamatan Makmur, Bireuen, juga menjadi korban intimidasi. 

Kebun cabai milik relawan Bustami seluas 1.200 meter persegi diobrak-abrik orang tak dikenal pada Sabtu malam, 19 Oktober 2024. Amir menduga kuat perusakan kebun cabai miliknya lantaran 3 hari sebelumnya dia memasang spanduk pasangan calon gubernur Aceh Bustami-Syech Fadhil di kampungnya. Kasus tersebut sudah dilaporkan ke pihak kepolisian pada Minggu 20 Oktober 2024.

“Selain itu, kami juga mendapat laporan dari daerah, masih terjadi perusakan terhadap baliho dan alat peraga kampanye pasangan Bustami–Syech Fadhil. Ini menunjukkan bahwa ada pihak-pihak yang takut akan kekuatan dukungan rakyat terhadap Pak Bustami,” ujar Hendra. 

Hendra meyakini pihak kepolisian tidak akan membiarkan persoalan ini berlarut-larut. 

"Kami berkomitmen menjadikan keselamatan pendukung Pak Bustami sebagai prioritas,” tegas mantan anggota DPR Aceh itu. 

Kepada para relawan dan pendukung Bustami, Hendra mengajak agar tidak terprovokasi dan tetap fokus pada kampanye yang damai dan positif.  

“Intimidasi tidak akan mempengaruhi semangat tim. Kawan-kawan di lapangan justru lebih bersemangat untuk mendukung Bustami-Syech Fadhil agar Aceh bisa memiliki pemimpin yang peduli pada keadilan, demokrasi, dan keamanan warganya,” pungkas Hendra Budian.

Sebelumnya, Sekretaris Relawan Rumah Kita Bersama (RKB) Aceh Tamiang, Safwan, dikabarkan mendapat ancaman dibunuh oleh kelompok yang mengaku KPA Wilayah Aceh Tamiang, Ahad, 10 November 2024. Ketua RKB Aceh Tamiang, Asrizal H Asnawi mengatakan, peristiwa pengancaman tersebut terjadi di salah satu warung kopi di kawasan Karang Baru.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

UPDATE

Menag Sampaikan Salam Presiden Prabowo kepada Peserta Zikir dan Doa Kebangsaan

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 20:09

Jelang Zikir dan Doa Kebangsaan, Puluhan Ribu Umat Mulai Padati Kawasan Monas

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 19:48

Poros Tengah NU: Jalan Pemersatu, Menjaga Marwah, dan Kedaulatan Jam’iyah

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 18:50

Tim 9 Geledah Rumah Febrie Adriansyah di Kebayoran Baru

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 17:47

Tak Sekadar Bendungan, Menteri Dody Punya Rencana Matang Tangkal Kekeringan

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 17:23

Azis Husaini Resmi Menjadi Nahkoda Baru RMOL.ID, Media Ekonomi dan Politik

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 16:43

Brigade Pangan KAMMI Bersambut Sambas Dukung PM-AAS

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 16:29

Warga Kupang: Terima Kasih Pak Jokowi!

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 15:49

Korupsi Masih jadi Tantangan Terbesar Demokrasi Indonesia

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 15:07

Garuda Indonesia Pertahankan Kendali GMF di Tengah Kuasi Reorganisasi

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 14:56

Selengkapnya