Berita

Ilustrasi/Net

Bisnis

Tujuh BUMN Jumbo di Bawah Danantara dengan Nilai Aset Besar, Ini kata Erick

SELASA, 12 NOVEMBER 2024 | 07:07 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pemerintah resmi membentuk Badan Pengelolaan Investasi Daya Anagata Nusantara, atau Danantara. 

Lembaga baru yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto ini digadang-gadang menjadi cikal bakal superholding BUMN di Indonesia.

Awalnya, Danantara ini akan diresmikan oleh Prabowo pada 8 November 2024, tetapi akhirnya dibatalkan karena bersamaan dengan jadwal kunjungan Prabowo ke beberapa negara. 


Kepala BP Danantara, Muliaman Darmansyah Hadad yang juga adalah mantan Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan peresmian Danantara akan dilakukan sepulangnya Prabowo dari  lawatan tersebut. 

Danantara akan menjadi lembaga pengelola investasi Indonesia yang lebih luas dari anggaran pemerintah. Tujuan pembentukannya untuk mengoptimalkan pengelolaan aset negara dengan skala besar dan koordinasi yang lebih baik. 

Dari dokumen profil BP Investasi Danantara yang dilihat redaksi, disebutkan bahwa Danantara dibentuk untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi yang tinggi, inklusif, dan berkualitas selama lima tahun ke depan. 

Danantara diharapkan dapat menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi, dengan mengkonsolidasikan aset-aset penting dan mengoptimalkan entitas kekayaan negara untuk meningkatkan kesejahteraan nasional dan daya saing global. 

Berdasarkan dokumen itu juga  disebutkan ada tujuh BUMN yang akan berada di bawah pengelolaan Danantara, yaitu PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, dan PT PLN (Persero).

Lalu, PT Pertamina (Persero), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, dan holding BUMN pertambangan MIND ID.

Selain tujuh BUMN tersebut, Indonesia Investment Authority (INA) juga akan dikonsolidasikan ke BP Investasi Danantara.

Nantinya, Danantara dibidik bisa mengelola assets under management (AUM) yang mencapai 600 miliar Dolar AS atau setara Rp9.502 triliun dari konsolidasian 7 BUMN plus INA tersebut.

Dokumen tersebut mengungkapkan bahwa Tujuh BUMN tersebut memiliki AUM yang berbeda. 

Bank Mandiri Rp2.174 triliun, BRI Rp1.965 triliun, PLN Rp1.671 triliun, Pertamina Rp1.412 triliun. 

Kemudian BNI sekitar Rp1.087 triliun, Telkom Indonesia sekitar Rp318 triliun, dan MIND ID sekitar Rp259 triliun. Serta ditambah INA dengan AUM sekitar Rp163 triliun.

Disebutkan bahwa aset dalam pengelolaan nantinya bisa meningkat hingga 982 miliar Dolar AS atau sekitar Rp15.552 triliun setelah aset negara lainnya masuk dalam portofolio Danantara. Dengan angka sebesar itu  menjadikan Danantara sebagai SWF terbesar keempat di dunia. 

Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, hal tersebut bukan berarti Danantara hanya mengelola BUMN dengan aset yang besar, sementara Kementerian BUMN hanya mengelola BUMN kecil.

Ia menekankan bahwa hingga saat ini belum jelas apakah Danantara akan dibentuk sebagai BUMN, SWF, atau lembaga lainnya.

Erick Thohir mengatakan Danantara merupakan salah satu visi Prabowo. Pihaknya mendukung rencana tersebut. Pembentukan Danantara telah sesuai dengan roadmap atau peta jalan BUMN yang sudah berjalan hampir dua tahun.

“Ketika banyak [BUMN] yang sehat ini mau dikonsolidasikan ya enggak apa-apa. Memang garis tangan saya restrukturisasi, sehingga yang sisa nanti kami restrukturisasi. Jadi, kompleksitas kajiannya sedang dibahas,” ujar Erck di Gedung Kementerian BUMN, Jakarta, pekan lalu. 

Erick juga memandang kehadiran Danantara mencerminkan kinerja BUMN semakin baik setelah 5 tahun terakhir berkutat pada restrukturisasi.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Dua Tahun Cukup bagi Prabowo Mengasuh Geng Solo

Selasa, 13 Oktober 2026 | 13:43

UPDATE

Bursa Asia Tertekan, Kospi Anjlok Lebih 2 Persen

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:33

Ekonom Sentil Menteri Prabowo: Jangan Jadi Beban Presiden!

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:21

Wall Street Tertekan Aksi Jual Saham Teknologi

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:56

Lonjakan Minyak Tekan Logam Dunia: Emas Anjlok ke Level Terendah

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:45

Saham BYAN Tancap Gas, Naik 3,16 Persen ke Rp10.600

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:22

Penguatan IHSG Sinyal Kepercayaan ke Pemerintah Mulai Pulih

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:10

Pasar Eropa Merah Gara-gara Minyak

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:06

Terbuka Peluang Bangun Museum Haji Indonesia

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:58

Pujian Prabowo Jangan Jadi Obat Tidur Menteri

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:57

Pemerintah Harus Berlakukan Wajib Halal pada Oktober 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:19

Selengkapnya