Berita

Ahmad Riza Patria dan Prasetyo Edi Marsudi/Ist

Politik

Adu Strategi Ariza dan Prasetyo di Pilkada Jakarta

SELASA, 12 NOVEMBER 2024 | 00:07 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Kampanye Pilkada Jakarta 2024 memasuki babak akhir menuju perebutan kursi gubernur-wagub definitif.

Tiga pasangan calon cagub-cawagub, Ridwan Kamil-Suswono, Dharma Pongrekun-Kun Wardana, dan Pramono Anung-Rano Karno hingga kini masih bersaing sengit untuk memperebutkan 8,2 juta suara warga Jakarta.

"Dari banyak survei, cuma Ridwan Kamil-Suswono dan Pramono Anung-Rano Karno yang bersaing ketat," kata Ketua Koalisi Rakyat Pemerhati Jakarta Baru (Katar), Sugiyanto melalui keterangan tertulisnya, Selasa 12 November 2024.


Sugiyanto melihat, pertarungan dua paslon itu tidak lepas dari adu strategi Prasetyo Edi Marsudi dan Ahmad Riza Patria.

Ariza Patria yang mantan Wagub DKI Jakarta merupakan  Ketua Tim Sukses Ridwan Kamil-Suswono. Dengan jaringan politik yang luas, Ariza memainkan peran penting dalam menggerakkan dukungan dari partai-partai besar untuk menguatkan posisi Ridwan Kamil-Suswono.

Sementara Prasetyo Edi Marsudi yang menjabat Ketua Harian Tim Pemenangan Pramono Anung-Rano Karno juga berupaya sekuat tenaga memenangkan jagoan yang diusung PDIP Perjuangan tersebut.

"Dengan pengalaman dan posisi strategisnya di PDIP, Prasetyo memegang kendali dalam merumuskan taktik dan strategi untuk memenangkan Pramono-Rano," kata Sugiyanto.

Hasil survei terbaru dari Litbang Kompas, menunjukkan Pramono Anung-Rano Karno unggul tipis dengan elektabilitas 38,3 persen, sementara Ridwan Kamil- Suswono berada di posisi kedua dengan 34,6 persen. Pasangan independen Dharma Pongrekun-Kun Wardana berada jauh di belakang dengan elektabilitas hanya 3,3 persen.

Dengan waktu tersisa hanya 15 hari menuju pencoblosan, kata Sugiyanto, masih terbuka peluang bagi kedua tim sukses untuk melakukan manuver-manuver strategis.

Menentukan siapa yang lebih unggul antara Prasetyo Edi Marsudi dan Ariza Patria bukanlah hal yang mudah. 

Menurut Sugiyanto, kedua tokoh ini memiliki pengalaman politik yang mumpuni serta jaringan yang luas. Meski hasil survei menunjukkan keunggulan tipis bagi Pramono-Rano, masih ada waktu yang cukup untuk mengubah peta dukungan.

Ariza Patria kemungkinan akan mengandalkan kekuatan koalisi partai-partai besar dan mesin politik yang solid, terutama kekuatan mesin partai PKS yang dikenal sangat terorganisir. 

Sedangkan Prasetyo dapat memanfaatkan kekuatan PDIP sebagai partai dengan basis massa yang kuat di Jakarta, ditambah dengan popularitas Rano Karno yang sudah dikenal luas oleh masyarakat sebagai tokoh publik dan artis senior.

"Namun, dalam politik, segala sesuatu bisa berubah dalam hitungan hari, bahkan detik. Jadi siapa yang lebih unggul antara Prasetyo dan Ahmad Ariza masih sulit ditebak," kata Sugiyanto.


Populer

Keppres Pengangkatan Adies Kadir Digugat ke PTUN

Rabu, 11 Februari 2026 | 19:58

Enak Jadi Mulyono Bisa Nyambi Komisaris di 12 Perusahaan

Kamis, 12 Februari 2026 | 02:33

Kasihan Jokowi Tergopoh-gopoh Datangi Polresta Solo

Kamis, 12 Februari 2026 | 00:45

Rakyat Menjerit, Pajak Kendaraan di Jateng Naik hingga 60 Persen

Kamis, 12 Februari 2026 | 05:21

Jokowi Layak Digelari Lambe Turah

Senin, 16 Februari 2026 | 12:00

Dua Menteri Prabowo Saling Serang di Ruang Publik

Kamis, 12 Februari 2026 | 04:20

Jokowi Makin Terpojok secara Politik

Minggu, 15 Februari 2026 | 06:59

UPDATE

Mudik Gratis 2026 Pemprov Jabar, Berikut Rute dan Cara Daftarnya

Sabtu, 21 Februari 2026 | 14:13

DPR Komitmen Kawal Pelaksanaan MBG Selama Ramadan

Sabtu, 21 Februari 2026 | 13:32

Harga Minyak Bertahan di Level Tertinggi Enam Bulan, Dibayangi Ketegangan AS-Iran

Sabtu, 21 Februari 2026 | 13:21

DPR Soroti Impor Pickup Kopdes Merah Putih

Sabtu, 21 Februari 2026 | 12:58

Prabowo Temui 12 Raksasa Investasi Global: “Indonesia Tak Lagi Tidur”

Sabtu, 21 Februari 2026 | 12:49

DPR Tegaskan LPDP Harus Tegakkan Kontrak di Tengah Polemik “Cukup Saya WNI, Anak Jangan”

Sabtu, 21 Februari 2026 | 12:26

Pemerintah Inggris Siap Hapus Andrew dari Daftar Pewaris Takhta

Sabtu, 21 Februari 2026 | 12:14

Kemenag: Tidak Ada Kebijakan Zakat untuk MBG

Sabtu, 21 Februari 2026 | 12:04

Korban Banjir Lebak Gedong Masih di Huntara, DPR Desak Aksi Nyata Pemerintah

Sabtu, 21 Februari 2026 | 11:25

Norwegia Masih Kuat di Posisi Puncak Olimpiade, Amerika Salip Tuan Rumah

Sabtu, 21 Februari 2026 | 11:13

Selengkapnya