Berita

Sekretaris Fraksi Partai Demokrat-Perindo, Lazarus Simon Ishak/Ist

Nusantara

Demokrat: Program Sekolah Gratis Tak Boleh Hapus KJP Plus

SENIN, 11 NOVEMBER 2024 | 23:27 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Fraksi Partai Demokrat-Perindo DPRD DKI Jakarta mendorong Pemprov DKI tidak menghapuskan program bantuan Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus dalam menerapkan sekolah swasta gratis di Jakarta. 

"Bahkan harus disempurnakan dengan pemenuhan gizi siswa," kata Sekretaris Fraksi Partai Demokrat-Perindo, Lazarus Simon Ishak dalam rapat paripurna pemandangan umum fraksi Partai Demokrat-Perindo, Senin, 11 November 2024.

Menurutnya, program sekolah gratis harus menjamin kualitas pendidikan yang diberikan menjadi lebih baik dari sebelumnya. 


Bahkan, pihaknya meyakini program sekolah gratis akan menjadi solusi dari permasalahan pendidikan yang terjadi selama ini, seperti banyak siswa-siswa yang gagal masuk sekolah negeri lantaran zonasi sehingga harus sekolah swasta yang berbayar. 

"Mengingat bahwa belum tercantumnya Program tersebut dalam Dokumen RKPD dan KUA-PPAS Tahun 2025,  Fraksi Partai Demokrat-Perindo meminta penjelasan secara lengkap mengenai hal ini," kata Lazarus.

Ia mempertanyakan seperti apa kriteria sekolah yang akan menerapkan sekolah gratis, berapa sekolah yang telah siap melaksanakan program tersebut?  Berapa siswa yang menjadi target? Terpenting, apa dasar hukum yang diperlukan untuk melaksanakan program sekolah gratis tersebut.

"Bagaimana kaitan antara sekolah gratis tersebut dengan program KJP?. Berapa besar anggaran yang diperlukan untuk merealisasikan program sekolah gratis tersebut?" tanya Lazarus. 

Sebab, pada tahun 2025 dialokasikan anggaran untuk pemberian bantuan sosial, salah satunya untuk KJP Plus sebesar Rp2,05 triliun bagi 445.994  siswa dan KJMU sebesar Rp284,26 miliar bagi 15.792 mahasiswa.

Di lokasi yang sama, Ketua Fraksi Partai Demokrat-Perindo, Ali Muhammad Johan mengungkapkan, Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja (RAPBD) DKI Jakarta tahun 2025 direncanakan sebesar Rp 91,14 triliun. RAPBD DKI tahun 2025 ini meningkat 6,97 persen dibandingkan dengan APBD Perubahan Tahun 2024 sebesar Rp85,20 triliun.

RAPBD DKI Jakarta tahun 2025 ini terdiri dari Pendapatan Daerah sebesar Rp81,68 triliun; Penerimaan Pembiayaan sebesar Rp9,45 triliun; Belanja Daerah sebesar Rp82,32 triliun dan Pengeluaran Pembiayaan sebesar Rp8,81 trilun.

"Peningkatan APBD 2025 berasal dari penambahan Pendapatan Transfer yang terdiri atas Dana Bagi Hasil (DBH), Dana Alokasi Umum (DAU), dan Dana Alokasi Khusus (DAK) Non Fisik," kata Ali.


Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

OJK Catat Penyaluran Kredit Tembus Rp 8.659 Triliun, Sektor UMKM Mulai Tunjukkan Perbaikan

Rabu, 06 Mei 2026 | 08:14

Trump Mendadak Hentikan Operasi Project Freedom di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:52

Harga Emas Rebound Saat Pasar Pantau Geopolitik dan Data Tenaga Kerja

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:23

Sektor Teknologi Eropa Bangkit dari Keterpurukan, STOXX 600 Menghijau

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:05

Kemenag Fasilitasi Kepindahan Santri Ponpes Ndolo Kusumo

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:45

Dana Wakaf Baitul Asyi untuk Jemaah Haji Aceh Diusulkan Naik

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:32

Rudy Mas’ud di Ujung Tanduk

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:09

Rakyat Antipati dengan PSI

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:38

10 Orang Jadi Korban Penyiraman Air Keras Kurir Ekspedisi

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:19

Kapal Supertanker Iran Masuk RI Bukan Dagang Biasa

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:08

Selengkapnya