Berita

Tom Homan/Net

Dunia

Trump Tunjuk Tom Homan Jadi Penguasa Perbatasan, Siap Usir-usir Migran

SENIN, 11 NOVEMBER 2024 | 19:19 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Presiden terpilih Amerika Serikat, Donald Trump kembali menunjuk Tom Homan untuk mengisi jabatan kepala pengawas perbatasan negara.

Dalam unggahan di akun Truth Social pada Senin, 11 November 2024, Trump mengaku telah lama mengenal Tom dan yakin dia mampu mengawasi perbatasan Amerika dan menjadi "The Border Czar" atau penguasa perbatasan.

"Saya senang mengumumkan bahwa Mantan Direktur ICE, dan pendukung setia Pengawasan Perbatasan, Tom Homan, akan bergabung dengan Pemerintahan Trump, yang bertanggung jawab atas Perbatasan Negara kita ("The Border Czar")," tulis Trump, seperti dimuat AFP.


Homan yang berusia 78 tahun terkenal sebagai pejabat imigrasi garis keras yang berjanji akan melakukan deportasi besar-besaran kepada imigran gelap pada hari pertama menjabat.

"Saya berpesan kepada jutaan imigran gelap yang dibebaskan Joe Biden di negara kita: Sebaiknya kalian mulai berkemas sekarang," ujarnya saat Konvensi Nasional Partai Republik pada bulan Juli.

Trump baru akan dilantik sebagai presiden AS pada Januari tahun 2025. Sejauh ini dia baru menunjuk manajer kampanyenya Susie Wiles sebagai kepala staf Gedung Putih.

Pada Minggu malam, 10 November 2024, Trump mengatakan telah menawarkan jabatan duta besar AS untuk PBB kepada Anggota Kongres dari Partai Republik Elise Stefanik.

Stefanik, yang sedang menjabat untuk kelima kalinya mengaku telah menerima jabatan tersebut dan merasa sangat terhormat.

AS berjuang selama bertahun-tahun untuk mengelola perbatasan selatannya dengan Meksiko. Trump justru meningkatkan kekhawatiran dengan mengklaim bahwa invasi sedang berlangsung oleh para migran yang menurutnya akan memperkosa dan membunuh warga Amerika.

Selama kampanyenya, ia berulang kali mencela imigran tidak berdokumen, menggunakan retorika kekerasan tentang mereka yang "meracuni darah" Amerika Serikat.

Dalam pidato-pidato rapat umum, ia membesar-besarkan ketegangan lokal dan menyesatkan audiensnya tentang statistik dan kebijakan imigrasi.

Trump berjanji untuk menangani geng-geng migran menggunakan Undang-Undang Musuh Asing tahun 1798, yang memungkinkan pemerintah federal untuk menangkap dan mendeportasi orang asing yang berasal dari negara musuh, sebagai bagian dari gerakan deportasi massal yang ia namakan "Operasi Aurora."

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

UPDATE

Adab di Atas Selebrasi

Selasa, 16 Juni 2026 | 04:12

Belgia vs Mesir Berbagi Skor 1-1

Selasa, 16 Juni 2026 | 04:10

Pidato Bernuansa Sindiran Berpotensi Memicu Reaksi Balik Publik

Selasa, 16 Juni 2026 | 03:39

Membongkar Skandal #SellIndonesia, Hebatnya Rupiah Menguat

Selasa, 16 Juni 2026 | 03:19

Edura School Jawab Tantangan Guru di Era Digital

Selasa, 16 Juni 2026 | 03:03

SEI Bongkar Dampak Kebijakan Batu Bara Bahlil: Pasokan Tersendat, Listrik Alami Gangguan!

Selasa, 16 Juni 2026 | 02:37

Mahfud MD: UU Polri Abaikan Komisi Reformasi

Selasa, 16 Juni 2026 | 02:24

ART Indonesia Disiksa Mirip Samsak Tinju di Malaysia

Selasa, 16 Juni 2026 | 02:01

Kerja Prabowo Sudah Bagus, tapi Jangan Pidato Meledek Lagi

Selasa, 16 Juni 2026 | 01:29

Sambut 1 Muharam Setop Saling Fitnah dan Provokasi

Selasa, 16 Juni 2026 | 01:25

Selengkapnya