Berita

Ilustrasi (Foto: tbsnews.net)

Bisnis

Perang Trump-China Segera Dimulai, IHSG Longsor 1,9 Persen

KAMIS, 07 NOVEMBER 2024 | 17:20 WIB | OLEH: ADE MULYANA

SIKAP pesimis investor di Jakarta belum juga beranjak hingga sesi perdagangan Kamis 7 November 2024 ditutup. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali terhempas dalam jurang koreksi. Sentimen dari kemenangan Trump dalam pilpres AS masih menjadi dalang utama kesuraman pada IHSG.

Sentimen positif, datang dari China di mana kinerja perdagangan internasional perekonomian terbesar Asia itu membukukan lonjakan ekspor yang fantastis. Laporan lebih jauh menyebutkan, ekspor China pada Oktober lalu secara keseluruhan tumbuh 12,7 persen dan merupakan pertumbuhan tertinggi dalam 19 bulan terakhir. Sedangkan impor China justru dilaporkan turun 2,3 persen. Kinerja ekspor China kini dalam sorotan, terutama untuk pasar AS, yang dilaporkan tumbuh 8,1 persen sementara impor dari AS hanya tumbuh 6,6 persen.

Laporan ini tentu saja langsung menjadi menu utama pekerjaan rumah bagi Donald Trump yang baru terpilih. Sikap tegas Trump pada China tentu saja akan segera memantik perang dagang Trump-China jilid II.


Meski demikian rilis kinerja perdagangan internasional China mendapatkan sambutan positif dari bursa saham Hong Kong dan Shanghai, di mana Indeks di kedua Bursa tersebut melambung hingga lebih dari 2 persen.

Situasi berbeda terjadi di bursa saham Asia lainnya, dengan gerak Indeks berakhir mixed dalam menyambut terpilih nya Trump. Hingga sesi perdagangan ditutup, Indeks Nikkei (Jepang) turun 0,25 persen di 39.381,41, sementara indeks ASX200 (Australia) naik moderat 0,33 persen di 8.226,3 serta Indeks KOSPI (Korea Selatan) berakhir flat dengan naik sangat tipis 0,04 persen di 2.574,63.

Kecenderungan lesu pada sesi perdagangan di Asia menjadikan sesi perdagangan di Jakarta lebih suram. Sikap pelaku pasar di Jakarta terkesan kukuh dalam pesimisme hingga menghantarkan penurunan IHSG dalam rentang tajam. Pantauan juga memperlihatkan, gerak IHSG yang konsisten menjejak zona penurunan tajam di sepanjang sesi hari ini.

IHSG kemudian menutup sesi dengan rontok 1,9 persen di 7.243,86 untuk semakin kukuh menembus ke bawah level psikologis nya di kisaran 7.300. kinerja merah IHSG kali ini juga tercermin kuat dari gerak saham unggulan yang berjatuhan. Sejumlah besar saham unggulan yang masuk dalam jajaran teraktif ditransaksikan kembali runtuh, seperti: BBRI, BMRI, BBCA, BBNI, ADRO, ASII, PTBA, CPIN, JPFA, UNVR, serta ICBP.

Rupiah Terus Menguat

Di tengah kinerja bursa saham Indonesia yang suram, laporan mengejutkan datang dari nilai tukar Rupiah di pasar uang. Pantauan menunjukkan, Rupiah yang mampu menapak zona penguatan secara konsisten di sepanjang sesi perdagangan kali ini. Kecenderungan menguat juga dilaporkan terjadi pada hampir seluruh mata uang Asia.

Sentimen dari upaya gerak balik penguatan mata uang utama dunia, menjadi pendorong menguat nya mata uang Asia. Sebagaimana dilaporkan sebelumnya, seluruh mata uang utama dunia yang ambruk dalam rentang sangat tajam pada sesi perdagangan Rabu malam waktu Indonesia Barat.

Akibat keruntuhan curam tersebut, mata uang utama dunia mampu berbalik menguat di sesi perdagangan sore ini di Asia. Gerak balik penguatan atau rebound teknikal tersebut kemudian dimaksimalkan mata uang Asia untuk turut terangkat.

Hingga sesi perdagangan sore ini berlangsung, Rupiah terpantau bertengger di kisaran Rp 15.730 per Dolar AS atau menguat 0,59 persen untuk sekaligus menahbiskan diri sebagai.mata uang Asia yang mengalami penguatan tertajam.

Sementara pada mata uang Asia, Rupee India kini tercatat sebagai satu-satunya yang melemah di Asia, namun pelemahan yang terjadi berada di rentang sangat tipis dan berisiko besar untuk beralih ke zona penguatan.

Sesi perdagangan sepanjang pekan ini, pelaku pasar akan menantikan rilis keputusan The Fed dalam penurunan suku bunga lanjutan dan tentu saja perkembangan terkini dari langkah yang akan diambil Trump, untuk menentukan arah gerak lebih lanjut.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

UPDATE

Minyak Dunia Tembus 100 Dolar AS, Purbaya Belum Tambah Subsidi Energi

Sabtu, 12 September 2026 | 02:25

One Asia Golf Cup 2026 Diikuti 144 Pengusaha dari 11 Negara

Sabtu, 12 September 2026 | 02:14

Relawan Prabowo-Gibran Tak cuma Hadir saat Pemilu

Sabtu, 12 September 2026 | 01:30

Ferry Boboho Balikin Duit Rp5 Miliar, Diduga terkait Pemerasan Febrie

Sabtu, 12 September 2026 | 01:10

Maruli Janji Dongkrak Peringkat Atlet Judo Indonesia

Sabtu, 12 September 2026 | 01:01

ERP Solusi Pengendalian Kemacetan Jakarta

Sabtu, 12 September 2026 | 00:34

Simak Rekayasa Lalin Persija-Persib di GBK

Sabtu, 12 September 2026 | 00:18

Jarnas Konsisten Kawal Program Pro Rakyat Prabowo-Gibran

Sabtu, 12 September 2026 | 00:00

Haji Dimulai dari Kalkulator

Jumat, 11 September 2026 | 23:35

Baznas Kembali Raih Indonesia Most Reputable Companies Award 2026

Jumat, 11 September 2026 | 23:20

Selengkapnya