Berita

Ilustrasi makanan cepat saji/RMOL

Bisnis

Harga Makin Mahal, Pendapatan Restoran Cepat Saji Kian Melorot

RABU, 06 NOVEMBER 2024 | 09:15 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Meningkatnya harga makanan cepat saji selama setahun terakhir membuat konsumen memilih memasak makanan yang lebih murah di rumah dan menghindari makan di luar.

Hal ini berakibat pada menurunnya penjualan bagi sejumlah restoran cepat saji asal Amerika Serikat (AS).

Induk perusahaan Burger King, Restaurant Brands, bahkan gagal memenuhi estimasi pasar untuk hasil triwulanan. Begitu juga dengan dan pemilik KFC, Yum Brands, yang mengeluh tak bisa mencapai target. 


"Ini merupakan situasi yang menantang bagi pasar restoran cepat saji," kata Danilo Gargiulo, analis senior di Bernstein, seperti dikutip dari Reuters, Rabu 6 November 2024.

"Saya rasa tidak ada yang akan terbebas dari masalah dalam waktu dekat, tetapi mereka melakukan sesuatu yang tampaknya berhasil untuk setidaknya menghentikan perlambatan lalu lintas," katanya.

Berbagai strategi sudah dilakukan para pengusaha untuk menarik kembali pelanggan berpenghasilan rendah ke gerai mereka. 

Burger King, McDonald's, KFC, dan Wendy's, berbarengan meluncurkan promo dengan menjual makanan senilai 5 Dolar AS sejak Juni tahun ini.

Namun, hal itu belum mendongkrak penjualan penjualan Burger King di AS yang turun 0,4 persen pada kuartal yang berakhir 30 September, dibandingkan dengan kenaikan 6,6 persen tahun lalu.

"Promosi yang gencar di seluruh sektor membuat pilihan menu Fiery Burger King sulit untuk menembus semua pesan nilai di pasar", kata CEO Restaurant Brands, Joshua Kobza, dalam wawancara pasca laporan laba.

Penjualan KFC di toko yang sama di AS juga anjlok 5 persen dalam periode yang sama, menandai penurunan kuartal ketiga berturut-turut tahun ini.

Minggu lalu McDonald's melaporkan penurunan penjualan global yang lebih besar dari perkiraan dan menandai melemahnya pasar internasional seperti Prancis, Inggris, dan Timur Tengah.

Pemulihan ekonomi yang menantang di Tiongkok dan lemahnya permintaan di Timur Tengah akibat kampanye boikot terkait konflik Israel-Hamas telah memperburuk dampak penjualan bagi operator restoran.

Yum Brands, yang juga memiliki Pizza Hut dan Taco Bell, mengalami penurunan penjualan di toko yang sama di seluruh dunia sebesar 2 persen, sementara induk perusahaan Popeyes, Restaurant Brands, melaporkan kenaikan penjualan yang sebanding hanya sebesar 1,8 persen untuk segmen internasionalnya, dibandingkan dengan 7,7 persen tahun lalu.

Para eksekutif Yum mengatakan dalam panggilan pasca-laba bahwa beberapa pasar internasional, termasuk Tiongkok dan India, menjadi lebih berhati-hati dalam menawarkan nilai, yang menyebabkan perusahaan beralih ke titik harga yang lebih rendah.

"Penjualan kami tidak memenuhi ekspektasi di beberapa pasar utama, termasuk Tiongkok dan Timur Tengah, tempat kami memiliki eksposur yang sangat besar, dan sebagai hasilnya, kami menurunkan ekspektasi kami pada kuartal keempat," kata mereka.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Setelah 19 Kapolda Berganti, Apa yang Berubah bagi Masyarakat?

Selasa, 06 Oktober 2026 | 06:19

King Indo Sah Jadi Raja ASEAN Usai Geprek Thailand 4-2

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:54

Jika Gugatan Denny Indrayana Cs Diterima MK Tak Otomatis Gibran Lengser

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:33

Ada Beking Politik, Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Jaksinema Bakal Jadi Mesin Baru Ekonomi Jakarta

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:55

Bonus Timnas Indonesia Diatur Ketum PSSI

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:38

Nasib Gibran di Tangan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:19

Tak Mudah Pecat Gibran Meski Gugatan Denny Indrayana Cs Dikabulkan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 03:28

Festival Indonesia 2026 Perkuat Diplomasi Budaya Jakarta-Seoul

Selasa, 06 Oktober 2026 | 03:03

Jakarta Butuh Regulasi Parkir Valet

Selasa, 06 Oktober 2026 | 02:23

Selengkapnya